Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut adanya kemungkinan perbedaan jatuhnya awal puasa Ramadhan 1446 H antara Pemerintah dengan Muhammadiyah.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan semua pihak bisa memprediksi waktu awal Ramadan.
Meski begitu, Nasaruddin mengatakan bahwa keputusan Pemerintah mengenai awal Ramadan ditentukan oleh Sidang Isbat.
"Ya, semua orang bisa memprediksi. Tapi keputusan rapat menentukan esok," kata Nasaruddin di kantor Kemenko PM Jakarta, Kamis, 27/2/2025.
Dirinya mengatakan jika ada masyarakat yang telah menyaksikan hilal, maka bulan baru dalam kalender Hijriah sudah bisa ditetapkan.
Hilal adalah bulan sabit muda yang pertama dilihat setelah terjadinya bulan baru.
Terlihatnya hilal selama ini menjadi penentu awal Ramadhan hingga Idul Fitri.
"Kalau ada yang menyaksikan bulan, kenapa harus ditunda? Kalau enggak, baru kita diskusi," kata Nasaruddin.
Nasaruddin mengatakan penentuan awal Ramadhan akan dilakukan pada sidang Isbat.
"Besok kita sidang isbat. Besok kita tentukan. Hadirlah besok ya," pungkasnya.
Sebelumnya, BRIN memprediksi tanggal 1 Ramadhan 1446 H akan jatuh pada 2 Maret 2025 berdasarkan metode penentuan hisab dan rukyat.
Prediksi kapan awal puasa Ramadhan 2025 tersebut berbeda dengan yang telah ditetapkan Muhammadiyah, di mana 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada 1 Maret 2025.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).