2 Kasus Ledakan Petasan di Jatim, Mobil dan Rumah Rusak di Tulungagung hingga Warga Madura Tewas
Sri Juliati April 05, 2025 11:32 AM

TRIBUNNEWS.COM - Kasus penggunaan petasan tampaknya cukup meresahkan masyarakat, terutama yang ledakannya bisa merusak hingga menghilangkan nyawa manusia.

Di Jawa Timur, dalam waktu berdekatan terjadi dua insiden terkait ledakan petasan.

Kejadian ledakan besar pertama terjadi di Dusun Bacang, Desa Gandong, Kecamatan Bandung, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (2/4/2025) pagi.

Sebanyak empat kali ledakan petasan terjadi hingga merusak rumah milik Turmudi serta sebuah mobil Daihatsu Xenia milik Mujadi.

Bahkan, Mujadi yang berasal dari Denpasar, Bali juga ikut terluka akibat ledakan tersebut.

Ternyata, ledakan tersebut berasal dari sejumlah petasan berukuran besar yang jatuh dari balon udara yang terbang melintas di atas lokasi kejadian.

Hal tersebut dikonfirmasi Kapolsek Bandung, AKP Anwari.

Ia menuturkan, sebelum ledakan, ada balon udara yang baru diterbangkan dari Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek yang berbatasan dengan Desa Gandong.

"Balon udara itu membawa untaian petasan."

"Saat melintas itulah, petasan yang mulai tersulut berjatuhan," jelas Anwari, dikutip dari TribunJatim.com.

Petasan berdiameter sekitar 20 sentimeter tersebut meledak dengan keras hingga merusak asbes dan memecahkan kaca-kaca di rumah korban.

"Satu petasan jatuh tepat di samping mobil dan langsung meledak. Seketika mobil rusak parah di bagian kiri," sambung Anwari.

Kaca mobil Xenia berkelir putih tersebut pecah, bahkan pintu bagian penumpang ringsek ke dalam karena ledakan.

Saat kejadian, Mujadi dan keluarga tengah bersiap mengemas barang untuk pulang ke Bali.

Nahas, ia juga terkena pecahan kaca yang terlempar karena ledakan.

Polisi pun bergerak dengan menerjunkan Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung untuk melakukan olah TKP.

Pihak kepolisian juga menemukan tiga petasan berukuran besar yang belum sempat meledak dan sejumlah petasan berukuran kecil.

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga menelusuri hingga ke tempat diterbangkannya balon udara.

Di lokasi persawahan tersebut, polisi menemukan bekas perapian dan dua botol plastik bekas minyak tanah untuk bahan bakar balon udara.

Dari kejadian ini, tujuh bocah pun diamankan dan dimediasi dengan korban.

Kedua pihak akhirnya sepakat untuk berdamai dan keluarga dari tujuh bocah tersebut bersedia ganti rugi.

Lalu peristiwa ledakan petasan yang kedua terjadi di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Madura.

Seorang pria berinisial M terkena ledakan petasan di kepalanya saat menonton pesta kembang api, Senin (31/3/2025) malam.

Korban dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (1/4/2025) pukul 01.30 WIB.

Wakil Direktur Pelayanan Medik (Wadir Yanmed) RSUD Smart Pamekasan, Sri Ayuda Ningsih menuturkan, korban alami luka serius di bagian kepala akibat jatuh ketika bermain petasan.

Mengutip Tribun Madura, korban datang ke UGD sudah dalam kondisi tidak sadar dan ada luka luka di belakang kepala yang sudah dijahit.

"Kami telah melakukan tindakan medis sesuai SOP pelayanan. Namun, malam itu pasien akhirnya meninggal dunia di ICU,” kata Sri Ayuda Ningsih, Jumat (4/4/2025).

AKP Sri Sugiarto, Kasi Humas Polres Pamekasan juga mengonfirmasi kejadian ini.

Dari hasil penyelidikan awal, korban terkena ledakan karena tiang penyangga petasan diduga roboh dan ledakan tidak mengarah ke atas.

Ledakan justru ke arah kerumunan warga yang menonton hingga mengenai korban.

“Karena posisi penonton terlalu dekat dengan lokasi, akhirnya korban terkena ledakan petasan tersebut,” ungkapnya.

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJatim.com, David Yohanes)(TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian)

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.