Trump Bantah Kunjungan Delegasi AS ke Greenland Bentuk Provokasi
kumparanNEWS March 25, 2025 03:00 PM
Presiden AS Donald Trump membantah bahwa rencana kunjungan delegasi negaranya ke Greenland merupakan sebuah provokasi. Delegasi AS yang akan mengunjungi Greenland adalah penasihat keamanan nasional Mike Waltz dan istri Wakil Presiden JD Vance, Usha Vance.
"Ini keramahan, bukan provokasi," kata Trump kepada wartawan usai pertemuan kabinet, dikutip dari AFP, Selasa (25/3).
Trump bersikeras bahwa kunjungan delegasi atas undangan Greenland.
"Kami diundang dan mereka menyukainya, karena mereka tampaknya diabaikan. Dan saya pikir Greenland akan menjadi sesuatu yang mungkin ada di masa depan kita. Saya pikir ini penting. Penting dari sudut pandang keamanan internasional," ujarnya.
Presiden AS Donald Trump melempar pena saat rapat umum pada hari pelantikan masa jabatan Presiden kedua, di dalam Capital One, di Washington, AS, Senin (20/1/2025). Foto: Mike Segar/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump melempar pena saat rapat umum pada hari pelantikan masa jabatan Presiden kedua, di dalam Capital One, di Washington, AS, Senin (20/1/2025). Foto: Mike Segar/REUTERS
Greenland merupakan pulau yang berada dalam teritori Denmark. Sejak Trump mengumumkan ingin mengambil alih Greenland, pejabat tinggi dan masyarakat secara vokal menyatakan penolakannya.
Di Greenland sendiri memang ada gerakan independen yang ingin agar negara itu lepas dari Denmark. Namun, jajak pendapat juga menunjukkan bahwa hanya sedikit yang mendukung Greenland bergabung dengan AS.
Greenland baru saja menggelar pemilu dan dimenangkan oleh Demokrat yang berhaluan tengah-kanan. Pemimpinnya, Jens Frederik Nielsen, menyebut ambisi Trump terhadap Greenland tidak pantas.
© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.