TIMESINDONESIA, SITUBONDO – Seorang pemuda asal Desa Dawuhan, Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, berhasil menyulap halaman rumahnya menjadi lahan pertanian produktif. Pemuda bernama Purwanto, yang akrab disapa Mas Pur, menunjukkan bahwa bertani tidak selalu memerlukan lahan luas.
"Iya lihat saja mas, meski tanah hanya sejengkal, tanaman bisa tumbuh subur dan menghasilkan," ujar Mas Pur saat ditemui TIMES Indonesia, Kamis (20/3/2025).
Di lahan terbatas tersebut, ia menanam berbagai jenis sayuran seperti cabai, seledri, dan kacang panjang. Bahkan, ia membuat jembatan di atas sungai dekat rumahnya yang juga digunakan untuk menanam sayuran.
"Ya tanamannya ada macam-macam, mas. Ada cabai, seledri, kacang panjang, dan lain-lain. Jadi, kalau butuh sayur tidak perlu beli," tuturnya.
Mas Pur juga memiliki kepedulian sosial tinggi. Ia sering membagikan hasil panennya kepada warga sekitar jika sudah berlimpah.
"Istri saya sudah tidak perlu repot beli cabai, tinggal ambil sendiri di kebun. Kalau panennya lebih, saya bagikan ke tetangga supaya semua bisa merasakan," ujarnya.
Selain bertani, Mas Pur juga memanfaatkan sampah bekas seperti botol plastik sebagai media tanam. Hal itu dilakukan untuk menghemat biaya sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
"Semua media tanam ini dari sampah bekas. Selain ramah lingkungan, juga bisa mengurangi sampah yang berserakan," pungkasnya.
Upaya Mas Pur dalam memanfaatkan lahan sempit menjadi kebun produktif patut diapresiasi. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk bercocok tanam dan menghasilkan pangan sendiri. (*)