Pasien Ini Meninggal Akibat Rabies, Tertular usai Terima Donor Ginjal
kumparanSAINS April 05, 2025 11:20 AM
Seorang pasien dari Michigan, AS, meninggal dunia akibat rabies. Ia tertular virus tersebut setelah menjalani transplantasi ginjal di University of Toledo Medical Center (UTMC), Ohio, pada Desember 2024.
Juru bicara Michigan Department of Health and Human Services (MDHHS), Lynn Sutfin, mengatakan kematian pasien itu terjadi pada Januari 2025. Ini adalah kasus rabies pertama di Michigan sejak 2009.
"Penularan rabies antar-manusia sangat jarang terjadi, meskipun telah didokumentasikan dalam jumlah kasus yang sangat kecil yang melibatkan transplantasi organ," tulis pertanyaan resmi UTMC, mengutip Live Science.
Rabies adalah penyakit mematikan yang menyerang sistem saraf pusat mamalia, termasuk manusia. Virus ini umumnya ditularkan melalui gigitan atau luka terbuka yang terkena air liur hewan terinfeksi. Setelah gejala muncul, penyakit ini hampir selalu berakibat fatal, dengan kematian akibat rabies diperkirakan mencapai 10 kasus per tahun di AS.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengonfirmasi pasien tertular rabies dari donor organ yang sebelumnya terpapar virus dari hewan liar di Idaho. Pendonor meninggal tanpa menunjukkan gejala khas rabies dan tidak menjalani perawatan medis setelah terpapar.
Perbesar
Ilustrasi Ginjal. Foto: Shutterstock
Kasus rabies akibat transplantasi organ memang sangat jarang terjadi, tapi beberapa insiden telah dilaporkan sebelumnya. Sebelumnya, empat penerima transplantasi organ meninggal karena rabies dari seorang donor yang terpapar kelelawar pada 2005, kemudian studi tahun 2020 juga melaporkan kematian dua penerima ginjal akibat rabies dari donor yang sama.
Meskipun organ yang didonorkan melalui serangkaian pemeriksaan, pengujian rabies memerlukan waktu beberapa hari, sementara organ hanya dapat bertahan beberapa jam sebelum ditransplantasikan. Namun, pendonor dengan gejala rabies atau riwayat penyakit ini akan otomatis dikeluarkan dari daftar donor.
CDC juga menyatakan tiga pasien yang menerima transplantasi kornea dari pendonor yang sama telah diberikan profilaksis pasca-pajanan (post-exposure prophylaxis/PEP) untuk rabies dan saat ini dalam kondisi sehat. Sementara itu, kornea keempat yang belum sempat ditransplantasikan telah berhasil dicegah penggunaannya.
Dr. Daniel Kaul, pakar penyakit menular dari University of Michigan, menegaskan bahwa kasus ini sangat langka. Peristiwa yang terjadi di Ohio tidak seharusnya membuat pasien ragu untuk menjalani transplantasi organ.
"Risiko tidak mendapatkan transplantasi jika Anda mengalami kegagalan organ jauh lebih tinggi daripada situasi yang sangat langka tapi tragis ini," ujarnya.