4 Cara Hangatkan Ketupat Sisa Lebaran, Dijamin Kembali Legit dan Nikmat
Devi Agustiana April 04, 2025 08:34 AM

Laporan wartawan Grid.ID, Devi Agustiana

Grid.ID – Ketupat sudah menjadi salah satu hidangan khas Lebaran di Indonesia. Banyak Masyarakat Tanah Air yang menyajikan nasi yang dibalut daun kelapa ini dengan opor ayam atau rendang daging. Oleh karenanya, tak jarang ketupat dibuat dalam porsi yang cukup banyak.

Dibuat dalam porsi besar, biasanya ketupat juga tidak langsung habis dalam sehari santap. Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui beberapa tips menyimpan dan menghangatkan ketupat. Dilansir Grid.ID dari TribunJakarta.com, berikut tips menyimpan dan menghangatkan ketupat yang benar:

  1. Simpan di kulkas

Menurut Corporate Chef Parador Hotels & Resorts (2020), Gatot Susanto, ketupat bisa bertahan dua sampai tiga hari pada suhu ruang. Sementara ketupat yang disimpan di dalam kulkas bisa bertahan hingga tujuh hari. Sebelum disimpan dalam lemari pendingin, ketupat harus dimasukkan ke dalam plastik kedap udara.

  1. Kondisi suhu ruang

Mengutip buku “Hidangan Ketupat Nusantara yang Paling Laku Dijual” (2013) oleh dapur Aliza terbitan PT Gramedia Pustaka Utama via Kompas.com, dijelaskan sebelumnya bahwa ketupat harus disimpan di dalam kulkas agar bisa bertahan lebih lama. Namun, ketika akan menghangatkannya kembali, ketupat harus sudah dalam keadaan suhu ruang.

  1. Kukus ketupat

Setelah ketupat bersuhu ruang, kukus sekitar 30 menit. Jangan lupa untuk pastikan plastik kukusan sudah dipenui dengan uap panas sebelum memasukkan ketupat.

  1. Angkat dan tiriskan ketupat

Setelah 30 menit dikukus, langsung angkat dan tiriskan ketupat. Diamkan beberapa saat agar air keluar dari dalam ketupat. Hal tersebut dilakukan agar ketupat tidak mudah basi karena kandungan air di dalamnya.

Kamu juga peru mengetahui bahwa ketupat lebaran yang sudah dipanaskan atau dihangatkan kembali teksturnya tidak sekenyal ketupat yang baru matang, ya.

Berbicara mengenai ketupat, ternyata makanan ini juga memiliki sejarah yang luar biasa. Sejarah ketupar berkaitan dengan penyebaran agama Islam di Tanah Air oleh Sunan Kalijaga, salah satu Wali Songo.

Sunan Kalijaga menggunakan ketupat sebagai media penyebaran Islam pada abad ke-15 dan 16 di kalangan Masyarakat pesisir utara Jawa. Makanan ini merupakan bentuk perpaduan budaya Jawa dan Hindu dengan nilai keislaman.

Adapun masyarakat Jawa dan Sunda menyebut ketupat sebagai kupat, yang berarti ngaku lepat atau mengakui kesalahan. Ketupat juga memiliki empat sisi yang mengandung makna berbeda:

Lebaran: sisi pertama ketupat bermakna Lebaran, asal lebar yang berarti pintu ampun terbuka lebar untuk orang lain.

Luberan: sisi kedua bermakna luberan, asal kata luber yang artinya melimpah. Tak jarang Masyarakat saling berbagai selala bulan Ramadan dan saat momen lebaran kepada orang yang membutuhkan.

Leburan: sisi ketiga ketupat berasal dari kata lebur berarti melebur dosa. Artinya, gugur dosa yang sudah dilalui selama satu tahun.

Laburan: sisi keempat ketupat adalah laburan, makna lain dari kapur. Artinya menyucikan diri atau kembali seperti bayi.

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.