Inilah Hayao Miyazaki, Sosok di Balik Studio Ghibli yang Keras terhadap Animasi Buatan AI
Moh. Habib Asyhad April 03, 2025 05:34 PM

Siapa sosok di balik Studi Ghibli? Dialah Hayao Miyazaki, anime master asal Jepang yang begitu keras terhadap animasi yang dibuat dengan AI.

---

Intisari hadir di WhatsApp Channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini

---

Intisari-Online.com -Muncul tren unik di media sosial baru-baru ini: foto-foto disulap menjadi animasi gaya Studio Ghibli.

Sayangnya, yang menyulap foto-foto itu menjadi animasi gaya Ghibli bukanlah manusia atau seniman, melainkan mesin, sebuah artificial intelligence alias AI bernamaChatGPT buatan OpenAI.

Untuk melakukannya, kita cukupmemasukkan perintah tertentu dan ChatGPT akan mewujudkan keinginan kita mendapatkan animasi dengan nuansa khas Ghibli.

Walau menarik, tren ini justru memicu perdebatan panas. Pasalnya, gaya visual Studio Ghibli dinilai sangat unik dan lekat dengan sang pendiri, Hayao Miyazaki, yang masih aktif berkarya di industri animasi.

Banyak yang menilai, meniru gaya ini—bahkan oleh AI sekalipun—merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak cipta. Miyazaki sendiri sudah pernah menyuarakan pendapat kerasnya mengenai animasi yang dibuat dengan AI.

Dalam sebuah wawancara dengan NHK pada 2016, ia menyebut bahwa animasi berbasis AI adalah “penghinaan terhadap kehidupan itu sendiri”.

Reaksi publik pun terbelah. Beberapa menyuarakan kekhawatiran bahwa penggunaan AI untuk meniru gaya Ghibli adalah pelanggaran serius terhadap hak kekayaan intelektual.

Seorang pengguna X bernama John Koch, misalnya, menegaskan bahwa gaya visual Studio Ghibli dibangun dari proses kreatif bertahun-tahun, dan penggunaannya oleh AI sangat tidak dapat diterima.

Nada serupa disuarakan oleh pengguna X lainnya, Farizkey. Dia bilang, dirinya resah melihat betapa mudahnya AI menghasilkan gambar ala Ghibli, yang menurut dia membuat karya seni yang penuh cinta itu menjadi terkesan “murah.”

Namun, tak sedikit pula yang bersikap lebih longgar. Pengguna X bernama Prandium, misalnya, berpendapat bahwa selama gambar-gambar tersebut tidak dimonetisasi, maka sah-sah saja dibuat dan dibagikan.

Lalu, bagaimana sebenarnya regulasi yang berlaku? Jika menilik hukum di negara asal Studio Ghibli, Jepang, Undang-Undang Hak Cipta yang direvisi pada 2018 memberikan kelonggaran. Pasal 30-4 menyatakan bahwa konten berhak cipta dapat digunakan untuk analisis, penelitian, pelatihan, dan pengembangan AI, selama tujuannya adalah mendukung inovasi teknologi.

Bahkan, regulasi ini tak mengharuskan adanya izin dari pemegang hak cipta untuk penggunaan tersebut, selama masih dalam koridor pelatihan AI. Tapitidak dijelaskan apakah hasil dari pelatihan tersebut boleh digunakan untuk kepentingan pribadi maupun komersial.

Artinya, secara legal, banyak perusahaan dapat menggunakan konten berhak cipta dari Jepang untuk melatih AI mereka dan bahkan mendapatkan keuntungan dari hasilnya.

Meski demikian, para ahli hukum memperingatkan bahwa hasil akhir dari pelatihan AI bisa menimbulkan masalah hukum. Jika gambar yang dihasilkan sangat menyerupai karya yang sudah ada, maka potensi pelanggaran hak cipta tetap terbuka.

Menanggapi kontroversi ini, perwakilan OpenAI menyatakan bahwa ChatGPT tidak akan meniru gaya dari seniman individu yang masih hidup. Namun, AI tetap mengizinkan pembuatan karya dalam gaya umum yang lebih luas, seperti “Ghibli-style.”

Sikap Hayao Miyazaki terhadap AI pun tetap keras. Dalam sebuah demonstrasi teknologi AI pada 2016, ia menyaksikan animasi makhluk tanpa kepala yang dibuat oleh algoritma. Ia menyebut animasi tersebut “menyedihkan” dan mencerminkan kurangnya pemahaman terhadap nilai kehidupan dan seni.

Mengenal sosok Hayao Miyazaki, the anime master pendiri Studio Ghibli

Seperti sosok Hayao Miyazaki, Majalah Kawanku edisi April 2014 pernah menulis dengan menarik tentang sepak terjang sang anime master ini, yang karya-karyanya pernah diganjar dengan beberapa nominasi Oscar dan membuat dunia jatuh cinta.

