TRIBUNNEWS.COM - Beredar isu dugaan keterlibatan aparat kepolisian dalam praktik judi sabung ayam dalam tragedi penembakan oleh oknum TNI yang menewaskan tiga polisi di Lampung.
Diduga, ada setoran uang kepada oknum anggota koramil dan polsek dalam kegiatan sabung ayam tersebut.
Dugaan awal ini beredar di salah satu akun media sosial TikTok, @satr1a6_.
Akun tersebut mengklaim bahwa Polsek Negara Batin diduga meminta tambahan jatah setoran dari praktik judi itu.
Polsek Negara Batin diduga sudah diberi jatah setoran judi sabung ayam Rp 1 juta per hari.
Selain itu, ada tambahan uang bensin, uang rokok, dan lain-lain sehingga total setoran mencapai Rp 2,5 juta per hari.
Namun, mereka diduga meminta setoran ditambah menjadi Rp 20 juta per hari.
Akan tetapi, anggota TNI yang diduga mengelola lokasi judi sabung ayam tidak mampu menyanggupi permintaan tersebut.
Sehingga terjadilah penggerebekan yang menewaskan tiga anggota polisi.
Meski demikian, belum diketahui secara pasti apakah dugaan itu benar adanya atau tidak.
Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) II/Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar tak menampik adanya isu tersebut.
Meski demikian, ia tak bisa memastikan berapa besaran uang setoran itu.
Klaim Eko itu berdasarkan keterangan dua saksi yang merupakan terduga penembak 3 polisi, yakni Peltu Lubis dan Kopka Basarsyah.
Keduanya, kata Eko, mengaku ada ikatan komitmen soal setoran uang dari kegiatan judi sabung ayam tersebut.
Pengakuan tersebut muncul saat Peltu Lubis dan Kopka Basarsyah diperiksa di Detasemen Polisi Militer (Denpom) II/3 Lampung.
"Keterangan sementara dari saksi memang ada ikatan komitmen itu, setoran dari sabung ayam ini ada duit dibagi. Ada setor ada, oknumnya siapa-siapa saja kita tunggu prosesnya," kata Eko kepada awak media di Makodam II/Sriwijaya, Kamis (20/3/2025).
Kapendam enggan merinci siapa saja yang menerima uang setoran tersebut.
Namun ia menyebutkan bahwa ada keterlibatan oknum Polsek.
"Yang jelas mitranya Polsek yang lain lagi diselidiki. Koramil hubungan dengan Polsek ada uang di wilayah mereka dibagi, itu keterangan saksi ya," katanya.
Kapendam menegaskan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti nominalnya.
"Secara pasti saya belum tahu nilainya. Yang jelas keterangan saksi, ada pembagian uang," tegasnya.
Namun, ia menegaskan bahwa pengakuan ini pun akan didalami oleh tim penyidik gabungan untuk mengungkap siapa saja oknum yang terlibat dalam judi sabung ayam di Lampung.
Dari sisi lain, yakni pihak kepolisian, memilih untuk tak menanggapi terlalu awal spekulasi ini.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan dari tim kepolisian.
"Di era media sosial dan kecerdasan buatan seperti sekarang, lebih baik kita menunggu tim yang bertugas dan pasti akan ada penyelesaian," kata Listyo, Kamis (20/3/2025) dikutip dari Kompas.com.
Insiden ini diketahui berlangsung di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, Senin (17/3/2025) sekitar pukul 16.50 WIB
Ketiga anggota polisi yang gugur adalah Kapolsek Negara Batin Iptu Lusiyanto, Bripka Petrus, dan Bripda Ghalib.
Mereka mengalami luka tembak di bagian kepala yang dilakukan oleh orang tak dikenal.
Akibatnya, tiga personel tersebut mengalami luka fatal dan dinyatakan meninggal dunia.
(Milani/ Adi Suhendi) (Kompas.com/ Tri Indriwati)