BOLASPORT.COM - Dua bek Timnas Indonesia Justin Hubner dan Rizky Ridho ikut menyoroti situasi yang terjadi di Indonesia, khususnya di Jakarta dalam 24 jam terakhir.
Situasi di Indonesia saat ini memang sedang panas, bukan karena teriknya matahari, melainkan karena gelombang keresahan yang kian membara.
Sejak insiden Kamis (28/8/2023) malam WIB, ketika kendaraan taktis polisi melindas seorang pengemudi ojek online, suara-suara tentang demokrasi bergema di jalanan dan media sosial.
Tragedi itu menewaskan Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol yang kini menjadi simbol kemarahan rakyat.
Mendiang Affan Kurniawan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta, Jumat (29/8/2025) sekitar pukul 10.20 WIB.
Saat dimakamkan, sejumlah rekan ojol tampak hadir dan mengantarkan mereka hingga pemakaman.
Meninggalnya Affankarena terlindas kendaraan taktis itu membuat banyak orang marah.
Simbol baru di media sosial mencuat, sebuah gambar hitam-putih gedung DPR yang diduduki massa, dengan lambang burung Garuda berwarna hitam dan tulisan “RIP Indonesia’s Democracy,” menyebar luas.
Foto itu menjadi bahasa protes yang seragam, seolah-olah rakyat menemukan cara paling sederhana untuk menyuarakan penolakan.
Rizky Ridho menjadi salah satu pesepak bola yang mengunggah gambar tersebut ke Instagram Story.
Bek Persija Jakarta itu mengunggah sebuah pesan yang viral di media sosial.
Mantan bek Persebaya Surabaya itu membagikan foto yang sudah lebih dulu viral di media sosial, menunjukkan sikap bahwa keresahan publik juga menjadi keresahan dirinya.
Unggahan ini sebenarnya sudah banyak diunggah netizen Indonesia, termasuk tokoh publik yang memiliki pengaruh besar di media sosial.
Kali ini, tak sedikit pemain Timnas Indonesia yang juga turut menyoroti situasi ini.
Justin Hubner pun mengunggah foto yang sama berwarna hitam dan putih dengan tulisan RIP Indonesia’s Democracy tersebut.
Bek keturunan Belanda itu tidak menambahkan keterangan apapun, tetapi diamnya justru menjadi pesan yang lantang.
Dua pemain Timnas Indonesia itu hanyalah sebagian dari suara-suara yang ikut menggaung.
Dua pemain Persib Bandung Beckham Putra dan Adam Alis, hingga beberapa pelaku olahraga lain juga membagikan pesan serupa.
Gelombang ini melampaui sekadar unggahan, ini adalah tanda bahwa keresahan rakyat merembes ke segala lapisan, termasuk dunia olahraga.
Media sosial pun seperti lautan yang dipenuhi arus deras kemarahan.
Unggahan “RIP Indonesia’s Democracy” menjadi simbol keputusasaan sekaligus perlawanan.
Ini jelas, karena dari selebritas, aktivis, pemain sepak bola hingga masyarakat biasa, menyuarakan hal yang sama dan ini terus menggema.
Hari ini, Jumat (29/8/2025), demonstrasi masih berlangsung di berbagai titik, dari Jakarta, Surabaya, hingga Solo kembali dipenuhi massa.
Jalanan menjadi ruang terbuka bagi rakyat yang merasa aspirasinya kian terpinggirkan.
Tragedi Affan Kurniawan bagi banyak orang bukan sekadar kecelakaan, melainkan tanda betapa rapuhnya ruang demokrasi saat ini.