TRIBUNNEWS.COM - Terdapat sisi lain dari kekalahan Timnas Putri U16 Indonesia di laga perebutan juara tiga Piala AFF Wanita U16 2025, pada Jumat (29/8/2025) sore WIB.
Yakni pertandingan antara Timnas Putri U16 Indonesia vs Vietnam yang berlangsung di Stadion Manahan terkena imbas dari efek gas air mata.
Gas air mata tersebut muncul imbas dari demo Driver Ojol setelah tewasnya Affan Kurniawan yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di Jakarta, pada Kamis (28/8) malam.
Para Driver Ojol yang menuntut keadilan menyuarakan suaranya di depan Mako Brimob Batalyon C Solo, Jalan Adi Sucipto, Manahan, Solo.
Berdasarkan pantauan dari TribunSolo, kericuhan antara aparat dan massa Driver Ojol pecah saat sejumlah demonstran melempar batu ke arah markas Brimob.
Aparat membalas dengan beberapa kali tembakan gas air mata.
Rupanya imbas dari gas air mata ini sampai ke dalam Stadion Manahan yang lokasinya berdampingan dengan Mako Brimob Solo.
Padahal pada waktu yang bersamaan sedang dilangsungkan pertandingan perebutan juara ketiga Piala AFF Wanita U16 2025 antara Timnas Putri U16 Indonesia versus Vietnam.
Imbas dari gas air mata tersebut dirasakan saat jeda seusai waktu normal sebelum babak adu penalti.
Terlihat pada penggawa Garuda Pertiwi menutup hidung dan membasuh mata dengan air.
Namun efek dari gas air mata ini tak berlanjut lama, dan pertandingan babak adu penalti pun kembali dilanjutkan.
Sebagai informasi, Timnas Putri U16 Indonesia gagal meraih juara tiga Piala AFF Wanita U16 2025 setelah takluk lewat adu penalti melawan Vietnam.
Sebelumnya, kedua tim sempat bertarung sengit dengan skor imbang 1-1 di waktu normal.
Vietnam mampu unggul cepat di menit pertama lewat gol Hai Yen Ngo.
Sedangkan gol penyama kedudukan Garuda Pertiwi dicetak oleh Nafeeza Ayasha pada menit ke-16.
Di babak adu penalti, sayangnya armada Timo Scheunemann gagal keluar sebagai juara tiga setelah satu eksekutornya gagal mengambil penalti.
Eksekutor ketujuh Garuda Pertiwi, yakni Vivi Vera gagal mencetak gol karena sepakannya mengenai mistar gawang. Timnas Putri U16 Indonesia kalah adu penalti dengan skor 6-7.
Meski gagal merebut juara tiga, Timnas Putri U16 Indonesia tetap mencetak sejarah baru.
Tercatat Jazlyn Kayla Firyal dkk mampu membawa Garuda Pertiwi lolos hingga babak perebutan juara ketiga untuk pertama kalimnya di kompetisi ini.
Sebelumnya, Timnas Putri U16 Indonesia sempat ikut ajang ini di edisi 2017, 2018, dan 2019. Namun selalu mentok di fase grup dan gagal lolos ke semifinal.
(Hafidh Rizky Pratama)