Macron Desak Perusahaan Eropa Tangguhkan Investasi di AS Buntut Tarif Dagang Trump
Wahyu Gilang Putranto April 04, 2025 10:34 AM

TRIBUNNEWS.COM -  Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta perusahaan-perusahaan Eropa untuk menangguhkan rencana investasi mereka di Amerika Serikat pada hari Kamis (3/4/2025).

Permintaan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif global yang luas terhadap impor dari berbagai negara. 

Macron menyarankan agar investasi yang direncanakan atau yang baru saja diumumkan dalam beberapa minggu terakhir untuk ditunda hingga ada klarifikasi lebih lanjut mengenai kebijakan tarif yang diumumkan oleh pemerintah AS.

“Investasi yang akan datang atau investasi yang diumumkan dalam beberapa minggu terakhir harus ditangguhkan sampai ada klarifikasi dari Amerika Serikat,” ujar Macron dalam pertemuannya dengan perwakilan industri Prancis, dikutip dari Al-Arabiya.

Komentar ini menandai langkah strategis dalam menghadapi kebijakan perdagangan yang semakin tidak menentu di tingkat global.

Keputusan ini datang beberapa minggu setelah perusahaan pelayaran Prancis, CMA CGM, mengumumkan rencananya untuk berinvestasi 20 miliar USD di AS, yang bertujuan untuk membangun infrastruktur logistik dan terminal pengiriman.

Rencana ini sebelumnya mendapat pujian dari Trump dan bahkan disebutkan dalam pidatonya baru-baru ini ketika tarif tersebut diumumkan.

Selain itu, perusahaan Schneider Electric, pemasok peralatan listrik asal Prancis, juga mengumumkan investasi senilai 700 juta USD di AS untuk mendukung infrastruktur energi, khususnya dalam mendorong pertumbuhan kecerdasan buatan (AI).

Namun hingga saat ini, belum ada  tanggapan langsung dari perusahaan-perusahaan terkait permintaan Macron untuk menangguhkan investasi tersebut. 

Pemerintah Prancis sendiri mengungkapkan bahwa belum ada respons jelas terhadap tarif yang dikenakan oleh Trump, yang dianggap dapat memengaruhi perdagangan internasional secara signifikan.

Macron juga menyarankan bahwa Uni Eropa dapat menggunakan mekanisme anti-paksaan untuk melindungi perdagangan blok tersebut, dengan tanggapan yang menargetkan layanan digital dan mekanisme pembiayaan ekonomi AS.

Ia juga berjanji akan memberikan respons yang lebih besar kepada Trump atas penerapan tarif tersebut.

"Respons kami akan lebih kuat daripada pembalasan sebelumnya terhadap tarif baja dan aluminium AS," tambah Macron.

Ia menilai tarif yang dikenakan Trump sebagai "brutal dan tidak berdasar," yang menciptakan ketidakpastian besar di pasar perdagangan internasional.

Dampak Tarif Trump terhadap Perdagangan Eropa dan Dunia

Pernyataan Macron ini tidak terlepas dari pengumuman Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu, yang menyatakan serangkaian tarif timbal balik terhadap hampir semua negara mitra dagang Amerika Serikat.

Trump mengumumkan tarif 20 persen atas ekspor UE ke AS.

Langkah ini dipandang sebagai pukulan berat terhadap prinsip perdagangan bebas yang selama ini diperjuangkan oleh AS, dan menciptakan ketegangan baru dalam hubungan perdagangan global.

Dalam pidatonya di Rose Garden Gedung Putih, Trump menjelaskan bahwa tarif tersebut akan mengenakan biaya terhadap negara-negara yang memiliki defisit perdagangan besar dengan AS atau yang mengenakan tarif tinggi terhadap produk-produk AS. 

Tarif tersebut akan mulai berlaku pada 9 April dan diperkirakan akan memengaruhi sekitar 70 persen dari seluruh ekspor Uni Eropa ke Amerika Serikat, yang dapat menghasilkan pendapatan sebesar 80 miliar Euro bagi kas AS, jika perdagangan tetap tidak berubah, dikutip dari The Guardian.

Trump menggambarkan kebijakan perdagangan AS yang baru sebagai respons terhadap perlakuan tidak adil yang diterima oleh AS selama bertahun-tahun.

Ia menambahkan bahwa negara-negara mitra AS telah "merugikan" Amerika dengan tarif yang lebih tinggi dan hambatan non-tarif terhadap barang-barang AS.

Namun, kebijakan tarif Trump juga memicu reaksi dari Uni Eropa, yang berencana untuk mengambil tindakan balasan lebih lanjut.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan bahwa Uni Eropa bersiap untuk melindungi kepentingan dan bisnis Eropa jika negosiasi gagal. 

Pejabat Uni Eropa juga memperingatkan bahwa tindakan lebih lanjut, termasuk tarif sektoral yang dapat memengaruhi industri farmasi, semikonduktor, dan kayu, mungkin akan diterapkan sebagai respons terhadap kebijakan Trump.

Berbagai pihak di Uni Eropa, termasuk anggota parlemen dan pejabat perdagangan senior, mulai mendiskusikan langkah-langkah yang bisa diambil untuk merespons kebijakan tarif AS.

Kepala komite perdagangan internasional Parlemen Eropa, Bernd Lange menyarankan bahwa Uni Eropa mungkin perlu mempertimbangkan untuk menargetkan raksasa teknologi AS jika eskalasi tarif berlanjut. 

Namun, ia juga menegaskan bahwa negosiasi harus tetap menjadi prioritas utama.

Pejabat perdagangan senior Uni Eropa, Maroš Šefčovič, menambahkan bahwa pihaknya akan bertindak secara bertahap dan terkoordinasi, namun tidak akan tinggal diam jika negosiasi tidak membuahkan hasil yang adil.

Ia juga menegaskan bahwa EU akan siap memberikan waktu yang cukup untuk proses perundingan sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

Tindakan tarif yang diumumkan oleh Trump memicu ketegangan baru dalam hubungan perdagangan internasional, terutama antara AS dan Eropa. 

Permintaan Presiden Macron untuk menangguhkan investasi Eropa di AS adalah salah satu dari banyak respons terhadap kebijakan tarif yang dianggap merugikan ekonomi global.

(Farrah)

 

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.