Hayao Miyazaki adalah animator Jepang kelahiran 1941 dan sudah berkarya sejak tahun 1963. Bersama temannya, Isao Takahata dan Toshio Suzuki, dia mendirikan Studio Ghibli yang sekarang merupakan salah satu studio anime terbesar di Jepang.

Hayao adalah salah satu animator legendaris. Begitu banyak film karyanya yang tidak hanya sukses di Jepang tapi juga secara internasional. Salah satu karya terbesarnya, Spirited Away (2002), pun pernah meraih penghargaan Oscar sebagai Best Animated Feature.

Namanya makin mendunia setelah film Princess Mononoke dirilis secara internasional tahun 2001 lewat distributor Amrik, Miramax Films dan The Walt Disney Company.

Ada cerita lucu, nih, seputar rilis film ini. Harvey Weinsten (bos Miramax) pernah dikirimi katana (pedang Jepang) dengan tulisan singkat No Cuts, gara-gara ingin mengedit cerita agar sesuai dengan selera pasar internasional.

Secara gambar, karya Miyazaki enggak secanggih produk animasi modern karena dia berusaha menggunakan sesedikit mungkin teknik CGI. Dia masih menggambar dengan tangan (bukan komputer) film-film produksinya dengan penuh ketekunan dan cinta.

Satu per satu frame animasi dia gambar sedetail mungkin. Ini juga yang membuat karyanya enggak bosan ditonton sampai berkali-kali. Cerita dan karakter yang ditampilkan juga begitu unik. Miyazaki sering menggunakan setting negeri antah berantah dan futuristik dengan makhluk-makhluk aneh sekaligus lucu.

Dia banyak mengambil inspirasi dari tokoh-tokoh cerita rakyat Jepang seperti arwah kodama (dalam Princess Mononoke) atau topeng No Face (Spirited Away) yang dulu sering digunakan rakyat jepang untuk mengelabui roh jahat.

Dari segi ide cerita juga, Miyazaki sangat imajinatif. Enggak pernah kebayang, kan, ada kastil terbang (Howl’s Moving Castle) atau bus kucing (My Neighbor Totoro)? Ini yang membuat karyanya dicintai banyak orang.

Begitu besar pengaruh Miyazaki, sampai-sampai di Toy Story 3saja muncul boneka Totoro. The Simpons pun pernah membuat episode khusus sebagai penghargaan pada karya Miyazaki.

Di akhir tahun 2013 saat merilis karya terbarunya, The Wind Rises, Miyazaki menyatakan akan pensiun karena tugas menggambar sangat melelahkan tapi dia juga bilang dia sesekali akan bertandang ke Studio Ghibli.

Top 5 Miyazaki works

Sebenarnya semua karya Hayao menarik dan bikin kita jatuh cinta. Tapi ada lima karya yang bisa dibilang karya terbaiknya. Nah, buat yang belum pernah menonton, silahkan nonton lima anime ini sebelum jatuh cinta dengan karyanya yang lain.

1. MY NEIGHBOR TOTORO (1988)

Berkisah tentang dua kakak adik yang baru pindah ke desa yang indah. Di sana mereka sering bermain ke hutan dan berkenalan dengan makhluk besar mirip kelinci bernama Totoro.

2. SPIRITED AWAY (2001)

Ini film penuh fantasi sekaligus bisa bikin nangis. Berkisah tentang seorang cewek yang terperangkap di dunia para arwah gara-gara orangtuanya memakan makanan yang harusnya dipersembahkan buat para arwah. Film ini meraih Oscar sebagai Best Animated Feature.

3. PRINCESS MONONOKE (1997)

Kalau mau lihat gimana pengaruh cerita rakyat dan mitologi Jepang pada karya Miyazaki, tonton film ini. Berkisah tentang seorang prajurit muda yang berjuang dengan kekuatan supernatural untuk menjaga hutan.

4. HOWL’S MOVING CASTLE (2004)

Terinspirasi dari novel karya Diana Wynne Jones, ini cerita tentang seorang cewek yang dikutuk jadi nenek tua. Ketika berusaha mencari cara keluar dari kutukan, dia malah masuk ke kastil yang bisa berpindah-pindah.

5. THE WIND RISES (2013)

Ini karya terakhir Hayao Miyazaki yang juga diputar di bioskop Indonesia. Berkisah tentang seorang cowok yang berniat membuat pesawat terbang, film ini masuk nominasi Oscar untuk Best Animated Feature (2013) dan Golden Globe Award untuk Best Foreign Language Film (2013).

Itulah sekilas tentang sosok Hayao Miyazaki, sosok di balik Studio Ghibli yang belakangan jadi perbincangan karena ulah AI.

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.