Grid.ID - Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menghadiri pemakaman Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang tewas terlindas mobil taktis Brimob. Namun, kehadirannya justru memicu amarah para pengemudi ojol yang ikut mengantar jenazah Affan ke tempat peristirahatan terakhir.
Berdasarkan pantauan Grid.ID, Kapolda tiba di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025) sekitar pukul 09.30 WIB. Setibanya di lokasi, ia terlihat menyempatkan diri menemui pihak keluarga korban.
Prosesi pemakaman kemudian dimulai sekitar pukul 10.20 WIB. Jenazah Affan diiringi ratusan ojol yang melakukan konvoi dari rumah duka. Karena area liang lahat sudah penuh sesak oleh keluarga, pelayat, dan pengemudi ojol, Kapolda hanya menyaksikan pemakaman dari kejauhan.
Usai prosesi selesai, Kapolda bersama jajarannya langsung meninggalkan lokasi. Ia memilih bungkam ketika dimintai keterangan awak media. Seorang anggota polisi bahkan sempat menundukkan kepala sambil menyatukan kedua telapak tangan sebagai isyarat permintaan maaf.
Kapolda yang dijaga ketat oleh personel TNI itu kemudian berjalan menuju mobil dinasnya. Namun, situasi tiba-tiba memanas saat massa ojol yang menunggu di luar area pemakaman langsung mengerubungi rombongan Kapolda. Mereka kompak meneriakkan tuntutan keadilan.
“Usut tuntas, gak peduli Brimob!” teriak para pengemudi ojol.
Suasana semakin ricuh ketika massa mulai bersahutan dengan teriakan keras. Amarah para ojol memuncak hingga menyebut polisi sebagai pembunuh.
“Pembunuh! Pembunuh! Pembunuh!” sorak mereka bergema di area TPU.
Kemarahan semakin tak terbendung ketika Kapolda masuk ke dalam mobil. Sejumlah botol air mineral melayang ke arah kendaraan tersebut. Kondisi baru mereda setelah mobil rombongan Kapolda meninggalkan lokasi pemakaman.
Sebelumnya, Affan Kurniawan (21) tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025). Saat itu, Affan diketahui baru selesai mengantar pesanan makanan di kawasan Bendungan Hilir dan tak sengaja terjebak di tengah kericuhan demonstrasi.
Tragedi itu membuat publik berduka sekaligus geram. Polda Metro Jaya sendiri telah mengamankan tujuh anggota Brimob yang berada dalam kendaraan taktis tersebut.
“Jadi ada tujuh (anggota Brimob). Yang pertama tertangkap Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka D,” kata Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim di RSCM, Jakarta, Kamis malam.