ASN Pacitan Diminta Turun Gunung Ikut Awasi Rontek Selama Ramadan 2025
GH News February 27, 2025 08:08 PM

TIMESINDONESIA, PACITANRamadan 2025 tinggal menghitung jam. Udara malam makin akrab dengan embusan angin sepoi-sepoi, sementara di pojokan warung kopi, obrolan soal rontek gugah sahur mulai hangat. Ya, tradisi tahunan ini bakal kembali menggema di gang-gang kampung, membangunkan orang-orang yang tidur lelap dengan tabuhan beduk dan kentongan.

Tapi tunggu dulu, Pemkab Pacitan tak mau sekadar jadi penonton. Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan, Heru Wiwoho, memberi aba-aba seluruh ASN di Kecamatan Pacitan diminta ikut mengawal jalannya rontek. 

“Kami mohon dukungan masyarakat supaya acara ini tetap berjalan lancar, seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya dalam rapat persiapan di Gedung Karya Dharma, Kamis (27/2/2025).

Rontek memang boleh jalan, tapi jangan ugal-ugalan. Kasatpol PP Pacitan, Ardyan Wahyudi, sudah wanti-wanti: semua ada aturannya. Pemkab tak mau kejadian yang bikin telinga panas atau hati dongkol. Karena itu, pengamanan dibagi ke empat rayon biar semua terpantau rapi.

Rayon Barat: Kelurahan Pacitan, Pucangsewu, Sumberharjo, Bangunsari.
Rayon Utara: Widoro, Nanggungan, Tanjungsari.
Rayon Selatan: Ploso, Baleharjo, Sidoharjo.
Rayon Timur: Arjowinangun, Sirnoboyo, Sukoharjo, Kembang, Mentoro, Menadi, Purworejo, Kayen.

Setiap desa harus punya penanggung jawab. Kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, sampai koordinator rontek ditugaskan menjaga jalannya acara. Pemkab juga bakal blusukan ke desa-desa buat koordinasi.

Sementara itu, Camat Pacitan, Sugiyem, mengingatkan bahwa pengalaman tahun lalu harus jadi pelajaran.

"Jangan sampai ada rontek yang kelewatan," ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Sekda Heru pun kembali menegaskan bahwa ASN tak boleh sekadar jadi pemantau dari balik meja. “Jadilah contoh. Kalau ada yang kelewat batas, ingatkan. Jangan malah ikut nimbrung,” katanya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pacitan, Kemal Pandu Pratikna, juga ikut menimpali. Ia sadar betul, rontek ini bukan sekadar hiburan, tapi sudah jadi tradisi. 

“Kami tak melarang, asal jangan sampai bikin orang geram. Mari kita kawal dengan cara yang santun dan beradab,” ucapnya.

TNI-Polri Turut Menjaga

Tak cuma ASN, TNI dan Polri juga siap siaga. Danramil 0801/01 Pacitan, Kapten Kav Dadut Setiyawan, meminta pengamanan diatur dengan baik.

“TNI-Polri harus satu suara dengan Linmas. Jangan sampai ada kesalahpahaman di lapangan,” pesannya.

Sekitar 60 orang hadir dalam rapat itu. Semua serius, tak ada yang asal angguk. Karena mereka paham, rontek bukan sekadar urusan membangunkan orang sahur, tapi juga soal bagaimana menjaga keharmonisan di bulan suci.

Besok malam, suara kentongan akan bertalu-talu di sudut kampung. Orang-orang akan keluar rumah, sebagian menonton, sebagian lagi ikut menabuh. 

Tapi satu hal yang pasti, semuanya harus tertib selama ikut Rontek Ramadan. Kalau tidak, bisa-bisa yang bangun bukan cuma orang sahur, selain petugas tapi juga ASN Pemkab Pacitan bakal turun tangan. (*)

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.