SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Tujuh orang mengalami luka akibat ledakan petasan dari bubuk mesiu di Kabupaten Tulungagung.
Padahal Polres Tulungagung sangat gencar melakukan penindakan peredaran bahan bubuk petasan ini.
Pun tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka, terdiri dari empat anak-anak dan tiga orang dewasa.
Dari mereka, polisi menyita 10, 5 Kg bubuk peledak untuk petasan ini.
4 Korban di Bendiljatikulon
Sebelumnya, pada Minggu (30/3/2025) sekitar pukul 21.30 WIB, empat orang mengalami luka bakar di Dusun Sadar, Desa Bendiljatikulon, Kecamatan Sumbergempol.
Empat korban semuanya masih di bawah umur, yaitu DAP (15), MRAS (15), BSL (14) dan BMA (15).
Mereka terkena kobaran api dari bubuk mesiu yang tersulut saat mereka membuat petasan.
"Saat itu kami mendapat laporan dari petugas medis, ada empat korban luka bakar karena petasan," jelas Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdianto mewakili Kapolres, AKBP Taat Resdi, kepada SURYAMALANG.COM.
Petugas dari Polsek Sumbergempol sempat mendatangi para korban di IGD RSUD dr Iskak Tulungagung.
DAP mengalami luka paling parah sehingga dirawat di red zone atau zona kritis.
Sementara tiga lainnya mengalami luka sedang dan dirawat di yellow zone.
"Rata-rata mereka mengalami luka bakar di bagian wajah, tangan, kaki dan badan," tambah Ipda Nanang.
Polisi melakukan olah TKP di lokasi kejadian dan menemukan sisa bubuk mesiu yang belum sempat tersulut api.
Polisi juga masih melakukan penyelidikan perkara ini.
2 Korban di Kutoanyar
Dua anak di bawah umur juga mengalami luka kabar karena bubuk petasan yang tersulut di Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung, Kamis (27/3/2025).
Salah satu korban, RNP (15) mengalami luka bakar serius di bagian muka dan lengan.
Sementara rekannya, RSD (15) mengalami luka bakar ringan di pipi kanan dan kaki kanan.
Kejadian ini bermula saat teman korban, APP (15), meracik bubuk petasan.
Mereka baru membeli bahan pembuat petasan secara daring (online) dan akan meramunya bersama.
Setelah sejumlah bahan tercampur dan siap diisikan ke selongsong petasan, ternyata bubuk petasan ini tersulut.
Sempat terdengar suara dentuman saat bubuk mesiu ini terbakar dan membuat warga sekitar keluar rumah.
"Perkaranya sekarang di tangani Unit PPA Satreskrim Polres Tulungagung," ucap Ipda Nanang.
1 Korban di Gandong
Yang terbaru adalah ledakan petasan di Dusun Bacang, Desa Gandong, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Rabu (2/4/2025).
Ledakan ini berasal dari sejumlah petasan ukuran besar yang jatuh dari balon udara yang melintas.
Kuatnya ledakan merusak rumah warga bernama Turmudi, dan merusak mobil Daihatsu Xenia DK 1643 AB milik Jumadi, seorang pemudik asal Denpasar Bali.
Ledakan membuat kaca-kaca di rumah Turmudi pecah berantakan dan beterbangan.
Pecahan kaca ini melukai Jumadi di bagian tangan, kaki dan wajah.
Saat kejadian Jumadi dan keluarganya tengah menyiapkan barang untuk balik ke Bali.
Polisi menemukan lokasi penerbangan balon udara di Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek.
Tujuh anak-anak terduga penerbang balon udara itu telah dimintai keterangan.
Perkara ini ditarik ke Polres Tulungagung, karena menyangkut anak-anak.
Selain itu polisi fokus pada peredaran bubuk petasan yang dipakai anak-anak ini.