TRIBUNSUMSEL.COM - Ditengah riuhnya kemarahan publik terhadap anggota DPR RI, Ahmad Sahroni justru dikabarkan kabur ke luar negeri.
Kabar tersebut mencuat setelah dibagikan oleh Youtuber Ferry Irwandi melalui unggahan akun Instagramnya, Jumat (29/8/2025).
Ferry Irwandi menyertakan sebuah tangkapan layar isi pesan WhatsApp dari seorang pengirim yang mengabarkan Ahmad Sahroni diduga kabur ke Singapura.
"Sahroni kabur ni ke SG (Singapura)," bunyi pesan dari pengirim.
Keputusan Ahmad Sahroni diduga kabur ke Singapura ini pun semakin memantik kritikan keras dari Ferry.
Lulusan STAN ini menyebut jika memang benar Ahmad Sahroni kabur, maka tindakannya dianggap sebagai seorang pengecut.
"Kalau ini benar, maka orang ini sama pengecut dan rendahnya dengan katak bhizzer.
Mau kabur sejauh apapun, warga sipil akan selalu ada dimanapun," tulis Ferry Irwandi.
Unggahannya itu juga menegaskan bahwa masyarakat sudah tidak sudi diwakili oleh sosok yang dianggap "bermental culun".
"Hadapi kausalitas yang anda sudah lahirkan bukan kabur.
Sekali lagi jika ini benar, Kami tidak sudi diwakili pengecut bermental culun seperti anda," tandasnya.
Unggahan itu sontak memicu berbagai komentar dari publik yang menghubungkannya dengan sorotan kasus politik yang sedang ramai dibicarakan.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait kebenaran foto maupun kabar keberangkatan Ahmad Sahroni ke Singapura.
Namun, isu ini semakin menambah sorotan publik terhadap dirinya setelah sebelumnya menuai kritik tajam atas sejumlah pernyataan kontroversial.
Ditambah lagi Ahmad Sahroni baru saja dimutasi dari posisi Wakil Ketua Komisi III DPR menjadi anggota Komisi I DPR RI.
Sebut Ahmad Sahroni Pemicu Kekacauan Demo
Sebelumnya, Ferry Irwandi melontarkan kritik keras menyebut Ahmad Sahroni memiliki andil dalam rentetan kekacauan hingga berujung pada hilangnya nyawa seorang warga sipil.
Ferry mengutuk pernyataan Ahmad Sahroni yang justru mendukung polisi untuk menangkap pendemo anak di bawah umur yang disebutnya anarkis.
Baru-baru ini, Ferry Irwandi turut bereaksi menyampaikan kritik keras terhadap Anggota DPR RI Ahmad Sahroni yang dinilai memiliki power atas aksi demonstrasi yang memakan korban jiwa dan dilakukan oleh aparat negara sendiri.
Melalui unggaha Instagramnya, Kamis (28/9/2025), Ferry Irwandi mengecam pernyataan Ahmad Sahroni yang mendukung langkah Polda Metro Jaya menangkap massa aksi yang bertindak anarkis di luar Gedung DPR, Senin (25/8/2025).
Menurutnya, pernyataan bendahara Nasdem ini dinilai provokatif dan menyulut kemarahan publik.
"Ingat @ahmadsahroni88 mulut sampah Anda punya andil yang besar dari semua rangkaian buruk dan duka ini," tulis Ferry Irwandi dalam keterangan unggahannya.
Ia bahkan menegaskan bahwa status sosial maupun kekuasaan Sahroni tidak bisa menghapus tanggung jawab moral atas tragedi tersebut.
"Saya tidak peduli seberapa powerful anda, seberapa kaya anda dan seberapa banyak orang yang anda sudah penjara. Anda adalah salah satu pihak yang harus bertanggung jawab atas semua kekacauan ini," katanya.
Dalam unggahan yang sama, Ferry Irwandi juga menyertakan sebuah tangkapan layar berita yang menampilkan foto Ahmad Sahroni dengan judul "Sahroni Dukung Polisi Tangkap Pendemo Anarkis: Di Bawah Umur Saja Sudah Brengsek".
Pernyataan "brengsek" yang dilontarkan Sahroni inilah yang diduga kuat menjadi pangkal kemarahan Ferry.
Ia pun sesumbar tak akan takut dipenjara atas ucapannya melawan Sahroni.
"@ahmadsahroni88 anda yang brengsek, tidak semua orang takut dengan uang, ketenaran dan power yang anda punya.
Kalau emngatakan anda brengsek buat saya harus dipenjara, maka akan saya jalani," tulisnya.
Ayah dua anak ini pun meminta agar siapapun bisa mempertemukannya dengan Ahmad Sahroni.
"Siapapun orang yang kenal dengan saya dan orang ini, tolong pertemukan, mau di meja podcast atau pengadilan,
Mulut anda benar-benar sampah," tandasnya.
Diketahui, dua kali aksi demonstrasi di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada 25 dan 28 Agustus 2025 berujung ricuh dan memakan korban jiwa.
Affan Kurniawan, seorang driver ojol menjadi korban tewas dalam aksi unjuk rasa pada Kamis (28/8/2025).
Affan tewas terlindas mobil kendaraan taktis (rantis) Baraccuda karena kecerobohan dari anggota Brimob Polri.
Affan sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, namun nyawanya tidak tertolong.
Insiden menelan korban jiwa ini berimbas dari rakyat yang berdemo menuntut pembubaran DPR RI.
Dimana DPR sering bersikap defensif terhadap fasilitas dan tunjangan, tapi kurang terlihat galak dalam menyuarakan kinerja dan hasil nyata untuk rakyat.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com