Pilu Tujuh Bayi di Gaza Meninggal karena Hipotermia, Tewas Akibat Kedinginan
GH News February 27, 2025 05:05 PM

Otoritas Kesehatan Gaza melaporkan setidaknya tujuh bayi meninggal akibat cuaca dingin di Gaza dalam waktu 24 jam terakhir.

Dr Saeed Salah, direktur medis Patient's Friends Benevolent Society Hospital (PFBS) Gaza Utara memperingatkan bencana akan kemungkinan meningkatnya jumlah bayi yang meninggal akibat hipotermia saat mereka mencoba bertahan hidup dalam kondisi cuaca dingin ekstrem di tenda pengungsian.

Diberitakan CNN, dalam dua pekan terakhir, delapan bayi dengan hipotermia dirawat di fasilitas medis di Kota Gaza, kata Dr. Salah. Dari jumlah tersebut, tiga dirawat di unit perawatan intensif dan tiga lainnya meninggal dalam beberapa jam setelah tiba.

Pada Selasa (25/2), bayi keempat yang baru berusia 69 hari meninggal. Di Gaza Selatan, dua bayi dengan gejala hipotermia meninggal di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis. Selang sehari, angka kematian bayi akibat hipotermia di jalur Gaza naik menjadi tujuh setelah Seela Abdel Qader, yang berusia kurang dari dua bulan, meninggal.

"Gelombang dingin menyebabkan lebih banyak korban setiap hari, terutama di antara bayi yang baru lahir, karena pendudukan (Israel) menghancurkan fasilitas kesehatan mereka, serta penghancuran peralatan dan perangkat medis untuk bayi yang baru lahir," kata Dr. Al-Bursh dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kementerian kesehatan pada hari Rabu.

Genosida Israel di Gaza telah mendorong banyak warga Palestina mengungsi. Setidaknya 1,9 juta orang telah mengungsi, menurut PBB. Banyak yang mencari perlindungan di area terbuka yang luas, tinggal selama berbulan-bulan di tenda-tenda darurat yang terbuat dari kain dan nilon dengan sedikit akses ke kehangatan, listrik, atau pemanas.

Dalam kondisi cuaca dingin, bayi baru lahir dan anak-anak hingga tiga bulan termasuk di antara mereka yang paling berisiko terkena infeksi pernapasan, kekurangan pasokan darah, dan infeksi.




© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.