Demo Hari ini Imbas Driver Ojol Tewas: Jambi dan Surabaya Panas, Gas Air Mata di Mapolda Jateng
Rahmadhani August 29, 2025 08:33 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sejumlah aksi unjuk rasa atau demonstrasi berlangsung serentak di sejumlah wilayah Indonesia hari ini, Jumat (29/8/2025).

Demonstrasi hari ini salah satunya dipicu oleh tewasnya seorang driver ojok online (ojol) Affan Kurniawan (21) dilindas oleh mobil kendaraan taktis (rantis) Brimob Polda Metro Jaya, yang terjebak dalam aksi demonstrasi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta senalam.

Aksi demonstrasi hari ini terpantau kembali digelar di depan Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (29/8/2025) sore. Massa yang terdiri dari elemen masyarakat dan mahasiswa menuntut pembubaran DPR dan menyerukan protes keras terhadap aparat penegak hukum.

Pantauan Tribunnews.com  menunjukkan massa mulai berdatangan sejak pukul 15.30 WIB. Mereka langsung berorasi di depan gerbang utama Kompleks Parlemen, dengan seruan keras yang ditujukan kepada aparat kepolisian yang berjaga di dalam area gedung.

“Buka buka buka pintunya buka pintunya sekarang juga, woi kacung buka woi,” teriak massa aksi di depan gerbang DPR RI.

Situasi di lokasi menunjukkan peningkatan pengamanan. Aparat kepolisian menyiagakan pasukan lengkap dengan pelindung tubuh dan helm.

Sejumlah kendaraan taktis (rantis) milik Korps Brimob Polri telah diparkir di depan Gedung Nusantara DPR RI, termasuk Baraccuda, mobil water cannon, dan kendaraan pengurai massa (Raisa).

Di sisi luar, aparat TNI turut berjaga di sekitar kerumunan massa untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Penutupan jalan juga dilakukan di ruas Gatot Subroto arah Slipi, menyebabkan arus lalu lintas dialihkan ke tol dalam kota dan menimbulkan kemacetan padat merayap.

Hingga pukul 16.20 WIB, massa aksi masih terus berdatangan dan melanjutkan orasi di depan gedung DPR. Mereka mendesak agar aparat membuka pintu gerbang utama sebagai simbol transparansi dan tanggung jawab atas insiden yang memicu gelombang demonstrasi.

Aksi ini merupakan lanjutan dari rangkaian demonstrasi yang dipicu oleh tewasnya Affan Kurniawan (21), seorang driver ojek online yang meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis milik Brimob Polri di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 28 Agustus 2025.

Saat itu, Affan sedang mengantar pesanan makanan dan terjebak di tengah kerumunan massa aksi “Bubarkan DPR” dan demonstrasi buruh yang berlangsung di depan Gedung DPR RI.

Insiden tersebut memicu kemarahan publik, terutama dari komunitas driver ojol yang menuntut pertanggungjawaban aparat atas kematian rekan mereka. Gelombang protes pun meluas, termasuk aksi pengepungan Mako Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang dan bentrokan lanjutan di sejumlah titik di Jakarta.

Massa mahasiswa kemudian turut bergabung dalam aksi solidaritas, mendesak pengusutan transparan terhadap anggota Brimob yang berada di dalam kendaraan saat kejadian.

Demonstrasi ini juga membawa tuntutan pembenahan institusi legislatif dan penegakan keadilan bagi korban.

Massa juga diketahui menggelar demonstrasi di Polda Metro Jaya dan Markas Brimob di Kwitang Jakarta.

DEMO MAHASISWA POLDA - Sejumlah anggota TNI mendatangi gedung Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2025). Kedatangan anggota TNI tersebut ditolak mahasiswa.
DEMO MAHASISWA POLDA - Sejumlah anggota TNI mendatangi gedung Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2025). Kedatangan anggota TNI tersebut ditolak mahasiswa. (Rahmad W Nugraha)

Demo di Jambi dan Surabaya Memanas

Aksi unjuk rasa di Jambi dan Surabaya pada Jumat (29/8/2025) siang memanas. Gedung DPRD dilempari massa pengunjuk rasa. 

Aksi unjuk rasa di Jambi dan Surabaya pada Jumat, 29 Agustus 2025, merupakan bagian dari gelombang protes nasional yang dipicu oleh kematian tragis Affan Kurniawan, seorang driver ojek online yang tewas terlindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di Jakarta pada Kamis kemarin.

Berdasarkan pemantauan, mahasiswa melempari batu gedung DPRD Provinsi Jambi di Jl. A Yani No.2, Telanaipura, Kec. Telanaipura, Kota Jambi.

Hal ini berawal saat massa demonstran dipaksa mundur oleh kepolisian memakai tembakan gas air mata ke udara.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai kampus di Provinsi Jambi bersama dengan ojek online hingga siswa sekolah, melakukan aksi jalan kaki dari Simpang BI gedung Bank Indonesia Jambi menuju  ke gedung DPRD Provinsi.

Aksi yang berlangsung damai tersebut mendadak menjadi ricuh setelah beberapa orang melakukan perusakan fasilitas yang ada di gedung DPRD Provinsi Jambi.

"Bubarkan DPR," teriak massa.

Setelah beberapa saat menyampaikan aksi, polisi menembakkan gas air mata yang menyebabkan massa bubar dari Gedung DPRD Provinsi Jambi.

Pantauan Reporter Tribunjambi.com di lapangan, saat ini massa berpencar di sekitar kompleks Kantor Gubernur Jambi. 

Sementara pihak kepolisian masih berjaga di dalam dan sekitar gedung DPRD Provinsi Jambi.

