Grid.ID - Ketupat diketahui jadi makanan khas saat lebaran.
Inilah manfaat makan ketupat saat lebaran yang punya efek bagi tubuh.
Ketupat, hidangan khas yang selalu hadir saat Lebaran, dibuat dari nasi yang dikukus dalam anyaman daun kelapa muda (janur). Makanan ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri di Indonesia.
Selain memiliki makna simbolis sebagai lambang kebersamaan dan tradisi, ketupat juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan yang sering kali tidak disadari.
Manfaat makan Ketupat saat Lebaran yang dilansir dari Gridhealth.id:
1. Sumber Energi yang Baik
Ketupat mengandung karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh. Mengonsumsi ketupat dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah dan memberikan tenaga yang tahan lama sepanjang hari.
2. Kaya Akan Serat
Proses memasak ketupat yang menggunakan pembungkus janur membuatnya lebih kaya serat dibandingkan nasi biasa. Serat sangat penting untuk melancarkan sistem pencernaan dan mencegah sembelit.
3. Rendah Lemak
Ketupat secara alami rendah lemak, menjadikannya pilihan yang lebih sehat dibandingkan dengan makanan berlemak lainnya yang biasanya tersaji saat Lebaran. Dengan mengonsumsi ketupat, kita dapat menikmati hidangan khas Lebaran tanpa khawatir akan asupan lemak berlebih.
4. Mengenyangkan dan Praktis
Ketupat merupakan makanan yang dapat memberikan rasa kenyang lebih lama. Selama Lebaran, di mana aktivitas sering kali padat dengan acara keluarga dan ibadah, ketupat bisa menjadi pilihan praktis untuk mengatasi rasa lapar tanpa perlu banyak persiapan.
5. Menjaga Keseimbangan Gizi
Dalam satu porsi ketupat, terdapat keseimbangan antara karbohidrat, serat, dan sedikit lemak, yang membantu menjaga kondisi tubuh tetap prima selama perayaan Idulfitri.
6. Mengurangi Risiko Penyakit
Memilih ketupat sebagai bagian dari menu Lebaran yang lebih sehat dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas.
7. Menjaga Warisan Budaya
Selain bermanfaat bagi kesehatan, menikmati ketupat saat Lebaran juga menjadi cara untuk melestarikan budaya. Momen makan ketupat bersama keluarga tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga memperkuat identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Dengan berbagai manfaat kesehatan yang ditawarkan, ketupat bukan hanya sekadar makanan tradisional, tetapi juga pilihan cerdas untuk menjaga keseimbangan gizi selama perayaan Idulfitri. Saat menikmati ketupat di momen Lebaran, kita tidak hanya menjalankan tradisi, tetapi juga berinvestasi dalam kesehatan jangka panjang.
Melansir dari Tribunnews.com, Ketupat adalah hidangan khas Nusantara yang berbahan dasar beras dan dimasak dengan cara direbus dalam anyaman daun kelapa muda atau janur. Secara etimologis, kata "ketupat" berasal dari istilah "kupat," yang memiliki dua makna, yaitu ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan).
Empat tindakan tersebut meliputi:
1. Luberan, yang melambangkan keberkahan yang berlimpah.
2. Leburan, bermakna melebur dosa-dosa yang telah lalu.
3. Lebaran, menandakan terbukanya pintu maaf dan ampunan.
4. Laburan, yang melambangkan penyucian diri.
Selain itu, beras yang menjadi isi ketupat melambangkan hawa nafsu manusia, sedangkan janur (daun kelapa muda) diartikan sebagai singkatan dari jatining nur, yang bermakna cahaya sejati atau hati nurani. Jika dikaitkan secara keseluruhan, ketupat memiliki makna filosofi bahwa manusia harus mampu menahan hawa nafsu dan mengikuti hati nurani dalam menjalani kehidupan.
Asal-Usul Tradisi Ketupat
Tradisi ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga dalam proses penyebaran Islam di Pulau Jawa. Sebagai salah satu Wali Songo, beliau menggabungkan nilai budaya Jawa dengan ajaran Islam untuk memudahkan penerimaan masyarakat terhadap agama Islam.
Sunan Kalijaga menjadikan ketupat sebagai simbol kebersamaan dan pengingat nilai-nilai keislaman. Pada perayaan Lebaran, masyarakat menganyam ketupat dan menyiapkannya sebagai hidangan khas. Biasanya, ketupat juga dikirimkan kepada keluarga atau kerabat yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan dan kebersamaan.
Melalui pendekatan budaya ini, Sunan Kalijaga berhasil menyebarkan ajaran Islam di Jawa secara lebih mudah dan diterima oleh masyarakat. Seiring waktu, tradisi ini semakin mengakar dan ketupat menjadi salah satu hidangan khas yang identik dengan perayaan Idulfitri di Indonesia.