TIMESINDONESIA, TULUNGAGUNG –>Kaos Gadhe bukan hanya sekadar kaus, tetapi juga media untuk mengenalkan sejarah, budaya, dan kesenian khas Tulungagung. Didirikan oleh Toto Fibri Karuniawan pada 2010, brand ini lahir dari kecintaannya terhadap daerah kelahirannya.
Awal Mula dan Filosofi "Gadhe"
Toto Fibri Karuniawan bukanlah sosok yang asing dalam dunia jurnalistik. Sebelum mendirikan Kaos Gadhe, ia bekerja di Harian Surya. Namun, kecintaannya terhadap dunia traveling dan hobinya mengoleksi kaos dari berbagai daerah wisata mendorongnya untuk mengambil langkah besar. Ia memutuskan pensiun dini dan mulai membangun cita-citanya sendiri.
Koleksi gantungan kunci yang dimiliki Kaos Gadhe Tulungagung. (FOTO: Kamiliya Salsabila Imelda/TIMES Indonesia)
Dari pengalamannya itu, ia menyadari bahwa banyak daerah memiliki kaos khas sebagai souvenir, sementara di Tulungagung hal tersebut masih jarang ditemui. Dari situlah muncul gagasan untuk menciptakan oleh-oleh dalam bentuk kaos yang bisa menggambarkan cerita dan identitas Tulungagung.
Nama "Gadhe" sendiri memiliki filosofi yang dalam. Diambil dari bahasa Jawa, "Gegayuhan sing Gedhe," yang berarti "Cita-Cita yang Besar." Toto ingin menegaskan bahwa Tulungagung memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang layak untuk dikenal luas.
Salah satu desain Reco Pentung, Kaos Gadhe Tulungagung. (FOTO: Kamiliya Salsabila Imelda/TIMES Indonesia)
"Cita-cita saya adalah memperlihatkan Tulungagung yang besar. Kota ini punya banyak keunikan dari segi budaya, kuliner, dan keseniannya. Saya ingin mengangkat itu semua melalui desain kaos," jelasnya kepada TIMES Indonesia, 15 Maret 2025.
Keunikan Kaos Gadhe Dibanding Kaos Lain
Yang membuat Kaos Gadhe berbeda dari kaos lainnya adalah konsep desainnya yang bercerita tentang sejarah, budaya, dan ikon-ikon khas Tulungagung. Beberapa desainnya menampilkan situs bersejarah, cagar budaya, kesenian, hingga kuliner khas daerah.
Tidak hanya itu, ada keunikan lain yang tidak ditemukan pada kaos oleh-oleh daerah lain, yaitu filosofi Jawa yang diambil dari buku-buku lawas peninggalan nenek moyang. Filosofi tersebut kemudian disablon di bagian belakang setiap kaos Gadhe.
"Saya ingin filosofi ini tetap dikenang dan dipelajari oleh generasi muda saat ini. Selain bisa dipakai sehari-hari, kaos ini juga membawa cerita dan makna yang lebih dalam," tambahnya.
Kolaborasi dengan Desainer Lokal dan Kualitas Premium
Kaos Gadhe juga melibatkan desainer lokal dalam proses pembuatannya. Ide awal konsep desain tetap datang dari Toto, namun ia memberikan kesempatan bagi anak-anak muda Tulungagung untuk menuangkan ide mereka ke dalam desain kaos yang menarik.
Dari segi kualitas, Kaos Gadhe tidak main-main. Seluruh proses produksi dilakukan di Tulungagung, mulai dari pembuatan pola, proses menjahit, hingga sablon. Namun, untuk bahan kain, Toto memilih katun berkualitas dari Bandung, Jawa Barat, karena teksturnya yang lebih lembut, nyaman, dan tahan lama. Untuk sablon, Kaos Gadhe menggunakan tinta plastisol agar hasil cetakan lebih tajam dan awet.
Desain Favorit dan Produk Lainnya
Hingga saat ini, ada beberapa desain yang menjadi favorit pelanggan, seperti Dwarapala, yang menggambarkan salah satu relief bersejarah di Tulungagung, Candi Sanggrahan, ikon bersejarah yang menjadi kebanggaan warga setempat. Nyethe, seni menghias rokok dengan bubuk kopi khas Tulungagung.
Selain kaos, Kaos Gadhe juga menyediakan berbagai souvenir khas seperti gantungan kunci, topi, tas, hingga mainan tradisional anak-anak.
Untuk harga, Kaos Gadhe dibanderol mulai dari Rp90.000 hingga Rp125.000, harga yang terjangkau untuk sebuah produk berkualitas dengan nilai budaya yang tinggi.
Strategi Pemasaran dan Tantangan yang Dihadapi
Saat ini, Kaos Gadhe dipasarkan baik secara offline maupun online. Untuk pembelian langsung, pelanggan bisa datang ke Jl. MT Haryono No.123, Kedungwaru, Tulungagung. Sementara itu, bagi pelanggan dari luar daerah, produk Kaos Gadhe bisa dibeli melalui Tokopedia serta media sosial TikTok dan Instagram @gadhetulungagung.
Perjalanan bisnis ini tidak lepas dari tantangan. Pandemi COVID-19 sempat menurunkan penjualan, dan kini, persaingan pasar online serta tren fashion yang terus berubah menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan konsep yang kuat dan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, Kaos Gadhe optimis untuk terus berkembang dan menjadi souvenir khas Tulungagung yang tetap relevan.
Kaos Gadhe bukan sekadar oleh-oleh biasa. Setiap kaos yang diproduksi membawa cerita, filosofi, dan kebanggaan terhadap sejarah serta budaya Tulungagung. Dengan mengutamakan desain yang unik, kualitas premium, serta sentuhan kearifan lokal, Kaos Gadhe telah menjadi bagian dari identitas kota Tulungagung dan siap untuk terus berkembang di masa depan. (*)