LINDAS OJOL - Kericuhan masaa pendemo dengan aparat kepolisian di Jakarta, Kamis (28/8/2025) terus memanas. Di media sosial beredar video mobil Brimob menabrak dan melindas seorang pria yang mengenakan jaket ojek online (ojol) berwarna hijau.
LINDAS OJOL - Kericuhan masaa pendemo dengan aparat kepolisian di Jakarta, Kamis (28/8/2025) terus memanas. Di media sosial beredar video mobil Brimob menabrak dan melindas seorang pria yang mengenakan jaket ojek online (ojol) berwarna hijau. (X Kang Bajigur)

Demo di Surabaya

Demo depan Grahadi Surabaya buntut brimob lindas ojol di Jakarta mulai memanas pada Jumat (29/8/2025). Polisi mulai lepaskan water canon untuk mengurai massa.

Diketahui pada hari ini Jumat (29/8/2025), massa menggelar aksi demo buntut kematian ojol oleh barakuda brimob.

Aksi demonstrasi akan dilakukan oleh kelompok Aksi Solidaritas Melebur Bersama Masyarakat. Rencananya, massa berkumpul di Gerbang Utama UTM sebelum bergerak menuju Gedung Grahadi Surabaya. Aksi dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Gedung Negara Grahadi adalah gedung pemerintahan yang terletak di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur. Saat ini, gedung tersebut difungsikan sebagai rumah dinas Gubernur Jawa Timur dan menjadi pusat berbagai kegiatan resmi pemerintahan provinsi

Dalam pernyataannya, mereka menekankan pentingnya solidaritas dalam melawan tindakan represif dan menuntut keadilan rakyat.

Mereka juga mengusung sejumlah tagar, di antaranya #SAVE OJOL, #SAVERAKYAT, #ADILIPEMBUNUHRAKYAT, dan #MADURAMELAWAN.

Selain itu, Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) juga akan menggelar aksi serentak mulai pukul 13.00 WIB di berbagai wilayah, termasuk Polda masing-masing daerah.

Mengutip akun Instagram BEM Se-Jawa Timur, konsolidasi terbuka dijadwalkan pada pukul 16.00 WIB. Namun, mereka tidak menyebutkan secara detail titik lokasi aksi, hanya menyertakan tautan Google Meeting.

Lewat seruan mereka, BEM menegaskan pentingnya barisan mahasiswa dan masyarakat Jawa Timur untuk bersatu memperjuangkan keadilan serta melawan tindakan represif.

Terpantau dalam live Tiktok, aparat mulai melepaskan water canon di depan Gedung Grahadi Surabaya.

Dalam video live Tiktok @soloplayer, nampak berulang kali aparat mengimbau agar demo bisa berjalan kondusif.

Gas Air Mata di Polda Jateng

Markas Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Semarang,digeruduk massa aksi gabungan dari ratusan driver ojek online (ojol) dan aliansi mahasiswa, Jumat (29/8/2025).

Aksi tersebut merupakan buntut kematian Affan Kurniawan, seorang driver ojol asal Jakarta, yang meninggal dunia akibat terlindas mobil rantis Brimob Polda Metro Jaya pada Kamis (28/8/2025) malam.

Peristiwa itu memicu gelombang solidaritas dari sesama pengemudi ojol di berbagai daerah serta dukungan dari kalangan mahasiswa.

Sejak pukul 15.00 WIB, ribuan massa aksi mulai memadati kawasan depan Mapolda Jateng.

Mereka datang dengan atribut komunitas ojol dan spanduk bertuliskan tuntutan keadilan.

Sepanjang aksi, peserta demonstrasi juga menyanyikan yel-yel kritis yang ditujukan kepada kepolisian, serta bergantian menyampaikan orasi.

“Kami hanya menyampaikan aspirasi. Jangan sampai suara rakyat dibungkam,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.

Situasi Memanas
 
Kondisi demonstrasi sempat memanas sekitar pukul 16.00 WIB.

Massa aksi yang mencoba mendekat ke pintu gerbang utama Polda Jateng melemparkan botol air mineral ke arah aparat yang berjaga ketat.

Dari dalam Mapolda Jateng, ratusan personel kepolisian telah disiagakan lengkap dengan puluhan kendaraan taktis, termasuk mobil barakuda dan water cannon.

“Kami melakukan pengamanan aksi mahasiswa dan ojol ini.

Silakan menyampaikan aspirasi secara tertib,” ujar Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto kepada wartawan.

Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Ketegangan semakin meningkat ketika aparat kepolisian menembakkan gas air mata secara berulang kali untuk membubarkan massa.

Selain itu, meriam air (water cannon) juga diarahkan ke kerumunan demonstran.

Massa sempat mundur akibat gas air mata, namun beberapa kelompok tetap bertahan dan berusaha masuk ke area Polda Jateng.

Hingga berita ini diturunkan, situasi masih berlangsung tegang dengan pengamanan ketat dari pihak kepolisian.

Gelombang Solidaritas Nasional

Aksi di Semarang ini bukan yang pertama.

Sehari sebelumnya, sejumlah driver ojol juga menggelar aksi solidaritas di Mako Brimob Solo dengan doa bersama dan salat gaib untuk almarhum Affan Kurniawan.

Sementara itu, Propam Polri disebut telah memeriksa sedikitnya tujuh anggota kepolisian terkait insiden yang menewaskan Affan.

Massa aksi di berbagai daerah menegaskan, mereka akan terus menyuarakan tuntutan hingga kasus kematian Affan Kurniawan ditangani secara transparan dan pihak yang bertanggung jawab mendapatkan sanksi hukum.

Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.