WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Momen Idul Fitri 14446 Hijriah dinilai menjadi momentum perbaikan ekonomi.
"Di momen Idul Fitri 1446H, saya telah melihat adanya momen perbaikan ekonomi," kata Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian lewat keterangan, Rabu (2/4/2025).
Ia beralasan momen perbaikan ekonomi setelah Idulfitri terlihat dari ramainya tempat hiburan maupun wisata di berbagai daerah saat libur Lebaran.
“Ini terlihat dari ramainya pusat-pusat hiburan masyarakat di berbagai daerah, seperti padatnya Taman Margasatwa Ragunan, Kepulauan Seribu dan banyak tempat lainnya se-Indonesia,” ujar Fakhrul.
Kondisi semacam ini dinilai sebagai tanda-tanda yang baik untuk perekonomian Indonesia.
Meski begitu, Fakhrul mencatat perlu dicermati terjadinya trading down atau fenomena pindahnya konsumen ke barang-barang yang lebih murah, terindikasi dari penjualan produk FMCG nasional.
Adapun ke depannya masih ada tantangan global dan domestik, seperti perang dagang dan masih berlangsungnya proses realokasi APBN.
“Diharapkan tercapainya realokasi APBN dan belanja negara di kuartal kedua 2025, akan bisa menjadi sumber energi pemulihan ekonomi,” ungkap Fakhrul.
Menurut Fakhrul, belanja pemerintah adalah pendapatan bagi sektor swasta di tengah perlambatan ekonomi global.
“Apabila pemerintah bisa berbelanja lebih banyak dan efisien, ini akan bisa membantu perekonomian kita dari gempuran kondisi global, dengan mengutamakan pemulihan ekonomi domestik,” lanjutnya.
Dengan begitu, arah terkait aktivitas pemerintah selanjutnya perlu diinformasikan secara intensif pada swasta.
“Sehingga sinergi bisa terjadi lebih cepat yang berujung pada terciptanya lapangan kerja,” ucapnya.