Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Meski anak-anak belum diwajibkan melaksanakan puasa, anak-anak perlu diajarkan menahan lapar dan haus.
Dari sisi kesehatan, berikut usia yang disarankan bagi anak mulai ikut berpuasa seharian di bulan Ramadan menurut Dokter spesialis anak Winarno, Sp.A.
Tidak disarankan terlalu dini mengajari puasa seharian dari imsak sampai magrib pada usia 3-4 tahun, anak belum bisa menahan lapar.
Pada usia ini ujar dia, cukup beberapa jam saja atau sebentar, 3-4 jam buka lagi. Dikhawatirkan jika terlalu lama maka bisa mengganggu perkembangan dan pertumbuhan.
“Tidak perlu dipaksa, sekuatnya saja. Ini namanya belajar. Tapi ada juga anak yang mampu menahannya lebih lama, jika lingkungan mendukung misalkan di sekolah, melihat teman-temannya juga berpuasa,” kata dia saat ditemui di Bekasi, Rabu (26/2/2025).
Saat anak memasuki usia Sekolah Dasar (SD) yakni 7 tahun ke atas, anak juga belum disarankan menjalani puasa seharian.
Namun sudah mampu menahan haus dan lapar lebih lama 5-6 jam.
Pada usia di bawah 7 tahun, menahan haus dan lapar terlalu lama apalagi mencapai 12 jam lebih bisa membuat anak mengalami gangguan kesehatan seperti dehidrasi atau kekurangan kadar gula darah dalam tubuh.
Sehingga anak yang siap untuk menjalankan puasa seharian adalah pada usia SMP dan SMU.
Pada usia ini, gangguan kesehatan karena menahan lapar dan haus sudah jarang ditemui.
Semakin kecil usia anak, maka cadangan kadar gula darahnya semakin sedikit.
“Usia SMP atau SMA sudah bisa anak berpuasa lebih lama, karena lingkungan sekolah juga mendukung biasanya,” jelas dia.
Dokter Winarno mengingatkan, orang tua untuk memberikan makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka puasa.
Hindari memberikan makanan atau minuman manis berlebihan saat sahur dan berbuka.
Jika anak sulit masih sulit makan maka berikan susu.
“Kalau anaknya masih sulit makan, susu harus diberikan. Tapi jangan yang ada rasanya seperti stroberi atau coklat,” pesan dr Winarno.
Selain itu, saat berbuka hindari memberikan anak minuman dingin atau es. Anak sebaiknya diberikan minuman hangat terlebih dahulu.