TIMESINDONESIA, MALANG – Lebaran tidak hanya tentang mudik dan ketupat. Ada banyak tradisi lebaran turun-temurun yang dulu menjadi bagian tak terpisahkan dari suasana Idulfitri.
Namun, seiring perkembangan zaman, beberapa di antaranya mulai memudar atau bahkan terlupakan, terutama oleh Generasi Z yang tumbuh di era digital.
Apa saja tradisi Lebaran yang kini jarang ditemui? Apakah generasi muda masih mengenalnya? Apa saja warisan budaya tradisi lebaran yang mulai punah dilibas zaman?
Dulu, warga beramai-ramai berkeliling kampung untuk bersilaturahmi dari rumah ke rumah. Kini, kebiasaan ini tergantikan oleh kunjungan seadanya atau sekadar chat ucapan di media sosial.
"Dulu, kami bisa menghabiskan seharian jalan kaki sambil bawa kue Lebaran untuk dibagikan ke tetangga. Sekarang, anak-anak lebih memilih Zoom atau kirim pesan broadcast," kenang Mbah Siti (72), warga Kabupaten Malang.
Sebelum munculnya toko kue modern, keluarga biasa membuat kastengel, nastar, atau putri salju secara manual.
Aktivitas memasak bersama ini menjadi momen bonding yang khas. Generasi Z kini lebih memilih beli jadi karena alasan kepraktisan.
Di era 90-an hingga awal 2000-an, petasan dan mercon adalah "hiburan wajib" anak-anak saat Lebaran. Namun, tradisi ini nyaris hilang akibat larangan pemerintah dan kesadaran akan bahayanya.
Sebelum ada WhatsApp atau Instagram, orang mengirim kartu Lebaran bergambar ketupat via pos. "Dulu, koleksi kartu Lebaran dari saudara jauh itu seperti harta karun," kata Andi (45), seorang kolektor, tinggal di Surabaya.
Di Jakarta dan beberapa daerah, takbiran kerap diramaikan oleh pawai atau drumband. Kini, tradisi ini semakin sulit ditemui, tergantikan oleh konten TikTok atau livestreaming.
Mempererat Hubungan Sosial: Interaksi langsung menciptakan ikatan lebih dalam daripada sekadar like di medsos.
Warisan Budaya: Tradisi adalah identitas yang membedakan Lebaran Indonesia dengan negara lain.
Edukasi untuk Generasi Muda: Mengajarkan sejarah dan makna di balik setiap ritual.
-------------------------
Tradisi Lebaran mungkin berubah dan hilang seiring dengan perubahan zaman. Tetapi esensi Lebaran—berbagi kebahagiaan dan memupuk silaturahmi—tidak boleh dan jangan pernah pudar. Esensi ini yang tetap menjadikan kita sebagai manusia.
Selamat lebaran bersama keluarga...