Wamen Dikdasmen Dorong Pembelajaran Coding dan Matematika Sejak Usia Dini
GH News February 27, 2025 03:08 PM

TIMESINDONESIA, SIDOARJO – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan kerja pada Selasa, 11 Februari 2025, ke dua sekolah di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yakni TK Al Muslim dan KB-TK Kristen Petra 12. Kunjungan ini bertujuan untuk mendorong penerapan pembelajaran matematika dan coding di tingkat anak usia dini. Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar menekankan pentingnya mengajarkan konsep-konsep dasar matematika dan keterampilan coding sejak dini untuk membentuk generasi yang lebih kritis dan kreatif.

Saat berkunjung ke TK Al Muslim, Wamen Fajar mengungkapkan bahwa pembelajaran matematika di usia dini harus disajikan dalam bentuk yang menyenangkan dan penuh makna. “Matematika tidak harus diajarkan dengan cara yang kaku. Sejak usia dini, anak-anak dapat mengenal konsep-konsep dasar matematika melalui permainan yang menghibur namun tetap edukatif,” ujar Wamen Fajar di hadapan anak-anak dan para guru. Pendekatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa senang dan tidak takut terhadap matematika, yang seringkali dianggap sebagai pelajaran yang sulit bagi anak-anak.

Pada kesempatan tersebut, Wamen Fajar tidak hanya berbicara tentang pentingnya pembelajaran matematika, tetapi juga ikut serta dalam aktivitas bersama anak-anak. Salah satunya adalah permainan "hujan kartu", yang melibatkan anak-anak dalam mengurutkan angka dengan cara yang menyenangkan. Wamen Fajar menanyakan urutan angka kepada salah satu peserta didik, Arsyad, yang dengan semangat menjawab, “Setelah sebelas, dua belas.” Hal ini menunjukkan bagaimana permainan dapat menjadi media yang efektif dalam mengenalkan konsep matematika dasar kepada anak-anak.

Selain berkunjung ke TK Al Muslim, Wamen Fajar juga melanjutkan kunjungannya ke KB-TK Kristen Petra 12, di mana ia memberikan apresiasi terhadap penerapan pembelajaran coding yang telah dimulai di sekolah tersebut. “Saya sangat senang bisa hadir di TK ini dan melihat pelajaran coding yang diajarkan dengan metode yang menyenangkan dan menggembirakan,” kata Wamen Fajar. Ia menilai bahwa pengenalan coding kepada anak-anak usia dini sangat penting, terutama karena coding dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak. Dengan coding, anak-anak belajar untuk memahami masalah dan mencari solusi, yang merupakan keterampilan esensial di era digital ini.

Dalam konteks pendidikan anak usia dini (PAUD), Wamen Fajar menjelaskan bahwa aktivitas coding tidak melibatkan bahasa pemrograman yang rumit. Sebaliknya, kegiatan ini lebih berfokus pada pembelajaran berbasis algoritma sederhana, yang dilakukan melalui permainan dan eksplorasi. Hal ini sesuai dengan perkembangan kognitif anak-anak yang masih dalam tahap mengenal dunia melalui kegiatan yang menyenangkan dan tidak membebani mereka.

Kepala Sekolah KB-TK Kristen Petra 12, Siecilianie, menjelaskan bahwa pembelajaran coding di sekolahnya telah dimulai sejak tahun ajaran 2023/2024. Setiap minggu, anak-anak mengikuti pelajaran coding yang dirancang agar menyenangkan dan tidak membosankan. Siecilianie mengatakan bahwa antusiasme anak-anak terhadap pelajaran coding sangat tinggi. “Siswa-siswa kami sangat antusias dan selalu menantikan jadwal kelas coding mereka setiap minggunya,” ujar Siecilianie. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran coding, meskipun baru diperkenalkan, sudah mampu menarik minat anak-anak untuk belajar dengan lebih aktif.

Fajar-Rizaul.jpg

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Pengawas TK Korwil Waru, Anik Kartini, juga menyampaikan pendapatnya tentang pentingnya penerapan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) di jenjang PAUD. Menurutnya, meskipun teknologi di tingkat PAUD tidak harus menggunakan perangkat canggih, hal ini tetap dapat dilakukan dengan alat-alat sederhana yang ada di sekitar lingkungan anak. “Teknologi di PAUD bisa diterapkan dengan alat sederhana seperti gunting, tali, atau lem. Teknologi pada dasarnya adalah alat yang memudahkan kita,” ungkap Anik. 

Dengan demikian, STEAM dapat diintegrasikan ke dalam aktivitas yang sesuai dengan usia anak, menggunakan sumber daya yang mudah dijangkau.

Wamen Fajar mengapresiasi pandangan tersebut dan berharap agar para pendidik di PAUD terus berinovasi dalam menciptakan metode pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga memberikan inspirasi kepada anak-anak. “Pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama untuk menciptakan generasi emas yang siap menghadapi tantangan masa depan. Oleh karena itu, para pendidik harus terus berinovasi dalam menghadirkan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak,” ujar Wamen Fajar.

Dalam pembicaraannya, Wamen Fajar juga menekankan bahwa masa depan pendidikan Indonesia sangat bergantung pada kualitas pendidikan di usia dini. Menurutnya, pembelajaran yang menyenangkan dan menginspirasi di usia dini dapat membentuk dasar yang kuat bagi anak-anak dalam menghadapi tantangan di pendidikan tingkat lanjut. “Generasi yang terbiasa belajar dengan cara yang menyenangkan dan penuh makna akan lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan,” ujarnya.

Kunjungan kerja ini juga memberikan gambaran tentang bagaimana pengenalan coding dan matematika dasar di usia dini dapat membentuk karakter anak-anak yang lebih kritis, kreatif, dan inovatif. Program-program seperti yang diterapkan di KB-TK Kristen Petra 12 dan TK Al Muslim dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lain untuk memperkenalkan konsep-konsep dasar matematika dan teknologi kepada anak-anak sejak dini.

Sebagai penutup, Wamen Fajar berharap agar kegiatan pembelajaran di PAUD terus berkembang, tidak hanya dalam aspek konten akademik, tetapi juga dalam hal pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan psikologis anak. Ia percaya bahwa dengan pendekatan yang tepat, generasi mendatang akan lebih siap menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks. 

“Pendidikan yang diberikan di usia dini akan menjadi pondasi bagi anak-anak dalam meraih keberhasilan di masa depan. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa pembelajaran yang diberikan tidak hanya fokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengembangan karakter dan keterampilan berpikir yang lebih tinggi,” tutupnya.

Dengan demikian, kunjungan Wamen Fajar ke TK Al Muslim dan KB-TK Kristen Petra 12 ini menjadi momentum penting dalam mengedukasi pentingnya penerapan konsep matematika dan coding dalam pendidikan anak usia dini. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengembangan kemampuan akademik anak-anak, tetapi juga memberikan mereka keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing di dunia yang semakin digital dan penuh tantangan. (*) 

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.