Grid.ID- Perselingkuhan bisa menjadi hantaman emosional terbesar dalam hubungan. Luka yang ditinggalkan tak hanya merusak kepercayaan, tapi juga harga diri dan harapan akan masa depan bersama.
Namun, apakah semua hubungan yang dilanda perselingkuhan harus berakhir? Tidak selalu.
Berikut panduan lengkap untuk bangkit dari perselingkuhan. Entah untuk memperbaiki hubungan, atau menemukan kekuatan untuk melepaskannya.
Langkah pertama dalam proses pemulihan dari perselingkuhan adalah menentukan arah. Apakah Anda ingin memperjuangkan hubungan, atau justru memilih untuk meninggalkannya?
Jawaban ini harus jujur dan datang dari dalam diri Anda, bukan karena tekanan sosial atau rasa bersalah.
Bentuk Perselingkuhan dan Dampaknya
Perselingkuhan hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari affair fisik, hubungan emosional, hingga micro-cheating seperti flirting berlebihan atau sexting. Efeknya bisa memicu betrayal trauma, gangguan stres pascatrauma (PTSD), hingga hilangnya kepercayaan diri dan harga diri.
Jadi, jangan pernah meremehkan dampaknya. Oleh karena itu, penting untuk tahu bagaimana cara menyembuhkan luka dan memilih jalan terbaik: bertahan atau melepaskan.
15 Cara Pulih dari Perselingkuhan
Berikut beberapa tips pulih setelah diselingkuhi menurut para terapis, sebagaimana dikutip dari Choosing Theraphy, Sabtu (5/4/2025):
1. Akhiri Hubungan Gelap
Pemulihan tak akan terjadi jika pasangan yang selingkuh masih berhubungan dengan orang ketiga. Baik secara langsung maupun diam-diam (chat, media sosial, bahkan "sekadar teman").
Kejelasan dan ketegasan ini adalah syarat mutlak jika ingin membangun kembali kepercayaan. Tanpa itu, luka hanya akan terus terbuka.
2. Bangun Ulang Kepercayaan
Kepercayaan yang hancur ibarat cermin pecah. Bisa disusun kembali, tapi tak akan sempurna tanpa usaha besar.
Proses ini melibatkan transparansi total seperti akses ke HP, media sosial, dll jika disepakati. Lalu komunikasi terbuka tanpa menyembunyikan perasaan.
Konsistensi dalam tindakan, bukan hanya kata-kata. Yang paling penting, keduanya harus terlibat aktif—tanpa tekanan, tanpa paksaan.
3. Tanggung Jawab dan Penyesalan
Pasangan yang berselingkuh harus menunjukkan penyesalan tulus, bukan sekedar minta maaf. Mengakui kesalahan dan membuka semua rahasia adalah langkah penting dalam proses penyembuhan.
Pasangan yang berselingkuh sebaiknya tidak bersifat defensif. Apalagimenyalahkan korban seperti "Kamu terlalu sibuk", Aku kesepian", dan lain lain.
4. Temukan Motivasi
Apa yang membuat Anda ingin bertahan? Anak-anak? Investasi emosional? Atau rasa tanggung jawab? Temukan alasan yang kuat agar proses pemulihan punya arah dan energi.
5. Identifikasi Masalah Hubungan
Perselingkuhan adalah pilihan, bukan hasil. Namun, mengenali akar masalah tanpa menyalahkan, dapat membantu mencegah hal serupa terulang di masa depan.
Perselingkuhan bisa muncul dari masalah yang tak disadari, seperti komunikasi yang buruk, kehilangan koneksi emosional, rasa kesepian dalam hubungan, dan konflik yang tak pernah selesai.
6. Konseling Pasangan
Bantuan dari terapis profesional bisa membuka ruang aman untuk berdialog, mengurai luka, dan membangun kembali fondasi hubungan secara sehat.Konseling bukan tanda lemah, tapi bukti bahwa Anda berani menghadapi masalah dengan cara yang sehat.
