Mengenal Tradisi Padusan, Dilakukan Sebelum Memasuki Bulan Suci Ramadhan
GH News February 27, 2025 02:05 PM

Padusan merupakan tradisi yang kerap dilaksanakan masyarakat ketika menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Mengutip dari kemenparekraf.go.id, padusan menjadi tradisi turun temurun bagi masyakarat di Jawa.

Padusan dalam bahasa Jawa diartikan sebagai padus atau mandi.

Tradisi padusan ini dilakukan sebagai bentuk penyucian diri.

Makna dari padusan adalah untuk mensucikan diri atau membersihkan jiwa dan raga untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Padusan menjadi momen untuk merenung dan intropeksi diri atas kesalahan yang diperbuat.

Tujuan dari padusan adalah agar umat Islam bisa menjalankan ibadah puasa dalam kondisi suci lahir dan batin.

Tradisi Padusan

Tradisi padusan dilaksanakan masyarakat dengan mendatangi tempattempat wisata air termasuk kolam renang.

Padusan ini berasal dari wilayah Jawa, yaitu Yogyakarta.

Namun tak hanya Yogyakarta, padusan juga banyak dilaksanakan oleh masyarakat di daerah lain.

Padusan dilakukan dengan cara berendam atau mandi di sumur atau sumber mata air.

Mengutip dari gramedia.com, padusan ini berlaku sejak ajaran Islam belum masuk ke pulau Jawa.

Padusan ada sejak Kerajaan Majapahit, yang biasanya dilakukan oleh para kesatria dan brahmana hingga empu di kerajaan tersebut.

Padusan ini menjadi bisa diartikan sebagai ritual mendi besar.

Tradisi padusan ini merupakan adopsi dari kebudayaan peninggalan agama Hindu, Budha, dan Animisme.

Kemudian padusan ini menjadi tradisi adat yang dipadukan oleh para Wali Songo untuk mengajarkan budaya Islam.

Tradisi ini bermakna bahwa sebelum meminta rahmat kepada Tuhan Yang Maha Pencipta, kita diharuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu, baik jiwa dan raga.

Tidak ada aturan resmi yang mengatur pelaksanaan tradisi padusan ini.

Namun biasanya padusan dibarengi dengan niat membersihkan diri.

Tetapi kini, masyarakat mewujudkannya dalam bentuk mandi berendam dan keramas di lokasi sumber mata air bersamasama dengan masyarakat lainnya.

 Tradisi ini juga dinilai dapat membangun tali persaudaraan antar sesama masyarakat sekitar dalam nuansa penuh keakraban.

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.