Mudik Lebaran selalu identik dengan berangkat sebelum Idul Fitri. Namun, ternyata tidak sedikit juga yang baru mudik setelah Idul Fitri.
Di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, terlihat masih banyak warga yang baru akan berangkat ke kampung halamannya pada H+3 Lebaran ini atau Kamis (3/4).
Meski suasana hari raya sudah lewat, mereka tetap antusias untuk mudik. Sebab di kampung halaman mereka akan bertemu keluarga yang sudah lama tidak berjumpa.
Seperti Hardi (42 tahun) yang mudik ke rumah orang tua istrinya di Ngawi pada H+3 Lebaran. Momen mudik kali ini baginya spesial karena hampir 4 tahun keluarganya tidak pulang ke Ngawi.
“Enggak enak juga sama mertua, lama enggak pulang,” ucap Hardi.
Perbesar
Sejumlah pemudik berada di dalam kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (4/3/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Hardi orang asli Jakarta, sementara istrinya berasal dari Ngawi. Ia baru bisa pulang hari ini karena pekerjaannya sebagai satpam sehingga harus bergantian libur dengan rekan kerjanya yang lain.
"Iya masih ada kerjaan, ini baru bisa cuti saya cuti 7 hari," ujarnya.
Meski begitu ia tetap senang untuk menjalani mudik kali ini. Sebab bisa lebih lama berada di kampung halaman sang istri.
“Iya ambil cuti 7 hari jadi di sana agak lama,” katanya.
Kerja Dulu Baru Mudik
Perbesar
Pemudik, Saryono menjawab pertanyaan wartawan saat H+3 Lebaran di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (3/4/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Harus menyelesaikan pekerjaan sebelum mudik juga dialami Saryono (52 tahun). Pekerjaannya di pabrik membuat dia baru bisa mudik ke Solo usai pekerjaannya selesai.
“Jadi saya ambil yang di belakang, karena dapet tiketnya sekarang,” ujarnya.
Kondisi ini membuatnya harus berpisah beberapa hari dengan istri dan anaknya. Sebab mereka mudik lebih dulu.
"Rasanya ya sepi bukan di kampung halaman,” katanya.
Saryono bilang tahun ini ia tidak bisa berlama-lama di kampung halaman karena hanya cuti sebentar. Ia juga sudah membeli tiket untuk kembali ke Jakarta.
Mudik yang singkat dan baru berangkat saat Lebaran tidak jadi masalah bagi Saryono. Ia ikhlas menjalaninya.
"Ya udah biasa. Tahun ini saya dapat giliran di belakang, tahun depan bisa di hari H,” kata dia.
Kehabisan Tiket
Perbesar
Pemudik, Heru menjawab pertanyaan wartawan saat H+3 Lebaran di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (3/4/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Mudik setelah Lebaran juga dilakukan oleh Heru (54 tahun). Ia terpaksa baru bisa mudik hari ini karena kehabisan tiket untuk perjalanan sebelum Lebaran.
“Sebetulnya penginnya sebelum Lebaran, tapi karena beli tiketnya mendadak, ya dapatnya setelah Lebaran,” kata Heru.
Meski begitu, baginya tidak masalah karena keluarganya di kampung sudah paham. Tiap tahun Heru dan keluarga memang selalu ber-Lebaran di Jakarta lebih dulu.
“Ya sudah biasa. Karena setiap tahun Lebaran di Jakarta, nanti baru pulang setelahnya,” ucap Heru.
Di kampung halaman Heru tidak hanya bertemu sanak saudara, tapi juga salah satu anaknya. Maka itu ia menanti kepulangan ini.
"Makanya kita pulang karena anak yang di kampung," ujarnya.
Mudik setelah Lebaran memang bukan pilihan utama bagi kebanyakan orang. Tapi bagi Hardi, Saryono, dan Heru, waktu kepulangan bukanlah yang terpenting. Yang utama adalah bisa berkumpul kembali dengan keluarga.