60 Spesies Baru Ditemukan di Laut Pasifik, Ada Ikan Laut Dalam Anglerfish
kumparanSAINS April 03, 2025 09:22 AM
Para peneliti menemukan puluhan spesies baru yang belum pernah terlihat sebelumnya jauh di bawah laut Pasifik, tepatnya di lepas pantai Chili. Beberapa spesies baru tersebut meliputi gurita, ikan anglerfish, belut cusk, hingga krustasea.
Puluhan makhluk dari dunia lain yang belum pernah didokumentasikan oleh manusia ini ditemukan selama ekspedisi yang dilakukan oleh Schmidt Ocean Institute R/V Falkor pada Desember 2025.
Dengan bantuan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV), tim menjelajahi empat ngarai bawah laut yang belum dipetakan dengan hampir 20 ekosistem rembesan metana (methane seep) di Pasifik di lepas pantai Chili selatan.
Ngarai paling luas membentang sekitar 2.000 kilometer persegi, sedangkan yang terdalam berada lebih dari 3.000 meter di bawah permukaan laut. Ngarai ini berfungsi sebagai ekosistem penting, menyediakan permukaan bagi makhluk pembentuk habitat seperti spons kaca dan karang laut dalam, yang pada gilirannya menopang berbagai spesies dari bintang laut berbulu yang sangat kecil hingga gurita.
Perbesar
Nudibranch, sekelompok moluska gastropoda laut bertubuh lunak, memanjat cabang karang. Foto: ROV SuBastian/Schmidt Ocean Institute
Perbesar
Seekor anglerfish laut dalam terlihat selama penjelajahan bawah air di sistem ngarai yang terletak di lepas pantai Chili. Foto: ROV SuBastian/Schmidt Ocean Institute
Rembesan metana juga menjadi lahan subur bagi kehidupan hewan. Cairan dan gas yang kaya metana keluar dari retakan di dasar laut, menyediakan makanan bagi bakteri yang melakukan kemosintesis, memanfaatkan energi kimia dari metana alih-alih mengandalkan energi Matahari melalui fotosintesis.
Di kedalaman laut, tempat sinar Matahari tak bisa menembus kedalaman, bakteri luar biasa ini membentuk fondasi seluruh ekosistem, menopang keanekaragaman hayati yang luar biasa nan unik.
“Saya sangat terkesan dengan betapa berbedanya rembesan metana di area ini dengan yang telah kami pelajari di Amerika Utara, dan betapa bedanya lokasi yang kami kunungi dari hari ke hari,” kata Dr. Jeffrey Marlow, ahli ekologi mikroba di Boston University sekaligus kepala ekspedisi.
“Fakta bahwa kami menemukan begitu banyak rembesan di area yang relatif kecil menunjukkan bahwa rembesan tersebut tersebar luas di sepanjang pantai Chili, berfungsi sebagai pusat keanekaragaman hayati dalam skala besar.”
Para peneliti menguraikan beberapa temuan penting dari ekspedisi terbaru mereka di sepanjang pantai Chili. Pertama, mereka menemukan banyak belut laut merah disebut congrio colorado (Genypterus chilensus) yang hidup di sekitar area cacing tabung seluas 892 meter persegi di dekat rembesan metana. Spesies ini merupakan bagian utama dalam hidangan sup belut disebut Caldillo de Congrio, biasanya disajikan dalam upacara budaya Chili.
Selain itu, tim juga menemukan kumpulan cumi-cumi Humboldt yang sedang mencari makan di dekat rembesan, serta cacing polikaeta yang tampak berkilau seperti bola disko.
Yang menarik lainnya adalah ditemukannya puluhan spesies yang diyakini tim belum pernah didokumentasikan sebelumnya. Menawarkan gambaran sekilas tentang keanekaragaman hayati laut yang luas dan sebagian besar belum dipetakan.
"Ekspedisi ini merupakan peluang yang luar biasa bagi komunitas sains untuk meningkatkan pemahaman kita tentang planet ini. Setelah pengambilan sampel yang ekstensif, kami menduga tim kami telah menemukan sedikitnya 60 spesies baru bagi sains dan akan terus bekerja selama beberapa tahun ke depan untuk mengonfirmasi hal ini," jelas Dr. Patricia Esquete dari Universitas Aveiro, Portugal.