Kemlu RI Kirim Bantuan 1,2 Juta Dolar AS Buat Korban Gempa Myanmar
kumparanNEWS April 03, 2025 11:43 AM
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang melanda Myanmar pada 28 Maret 2025.
Bantuan tersebut dilepas secara resmi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dalam sebuah seremoni di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (3/4).
"Pada pagi hari ini, tadi juga sudah saya sampaikan kita akan melepaskan bantuan kemanusiaan ke Myanmar karena pada tanggal 28 Maret yang lalu Myanmar ditimpa bencana gempa bumi," ujar Sugiono dalam sambutannya.
Sugiono menyebut gempa yang mengguncang Myanmar mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan yang signifikan. Hingga saat ini, jumlah korban terus bertambah seiring dengan kondisi keamanan dan politik di Myanmar yang belum kondusif.
"Sampai hari ini karena situasi keamanan dan politik Myanmar juga yang belum kondusif. Sampai hari ini jumlah korban dan jumlah kerusakan itu masih terus berkembang berdasarkan catatan yang kami miliki. Sampai hari ini ada 2.886 korban jiwa dan 4.636 luka-luka. sementara masih ada kurang lebih 300 orang yang dinyatakan hilang," ucapnya.
Penampakan logistik bantuan kemanusiaan untuk korban gempa Myanmar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Senin (31/3/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan logistik bantuan kemanusiaan untuk korban gempa Myanmar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Senin (31/3/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Meski demikian, Sugiono menyampaikan bahwa belum ada laporan mengenai warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam bencana ini.
"Berdasarkan pemantauan dan laporan yang disampaikan oleh Duta Besar Republik Indonesia di Myanmar, sejauh ini belum ada laporan korban warga negara Indonesia. kita harap seluruh warga negara Indonesia yang ada di sana dalam kondisi yang baik," lanjutnya.
Setelah kejadian pada 28 Maret, pemerintah Indonesia segera berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) serta mengadakan berbagai rapat darurat untuk mengatur pengiriman bantuan.
"Kemudian setelah tanggal 28 kemarin kami berkoordinasi dengan Menko PMK untuk menyiapkan bantuan kemanusiaan kepada Myanmar. Disaat yang bersamaan juga ada rapat darurat, rapat-rapat antara seluruh kementerian luar negeri untuk mengkoordinasikan langkah-langkah pemberian bantuan kemanusiaan ke Myanmar," ujarnya.
Tim tanggap darurat dari Indonesia sudah lebih dulu dikirim ke Myanmar pada 31 Maret, terdiri dari unsur BNPB dan INASAR.
"Dan sejak tanggal 31 Maret sebenarnya kita sudah mengirimkan tim advance dan tim pendahulu yang terdiri dari unsur-unsur BNPB dan INASAR ke Myanmar untuk melakukan langkah-langkah yang sifatnya tanggap darurat. Dan pada pagi hari ini kita mengirimkan bantuan resmi dari Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan arahan dan perintah dari Bapak Presiden Prabowo. Jumlah bantuan yang kita sampaikan kurang lebih ada 120 ton barang yang nilainya mencapai kurang lebih, 124 ton barang nilainya 1,2 juta USD," jelas Sugiono.
Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan pemaparan saat Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, (10/1/2025). Foto: Muhammad Ramdan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan pemaparan saat Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, (10/1/2025). Foto: Muhammad Ramdan/ANTARA FOTO
Bantuan yang dikirimkan berupa barang-barang yang paling dibutuhkan oleh para korban, sesuai hasil koordinasi dengan ASEAN.
"Kemudian berdasarkan hasil rapat dari kementerian luar negeri ASEAN juga, bahwa saat ini yang sangat dibutuhkan adalah shelter dan alat-alat serta obat-obatan, alat-alat kesehatan dan obat-obatan. Oleh karena itu kita juga mengirimkan sebagian besar dari bantuan tersebut dari apa yang mereka butuhkan," tandas dia.
© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.