Penipuan modus segitiga dalam jual-beli mobil bekas belum usai memakan korban. Penipu biasanya menggunakan marketplace untuk melancarkan aksinya.
Biar tidak semakin banyak korban, sebaiknya calon pembeli perlu mengetahui ciri-ciri awal modus penipuan segitiga.
Sundoro Edi, CEO Inspector Mobil kerap mengedukasi soal kasus penjualan mobil bekas secara daring, faktanya dia bersama tim inspector masih menemukan modus penipuan segitiga.
Tanda awal dari pelaku penipuan adalah menggunakan akun baru.
"Pertama dari Facebook marketplace rata-rata buat penipuan segitiga, ciri-cirinya akunnya baru," kata Sundoro saat berbincang bersama detikoto.
Tanda kedua modus segitiga mobil adalah harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga pasar. Penjual akan menawarkan harga yang sangat menggoda untuk menarik perhatian calon pembeli. Jika harga mobil terlalu murah dibandingkan harga pasaran, Anda harus lebih hati-hati dan curiga.
"Jualnya di bawah pasaran," terang dia.
"Kata kunci pertamanya di jual di bawah pasaran. Kita lihat akunnya baru," tambahnya lagi.
Nah dalam modus penipuan segitiga ini, penipu berperan sebagai perantara yang akan menipu pemilik mobil atau penjual dan pembeli mobil. Penipu bertindak sebagai penjual sekaligus pembeli yang akan mempertemukan kedua korban dengan mengikuti arahan si penipu.
Ciri lain, penipu biasanya tidak akan bertatapan langsung dengan pembeli. Malahan penipu akan mengarahkan korban atau pembeli untuk tidak melakukan negosiasi kepada penjual. Dengan segudang alasan, mobilnya dititipkan saudara.
Penipu lalu mengelabui dan meminta korban untuk transfer langsung ke rekening mereka, setelah uang ditransfer, pelaku akan kabur dan tidak dapat dihubungi oleh korbannya.
"Ketika kita chat ngobrol sana-sini. Itu nanti ketika datangi ke lokasi, orangnya bilang dia tidak ada di lokasi, lagi di luar kota. Nanti yang di rumah saudaranya, nanti ketemu saudaranya yang di rumah. Tapi transaksinya sama saya (pelaku penipuan),"
Berikut ini gambaran singkat terkait penipuan modus segitiga: