BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Rangkaian puncak haul ke-219 Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datu Kelampayan di Masjid Jami Tuhfaturragibin, Dalam Pagar Ulu, Martapura Barat yang dihadiri ribuan jemaah selesai pada Sabtu (5/4/2025) siang.
Saat kepulangan jemaah, Jalan Martapura Lama yang menjadi akses utama jemaah haul macet parah beberapa kilometer. Kemacetan baik menuju arah Kota Martapura maupun ke Kota Banjarmasin.
Koordinator Posko Zona 4 Telok Selong, Muhammad Ramadani mengatakan, kemacetan lalu lintas pada haul tahun ini lebih parah dari tahun sebelumnya.
Selain akses jalan yang tak terlalu luas, kemacetan juga diakibatkan lahan parkir yang terbatas. Kendaraan roda dua maupun empat juga banyak yang terpaksa parkir di badan jalan.
Pada puncak peringatan Haul ke-219 Datu Kalampayan yang berlokasi di bantaran Sungai Martapura bersamaan juga dengan kondisi air sungai yang dalam atau meluap.
“Kemacetan lebih parah dari tahun sebelumnya, karena kendala lahan parkir banjir,” sebutnya.
Ramadan menyebut pihaknya telah menyebar relawan di sejumlah titik serta bekerja sama dengan petugas untuk mengatur lalu lintas baik kedatangan maupun kepulangan jemaah.
(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)