Libur Lebaran 2025, Ada Tempat Berenang Alami Seindah Ini di Bondowoso, Belum Banyak Terekspose
Januar April 03, 2025 10:30 AM

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sinca Ari Pangistu

TRIBUNMADURA.COM, BONDOWOSO - Angka kunjungan ke objek wisata Teduh Glamping, di Desa/Kecamatan Sumber Wringin, Bondowoso, alami peningkatan hingga 100 persen. Di masa libur lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah.

Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sumber Wringin, Hendri, sejak lebaran hingga hari ini saja kunjungan per hari mencapai sekitar 300 orang.

"Ini meningkat 100 persen dari hari biasa," terangnya dikonfirmasi TribunJatimTimur.com pada Rabu (2/4/2025).

Ia memperkirakan, rerata pengunjung merupakan warga yang tengah pulang dari bersilaturahmi ke rumah sanak saudara. Kemudian, pulangnya mampir ke Teduh Glamping.

"Dalam dan luar kota mbak, mungkin lagi ke rumah saudaranya terus mampir atau saudaranya yang bawa ke Teduh Glamping," ujarnya.

Menurut Hendri, para pengunjung yang datang tak hanya berswafoto di lokasi-lokasi yang instagramable dan menikmati keasrian Teduh Glamping. Namun, mayoritas ikut mandi di Sendang.

Ntah karena memang ingin menikmati kesegaran air yang bersumber langsung dari mata air. Atau pun memang mengetahui cerita masyarakat disini yang percaya bahwa yang mandi di Sendang ini akan awet muda.

"Seperti dulu pernah saya sampaikan, cerita turun temurun di lingkungan sekitar bahwa dahulu pernah, Damar Wulan mandi di sumber air tersebut," jelasnya.

Teduh Glamping menjadi salah satu objek wisata alam menyuguhkan kesejukan. Di sana terdapar fasilitas objek wisata alam yang menekankan pada konservasi alam.

Mulai dari sendangnya yang airnya bersumber langsunh dari sumber mata air. Berbagai pohon dan bambu di sekitar yang dibiarkan tumbuh subur seperti sejak awal.

Terdapat kamae-kamar mini seperti tenda yang berdiri di atas aliran sungai. Berbagai kuliner khas pedesaan disuguhkan bagi pengunjung.

Di tengah kesejukan dengan memberikan fasilitas Teduh Cafe yang menyajikan kopi Arabika dan Robusta produk petani kopi di wilayah tersebut.

Kendati peningkatan pengunjung terjadi signifikan, Pokdarwis takan akan menaikkan harga tiket masuk. Yakni Rp 5.000.

"Kalau untuk tiket masuk hanya Rp 5 ribu. Tanpa bayar parkir, dan untuk anak-anak kita gratiskan," pungkasnya.

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.