Geger Aliran Sesat di Maros, Ubah Rukun Islam Jadi 11, Berhaji Cukup di Gunung Bawakaraeng
Rahmadhani April 03, 2025 03:31 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebuah aliran sesat tarekat Pangisenganna Tarekat Anak Loloa sempat menyebar dan membuat heboh warga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Seseorang bernama Petta Bau, yang jadi pimpinan aliran sesat tarekat Pangisenganna Tarekat Anak Loloa, kini ditangkap polisi.

Ia ditangkap paksa bersama empat pengikutnya, pada Rabu (2/4/2025) malam.

Aliran sesat tarekat Pangisenganna Tarekat Anak Loloa membelokkan ajaran Islam, dimana rukun Islam yang jumlahnya lima diubah jadi 11.

Diketahui, aliran tersebut sudah disebarkan sejak 2024 lalu. Sudah pernah dibubarkan, rupanya Petta Bau tak jera dan terus berusaha menghidupkan aliran sesat tarekat Pangisenganna Tarekat Anak Loloa

Sementara itu Petta Bau dijemput polisi saat berada di pondoknya di Dusun Bonto-bonto, Desa Bontosomba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Perempuan berumur 59 tahun itu lalu digelandang ke Mapolres Maros untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Ia berjalan memasuki kantor polisi menggunakan bantuan tongkat.

Selain Petta Bau dan empat orang yang diamankan, sejumlah barang bukti juga dibawa aparat.

Barang bukti itu antara lain berupa benda pusaka berjenis keris hingga badik.

Selain itu, ada juga dokumen berupa silsilah pengikut Pangisenganna Tarekat Anak Loloa.

Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Aditya Pandu DS, membenarkan telah menangkap Petta Bau.

Ia mengatakan, langkah yang pihaknya ambil bermula dari laporan warga sekitar.

"Ada keresahan warga sekitar atas aktivitas dan penyebaran aliran tarekat Anak Loloa," katanya, dikutip dari kanal YouTube Lintas iNews MNCTV, Kamis (3/4/2025).

Sudah ada putusan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Maros yang menyatakan ajaran Petta Bau adalah sesat.

Aditya melanjutkan, polisi masih mendalami kasus dengan memintai keterangan yang bersangkutan.

ALIRAN SESAT - Tangkap layar foto Petta Bau yang diunduh dari akun Instagram maros__iinfo pada Jumat (7/3/2025).
ALIRAN SESAT - Tangkap layar foto Petta Bau yang diunduh dari akun Instagram maros__iinfo pada Jumat (7/3/2025). (Kolase: Instagram maros__iinfo)

Ubah Rukun Islam jadi 11

Dirangkum dari TribunMaros.com, aliran tersebut sudah disebarkan sejak 2024 lalu.

Kini, Petta Bau telah memiliki 27 pengikut.

Pada dasarnya, ajaran Pangisenganna Tarekat Anak Loloa mirip dengan agama Islam.

Namun, beberapa hal diubah.

Antara lain, Petta Bau merubah rukun Islam yang 5 menjadi 11.

Salah satu ajarannya yang kemudian sangat  kontroversial adalah  ibadah haji tidak perlu dilakukan di Tanah Suci, Mekkah. Petta Bau mengajak para pengikut untuk menunaikan ibadah haji di Gunung Bawakaraeng, yang dianggap dapat menggantikan ibadah haji yang seharusnya dilakukan di Mekkah.

Petta Bau juga menjual barang pusaka yang bisa digunakan para pengikutnya untuk masuk ke dalam surga.

Awal terbongkar

Aliran sesat ini mulai terbongkar saat ada transaksi mencurigakan soal benda pusaka.

Pihak Kantor Urusan Agama (KUA) Tompobulu kemudian melakukan penelusuran hingga mendapati ajaran yang disebarkan Petta Bau.

Kepala KUA Tompobulu, Danial, kepada TribunMaros.com, mengaku sudah turun tangan memberikan pencerahan kepada Petta Bau dan para pengikutnya.

Bahkan, tim rela menginap di rumah-rumah warga guna mencegah penyebaran Pangisenganna Tarekat Anak Loloa semakin luas.

"Kami bahkan sudah beberapa kali menginap di rumah warga di daerah Bontosomba untuk memberikan penjelasan tentang kesalahan ajaran yang disebarkan oleh Petta Bau," urainya.

Sudah ditertibkan sebelumnya

Kapolsek Tompobulu, AKP Makmur, heran dengan hebohnya aliran sesat yang sedang menjadi bahan perbincangan warga Maros.

Setahun yang lalu, polisi dan TNI sudah mendatangi Petta Bau.

"Sudah saya datangi lagi itu aliran di pegunungan bersama Danramil."

"Kenapa bisa lagi heboh itu? Padahal tahun lalu sudah ada," kata Makmur.

Sebelum ditangkap, Makmur sudah memanggil Petta Bau dan pengikutnya untuk diberi arahan.

Turut hadir juga pihak MUI dan pemerintah daerah.

Namun pada akhirnya, Petta Bau ditangkap polisi karena tetap menyebarkan ajaran sesatnya.

Banjarmasinpost.co.id/Tribun Maros

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.