Komentar Carlo Ancelotti setelah Dikalahkan Valencia, Akui Serangan Barcelona Lebih Efektif
Ali yakub April 06, 2025 02:31 AM

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti mengungkapkan beberapa masalah yang dimiliki timnya setelah dikalahkan Valencia di Liga Spanyol 2024/2025, Sabtu (5/3/2025) malam WIB.

Real Madrid harus mengakui keunggulan Valencia saat bertanding di Santiago Bernabeu dengan skor tipis 1-2.

Dua gol Valencia dicetak oleh Mouctar Diakhaby (15') dan Hugo Duro (90+5'). Sedangkan satu-satunya gol Real Madrid diukir oleh Vinicius Junior (50').

Meski secara statistik unggul di berbagai aspek, Real Madrid tak mampu meraih kemenangan.

Sebaliknya, Valencia tampil lebih efisien dengan strategi serangan balik yang mereka terapkan. 

Tim asuhan Carlos Corberan memaksimalkan peluang sekecil apa pun, dan itu terbukti cukup merepotkan lini belakang Madrid sepanjang laga.

Efektivitas Valencia menjadi bukti bahwa dominasi permainan tak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir.

MERAYAKAN GOL - Vinicius Junior merayakan golnya dengan memeluk Kylian Mbappe pada laga Real Madrid vs Valencia pada lanjutan Liga Spanyol 2024/2025 di Santiago Bernabeu pada Sabtu (5/3/2025) malam WIB. (Website Real Madrid)
MERAYAKAN GOL - Vinicius Junior merayakan golnya dengan memeluk Kylian Mbappe pada laga Real Madrid vs Valencia pada lanjutan Liga Spanyol 2024/2025 di Santiago Bernabeu pada Sabtu (5/3/2025) malam WIB. (Website Real Madrid) (realmadrid.com)

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti pun juga menyoroti lini depan timnya yang boros peluang.

Menilik statistik Real Madrid telah melakukan 21 tendangan dan sembilan diantaranya mengarah tepat sasaran.

Sebaliknya, Valencia hanya mendapatkan 10 tendangan dan hanya dua tembakan yang mengarah tepat ke gawang Real Madrid.

Uniknya, dua tendangan tepat sasaran tersebut berhasil dikonversikan menjadi gol.

Jika tak kunjung mencari solusi, Ancelotti bahkan sampai takut jika timnya kalah saat melawan Barcelona di final Copa del Rey nanti.

Menurutnya, Barcelona memiliki serangan yang lebih efektif.

"Pertandingan melawan Barcelona di Copa del Rey akan berbeda, mereka akan lebih banyak menyerang dan kami harus lebih baik di lini belakang dan efektif di lini depan," jelas Ancelotti dikutip dari Football Espana.

Barcelona memang memiliki serangan dan pertahanan terbaik di La Liga musim ini.

Blaugrana telah mencetak 82 gol dan hanya kebobolan 28 kali.

Adapun Real Madrid hanya mengoleksi 63 gol dan telah kebobolan sebanyak 31 kali.

Performa Real Madrid yang menurun tersebut membuatnya merelakan puncak klasemen.

Real Madrid saat ini tertahan di posisi kedua dengan mengoleksi 66 poin. Berselisih tiga anga dari Barcelona.

Bahkan Barcelona masih menyimpan satu laga kontra Real Betis.

Jika Blaugrana mampu meraih kemenangan di laga tersebut, mereka akan menjauh dengan keunggulan enam poin di puncak klasemen.

Situasi ini membuka peluang besar bagi Barcelona untuk mengunci gelar juara lebih cepat, bahkan bisa terjadi pada pekan ke-36, asalkan mereka terus menjaga konsistensi dan menyapu bersih sisa pertandingan.

Meski semakin sulit mengejar Barcelona, Ancelotti tak akan menyerah begitu saja.

KETEGANGAN ANCELOTTI - Ketegangan pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti saat lawan Osasuna di Liga Spanyol 2024/2025 di El Sadar Stadium pada Minggu (16/2/2025) dini hari WIB. (Laman resmi Real Madrid)
KETEGANGAN ANCELOTTI - Ketegangan pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti saat lawan Osasuna di Liga Spanyol 2024/2025 di El Sadar Stadium pada Minggu (16/2/2025) dini hari WIB. (Laman resmi Real Madrid) (Laman resmi Real Madrid)

“Sekarang jauh lebih rumit untuk memperjuangkan La Liga, tetapi kami punya ide untuk bermain baik hingga akhir. Kami punya pilihan, kecuali setelah pertandingan ini, tetapi kami harus berjuang hingga akhir," tambahnya.

Kekalahan Real Madrid ini juga tak luput dari kegagalan Vinicius saat mengeksekusi penalti.

Real Madrid sejatinya punya kesempatan emas untuk unggul lebih dulu di babak pertama lewat titik putih.

Sayangnya, Vinicius Junior yang dipercaya sebagai algojo gagal menjalankan tugasnya. Tendangan kerasnya ke arah kanan gawang berhasil ditepis dengan gemilang oleh kiper Valencia, Giorgi Mamardashvili, pada menit ke-13.

Kegagalan ini semakin memperpanjang rapor negatif Real Madrid musim ini dalam mengeksekusi penalti.

Uniknya, penalti menjadi sebuah kelemahan yang kerap menghantui mereka di momen-momen krusial pertandingan.

Musim ini, Real Madrid telah gagal memanfaatkan penalti sebanyak lima kali.

Menanggapi hal itu, Ancelotti pun tampak pusing mencari algojo penalti.

“Musim ini rumit dengan penalti. Bellingham, Mbappe, dan Vinicius semuanya gagal. Saya mencoba memberinya kepercayaan diri dan dia juga gagal dalam penalti ini," pungkas Ancelotti.

(Ali)

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.