7. Hargai Tindakan Positif Kecil
Jika pasangan Anda berusaha memperbaiki kesalahan, cobalah melihat dan mengapresiasi tindakan positifnya. Ini bisa menjadi jembatan menuju pemulihan.
Bagi yang berselingkuh, hargai juga sikap terbuka dan sabar pasangan yang memberi kesempatan kedua.
8. Perbaiki Komunikasi
Luangkan waktu rutin untuk bicara dari hati ke hati. Sampaikan harapan, rasa sakit, dan keinginan Anda secara terbuka dan saling mendengarkan.
9. Belajar Memaafkan
Memaafkan bukan berarti melupakan. Tapi ini adalah pilihan sadar untuk tidak membiarkan luka masa lalu terus mengendalikan masa depan Anda.
Proses panjang ini melibatkan: mengakui rasa sakit, mengambil pelajaran dari peristiwa, dan melepaskan dendam demi ketenangan batin.
10. Kelola Pikiran Negatif
Pikiran negatif bisa muncul tiba-tiba, membanjiri pikiran seperti bayangan pasangan bersama orang lain, rasa curiga terus-menerus, hingga pertanyaan seperti “Apa aku kurang?”
Catat pikiran menyakitkan dalam jurnal, atau luangkan waktu khusus untuk menghadapinya. Ini bisa membantu Anda tetap waras tanpa menekan emosi.
11. Atur Emosi Sulit
Emosi seperti marah, malu, dan sedih sangat wajar. Tapi, penting untuk tidak membiarkannya menjadi perilaku destruktif.
Anda bisa mencoba menyendiri sejenak untuk menenangkan diri. Bicara pada orang yang bisa dipercaya.
Bisa juga, menulis perasaan sebelum membicarakannya. Tentukan reaksi yang sesuai dengan tujuan Anda: sembuh, bukan tambah rusak.
12. Bersabar
Pemulihan dari pengkhianatan adalah proses panjang. Kadang dua langkah maju, satu langkah mundur.
Sabar dan konsisten adalah kuncinya. Ingat! progress, not perfection.
13. Kumpulkan Dukungan
Jangan hadapi semuanya sendirian. Ceritakan pada sahabat, keluarga, atau orang yang Anda percaya. Dukungan sosial mempercepat penyembuhan.
Namun, pastikan mereka bisa netral dan mendukung keputusan Anda, bukan memaksakan kehendak.
14. Bangun Kembali Keintiman
Kedekatan fisik mungkin sulit diawal. Mulailah dari sentuhan kecil, pelukan, atau waktu berdua. Jangan paksakan, tapi buka peluang secara bertahap.
15. Anda Tidak Wajib Bertahan
Tak semua hubungan layak diselamatkan. Jika pasangan tidak menunjukkan komitmen untuk berubah, atau jika perselingkuhan bagian dari pola kekerasan dan manipulasi, meninggalkan bisa jadi pilihan terbaik.
Tanda-Tanda Hubungan Tak Bisa Diselamatkan
Beberapa kondisi yang jadi sinyal bahwa hubungan sebaiknya diakhiri, di antaranya:
- Pasangan tidak menyesal atau malah menyalahkan Anda
- Tidak ada komitmen untuk memperbaiki hubungan
- Menolak konseling
- Perselingkuhan terjadi berulang kali
- Hubungan bersifat toksik atau abusif
Mengalami perselingkuhan adalah pengalaman traumatis, tapi bukan akhir hidup Anda. Entah Anda memilih untuk bertahan dan memperbaiki, atau melangkah pergi untuk menyelamatkan diri, keduanya butuh keberanian.
Ingat, Anda tidak harus kuat sendirian. Bantuan profesional dan dukungan dari orang-orang terdekat bisa menjadi cahaya di tengah gelapnya luka akibat perselingkuhan.