Libur Lebaran, Spanduk Penolakan Tambak Udang Terpasang di Pantai Payangan Jember 
Sri Wahyunik April 05, 2025 03:31 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, JEMBER - Warga memasang spanduk penolakan keberadaan tambak udang di kawasan Pantai Payangan Jember, Jawa Timur, Sabtu (5/4/2025).

Pemasangan spanduk tersebut dilakukan di masa libur lebaran, ketika banyak wisatawan berdatangan di pantai selatan Kabupaten Jember.

Spanduk berukuran 200x70 meter tersebut dipasang di simpang tiga lokasi tambak kawasan Pantai Payangan Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, yang bisanya dilintasi pengunjung.

Spanduk yang terbuat dari kain mori tersebut berisi tulisan 'Kami masyarakat Payangan menolak dengan adanya penyedotan air laut untuk dialirkan ke tambak udang di Payangan'.

"Penolakannya ini terkait abrasi laut akibat banyaknya pasir yang tersedot di dalam tambak," ujar Suparto, Warga Payangan RT 03 RW 40 Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Sabtu (5/4/2025).

Menurutnya, keberadaan dua tambak udang di kawasan Pantai Payangan selama ini, juga tidak membawa kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

"Malah membuat sumur warga bukan hanya payau, tetapi rasanya seperti air laut dan tidak bisa dibuat mandi," kata pria yang akrab disapa Parto ini.

Parto mengatakan di Pantai Payangan ada dua perusahaan tambak udang. Kata dia, warga selama ini juga tidak merasakan Corporate Social Responsibility (CSR) dari dampak lingkungan yang ditimbulkan.

"Cuma kalau waktu panen saja, warga diberi udang setengah kilo," ulas Parto lagi.

Warga lain bernama Hariyadi menambahkan, selama ini dua perusahan tampak udang vaname tersebut hanya menunjukan dokumen analisis dampak lingkungan (AMDAL) saja.

"Hanya surat-surat saja, tetapi bukti fisiknya kami tidak pernah tahu dalam pengelolaan limbahnya," tambahnya.

Dia mengatakan limbah dua tambak udang tersebut langsung dibuang di sungai muara.

"Limbah tambak sendiri itu ada kaporit, saponin dan sisa sentrat, oli dan solar. Semua itu tidak ada penampungan dan semua dibuang ke sungai yang mengalir di muara laut," ungkap Hariyadi.

Selain itu, Hariyadi mengungkapkan ketika dua perusahaan tambak udang panen, warga setempat akan menjadi korban.

"Karena sumur warga tercemar juga, akibat limbah tambak yang tidak ada penampungan," tuturnya.

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

 

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.