SEAMEO SEAMOLEC: Menggali Potensi Deep Learning untuk Pendidikan Berkualitas
GH News February 27, 2025 02:06 PM

TIMESINDONESIA, JAKARTA – SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) menggelar sebuah konferensi internasional bertajuk “Empowering Deep Learning through Technology-Enhanced Project-Based Learning” pada 18 Februari 2025, di Jakarta. Konferensi ini menjadi salah satu ajang penting bagi para pendidik dan praktisi pendidikan untuk berdiskusi mengenai penerapan teknologi dan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang mendalam (deep learning).

Acara tersebut dibuka dengan sambutan dari Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Iwan Junaedi, serta Direktur SEAMEO SEAMOLEC, Wahyudi. 

Dalam sambutannya, Iwan Junaedi menyampaikan bahwa konferensi ini sangat relevan karena deep learning merupakan salah satu prioritas utama dalam program pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang saat ini sedang dijalankan. Iwan menjelaskan bahwa deep learning bukanlah sebuah kurikulum baru, melainkan pendekatan yang diadopsi untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih mendalam dan aplikatif bagi siswa. "Deep learning sebagai pendekatan baru oleh Pak Menteri kita merupakan program untuk meningkatkan pembelajaran di sekolah," ujar Iwan Junaedi, menggarisbawahi pentingnya pendekatan ini dalam dunia pendidikan Indonesia.

Selanjutnya, Direktur SEAMEO SEAMOLEC, Wahyudi, menambahkan bahwa tujuan dari konferensi ini adalah agar peserta dapat menggali lebih dalam mengenai konsep dan implementasi deep learning, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan berkualitas di Indonesia. Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI), sangat krusial untuk keberhasilan program deep learning dari Kementerian Pendidikan. "Kerja sama ini sangat menentukan mutu pendidikan kita ke depan," ujar Wahyudi, menutup sambutannya dengan harapan besar untuk masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Sebagai pembicara utama dalam konferensi, Fathur Rohim, seorang pengembang kurikulum di Kemendikdasmen, memaparkan presentasi bertajuk "Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua". Dalam sesi ini, Fathur menjelaskan pengertian, kerangka kerja, perencanaan, implementasi, hingga contoh nyata dari penerapan deep learning dalam dunia pendidikan. Fathur menjelaskan bahwa deep learning bertujuan untuk mengembangkan pemahaman yang lebih dalam, bukan sekadar menghafal informasi. Ia menggarisbawahi bahwa penerapan deep learning akan memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa, dengan cara memperkuat pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran serta mendorong mereka untuk mengatur diri mereka sendiri dalam proses belajar. 

potensi-Deep-Learning.jpg

"Ini adalah momentum yang tidak boleh disia-siakan. Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk menghasilkan terobosan dalam pembelajaran yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga memberikan pengalaman yang dapat diterapkan di kehidupan nyata," ujarnya. Fathur juga menekankan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap siswa memiliki jejak atau jejak pemahaman yang kuat terhadap apa yang telah mereka pelajari.

Tidak hanya Fathur, pembicara lainnya, Maiko Okuda, seorang peneliti dari Platform for Sustainable Education and Community, turut memberikan presentasi yang menarik mengenai Project-Based Learning (PBL). Dalam presentasinya yang berjudul “Project-Based Learning, The Whole Island as a Classroom”, Maiko berbagi pengalamannya dalam menerapkan PBL di Jepang. 

Ia menjelaskan bagaimana PBL dapat diintegrasikan dengan deep learning untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aplikatif dan relevan dengan kehidupan nyata siswa. Maiko juga menjelaskan bahwa di Jepang, PBL telah berhasil meningkatkan partisipasi siswa dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih holistik. Ia mengajak peserta konferensi untuk mengadaptasi pendekatan ini di Indonesia dengan mempertimbangkan konteks lokal dan kebutuhan spesifik di setiap daerah.

Sementara itu, Djohan Yoga, seorang instruktur Mind Map International, turut berbagi pengetahuan melalui presentasi berjudul “Radiant Thinking for Achieving Deep Learning”. Dalam sesi ini, Djohan menjelaskan bagaimana teknik mind mapping dapat digunakan sebagai alat bantu yang efektif untuk mendukung deep learning. Mind mapping, menurut Djohan, adalah cara yang sangat berguna untuk membantu siswa mengorganisir dan memahami konsep-konsep kompleks dengan lebih mudah dan visual. 

Dengan menggunakan mind map, siswa dapat melihat hubungan antar konsep dengan cara yang lebih sistematis, yang pada gilirannya mendukung pemahaman mendalam terhadap materi yang diajarkan. “Mind mapping sangat berperan dalam membantu siswa membangun pemahaman yang lebih dalam, serta membuat mereka lebih mudah memahami materi pelajaran,” ujarnya. Djohan menekankan pentingnya penggunaan teknik visual dalam pembelajaran untuk membantu siswa mengingat dan memahami materi dengan lebih baik.

Di akhir konferensi, Ketua Umum APSI, Agus Sukoco, memberikan sambutan penutupan yang menggarisbawahi pentingnya penerapan prinsip-prinsip deep learning dalam dunia pendidikan Indonesia. Ia menyampaikan bahwa konferensi ini telah memberikan banyak wawasan baru dan perspektif yang berbeda mengenai cara-cara untuk menerapkan deep learning secara lebih sadar, bermakna, dan menyenangkan. 

"Konferensi ini sudah mempraktikkan deep learning, mulai dari pemaparan Fathur Rohim, Maiko Okuda, hingga Djohan Yoga yang memberikan perspektif tentang pentingnya deep learning secara lebih mindful, meaningful, dan joyful," ungkap Agus. Ia menambahkan bahwa hal yang lebih penting adalah bagaimana hasil dari konferensi ini bisa diterapkan di sekolah-sekolah dan berdampak secara berkelanjutan. "Mari kita mulai menerapkan konsep-konsep ini di sekolah agar dampaknya bisa dirasakan oleh siswa dan terus berkelanjutan," tuturnya.

Secara keseluruhan, konferensi internasional yang diselenggarakan oleh SEAMEO SEAMOLEC ini memberikan ruang bagi para praktisi pendidikan untuk mengeksplorasi berbagai pendekatan dan metode dalam mendalami konsep deep learning yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sehari-hari. 

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, konferensi ini menjadi sebuah langkah penting dalam memperkenalkan dan memperkuat pemahaman tentang pembelajaran mendalam yang berbasis pada teknologi dan proyek. Harapan ke depan adalah agar pendekatan-pendekatan ini dapat terus disosialisasikan dan diterapkan secara luas di seluruh Indonesia, sehingga menghasilkan generasi penerus yang lebih kompeten, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global. (*) 

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.