Agresif Kembangkan AI, Meta Malah Ditinggal Bosnya
GH News April 02, 2025 05:05 PM

Kepala penelitian kecerdasan buatan atau AI Meta, mengumumkan akan meninggalkan perusahaan tersebut. Joelle Pineau, Vice President of AI Research, mengumumkan kepergiannya melalui LinkedIn, di mana hari terakhirnya di perusahaan media sosial tersebut adalah 30 Mei.

Kepergiannya terjadi pada saat penuh tantangan bagi Meta. CEO Mark Zuckerberg menjadikan AI prioritas utama, menginvestasikan miliaran dolar dalam upaya menjadi pemimpin pasar dan bersaing dengan AI dari OpenAI sampai Google.

Zuckerberg menguak tujuannya adalah Meta membuat asisten AI dengan lebih dari 1 miliar pengguna dan mencapai kecerdasan umum buatan, istilah untuk AI yang dapat berpikir dan mengambil tindakan yang setara manusia.

"Seiring dunia mengalami perubahan signifikan, seiring kian cepatnya perlombaan AI, dan saat Meta bersiap untuk babak selanjutnya, ini saatnya memberi ruang bagi orang lain melanjutkan pekerjaan itu," tulis Pineau yang dikutip detikINET dari CNBC.

"Saya akan mendukung Anda dari pinggir, karena Anda memiliki semua bahan yang dibutuhkan untuk membangun sistem AI terbaik dunia,dan secara bertanggung jawab menerapkannya ke dalam kehidupan miliaran orang," imbihnya.

Pineau adalah salah satu peneliti AI terkemuka di Meta dan memimpin unit penelitian AI fundamental perusahaan, atau FAIR, sejak 2023. Ia gabung dengan Meta tahun 2017 untuk memimpin lab penelitian AI Meta di Montreal.

Pineau juga profesor ilmu komputer di Universitas McGill, tempat ia menjadi salah satu direktur lab penalaran dan pembelajaran.

Beberapa proyek besar yang diawasi Pineau meliputi keluarga model AI Llama sumber terbuka milik Meta dan teknologi lain seperti perangkat lunak PyTorch untuk pengembang AI.

Pineau tidak mengungkapkan alasan dia resign dan apa pekerjaan selanjutnya. Dia menyebut akan meluangkan waktu untuk mengamati dan merenung, sebelum terjun ke petualangan baru.




© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.