Vonis Pemecatan Sergio Conceicao, AC Milan Tak Kenal Malu Dekati Antonio Conte Lagi
Drajat Sugiri February 28, 2025 04:31 AM

TRIBUNNEWS.COM - Syarat pemecatan pelatih Sergio Conceicao sudah diputuskan oleh manajemen AC Milan, menyusul merebaknya kabar Antonio Conte diincar penguasa San Siro tersebut.

Situasi Sergio Conceicao sebagai pelatih AC Milan benar-benar tak menguntungkan.

Nasib pelatih asal Portugal itu tengah berada di ujung tanduk, melihat performa AC Milan yang jauh dari kata memuaskan.

Gagal lolos ke 16 besar Liga Champions, dan keteteran dalam persaingan gelar juara Liga Italia atau Scudetto 2024/2025, ditengarai jadi penyebab AC Milan perlahan hilang kepercayaan kepada Sergio Conceicao.

Pelatih kepala FC Porto Portugal Sergio Conceicao (tengah) mengambil bagian dalam sesi latihan di tempat latihan Olival FC Porto, di Vila Nova de Gaia dekat Porto, pada 2 November 2021, menjelang Liga Champions UEFA, Grup B, pertandingan sepak bola melawan AC Milan.
SERGIO CONCEICAO - Pelatih kepala FC Porto Sergio Conceicao (tengah) mengambil bagian dalam sesi latihan di tempat latihan Olival FC Porto, di Vila Nova de Gaia dekat Porto, pada 2 November 2021, menjelang Liga Champions Grup B, melawan AC Milan. (Foto Arsip, November 2021)(FERNANDO VELUDO / AFP)

Di sisi lain, Rossoneri, julukan AC Milan, memiliki klausul dalam kontraknya yang memungkinkan mereka memutus kerja sama jika tim gagal mencapai target yang ditetapkan.

Conceicao semakin tertekan setelah hasil buruk Milan dalam beberapa laga terakhir. Diketahui, tim Merah-Hitam kini tertinggal delapan poin dari zona Liga Champions.

Saat ini, AC Milan berada di posisi ketujuh klasemen, terpaut 16 poin dari pemuncak klasemen, Inter Milan. Situasi ini membuat masa depan Conceicao semakin tidak pasti.

Dalam laporan Calciomercato, mengungkap klausul dalam kontrak Conceicao. AC Milan bisa memutus kerja sama jika tim gagal lolos ke Liga Champions musim depan.

Target utama Rossoneri adalah finis di zona Liga Champions. Bahkan, memenangkan Coppa Italia saja tidak cukup untuk menyelamatkan posisi sang pelatih.

Saat ini, Conceicao memiliki kontrak hingga 2026 dengan gaji sekitar 1 juta euro per musim (sekitar Rp16,5 miliar). Jika bertahan hingga musim depan, gajinya bisa naik menjadi 2 juta euro (sekitar Rp33 miliar).

Il Diavolo Rosso masih memiliki beberapa laga penting ke depan. Jika hasil buruk terus berlanjut, pemecatan Conceicao bisa terjadi lebih cepat.

Duel melawan Bologna dan Lazio dalam waktu dekat bisa menjadi penentu. Andai gagal meraih hasil positif, AC Milan mungkin akan segera mencari pengganti.

Manajemen AC Milan tidak ingin kehilangan tiket Liga Champions. Jika situasi tidak membaik, pergantian pelatih bisa menjadi langkah yang tak terhindarkan.

Antonio Conte Opsi Pengganti Sergio Conceicao

Dilansir dari sumber yang sama, AC Milan sudah menyiapkan opsi pengganti jika Sergio Concceicao gagal merealisasikan target finis di zona Liga Champions.

Spekulasi mengenai masa depan Conte di Napoli juga turut memperkuat rumor ini.

Pelatih asal Italia itu terlihat tidak bahagia di klubnya saat ini, membuat manajemen AC Milan mulai mempertimbangkan kemungkinan untuk merekrutnya.

AC Milan sebelumnya sempat menolak Conte pada musim panas lalu. Meskipun Conte secara sopan menawarkan jasanya, klub memilih untuk melanjutkan dengan pelatih lain.

Namun, dengan kondisi yang ada saat ini, baik Milan maupun Conte tampaknya memiliki kebutuhan yang sama untuk menjalin kerja sama.

Conte memiliki rekam jejak yang mengesankan dalam dunia kepelatihan. Ia pernah sukses di berbagai klub, termasuk Juventus dan Chelsea, di mana ia berhasil meraih banyak gelar.

Dengan pengalaman dan prestasi tersebut, banyak penggemar Milan yang berharap Conte bisa membawa perubahan positif bagi tim.

Selain Antonio Conte, nama Gian Piero Gasperini juga dikaitkan dengan kursi kepelatihan AC Milan.

Tetapi jika dibuat komparasi, Conte lebih meyakinkan ketimbang Gasperini.

Gasperini, meski dianggap sebagai pelatih yang menarik, masih menyisakan tanda tanya besar.

Ia belum pernah diuji di level klub top, kecuali pengalaman singkatnya di Inter yang berakhir kurang baik. Hal ini menjadi pertimbangan bagi manajemen AC Milan dalam memilih pelatih yang tepat untuk masa depan klub.

(Giri)

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.