Kronologi Oknum TNI Diduga Aniaya Warga di Pekanbaru hingga Tewas karena Tetanus, Berawal dari Buah Sukun?
Ines Noviadzani August 30, 2025 06:34 AM

Grid.ID - Kronologi oknum TNI diduga aniaya warga di Pekanbaru hingga tewas karena tetanus. Berawal dari korban yang mengambil buah sukun di lahan kosong.

Nasib nahas menimpa dua orang warga Pekanbaru, Riau. Keduanya diketahui bernama Supriyanto dan Gunawan.

Mereka menjadi korban penganiayaan oleh oknum TNI AL. Kondisi korban bahkan sampai berlumuran darah setelah dipukuli oknum TNI berpangkat Lettu berinisial MZ di Jalan Kuantan I pada Jumat (15/8/2025).

Kronologi Oknum TNI Diduga Aniaya warga di Pekanbaru

Kronologi bermula saat Gunawan dan rekannya, Supriyanto mengambil 10 buah sukun di sebuah lahan kosong dekat rumahnya. Diketahui lahan kosong tersebut merupakan milik Lettu MZ.

Keduanya lantas diminta untuk datang ke rumah Lettu MZ. Gunawan dan rekannya lalu meminta maaf karena tidak tahu buah tersebut ada yang punya.

"Kami langsung minta maaf karena tidak tahu buah itu beliau yang punya kan," jelasnya, dikutip dari Tribun Papua Barat.

Namun MZ saat itu mengancam keduanya agar tidak pergi meninggalkan rumahnya. Mereka kemudian ditodong menggunakan pistol.

"Langsung ditodong kami pakai pistol, dia bilang kalau pergi kami langsung dia tembak kami," ungkapnya.

Rekaman video saat keduanya tertangkap pun beredar di media sosial. Menurut keterangan Supriyanto, Lettu MZ menganiaya ia dan rekannya secara membabi buta.

"Kami sempat dipukul dengan senjata, saya merasakan sekali dipukul di bagian ata skepala," ujar Supriyanto.

"Kemudian kami dibawa ke teras rumahnya dan kembali memukul korban dengan membabi buta menggunakan cangkul kecil," tambahnya.

Usai terjadi penganiayaan, kondisi Gunawan terus memburuk. Ia menderita luka parah dingga dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau.

Nahas, kondisinya terus memburuk hingga ia kesulitan menggerakan lehernya. Saat dirinya dibawa ke RSUD Arifin Ahmad, hasil tes menunjukkan Gunawan positif tetanus.

Sehari setelah dirawat, Gunawan dinyatakan meninggal dunia pada 23 Agustus 2025. Pihak keluarga pun berharap agar kasus bisa diusut tuntas.

"Kami harap Panglima TNI dapat segera mengusut penganiayaan ini. Saya harap oknum tersebut segera dapat diproses agar arwah adik saya tenang," ujar Rudi, kakak korban, dikutip dari Kompas.com.

Kronologi oknum TNI diduga aniaya warga di Pekanbaru hingga tewas karena tetanus itu kini menjadi perhatian banyak pihak. Termasuk dengan keluarga korban yang meminta oknum TNI tersebut bisa segera ditangkap.

"Kami minta pelaku segera ditangkap, dan kirimkan dokumen sebagai bukti bahwa pelaku memang sudah ditahan," tambah Rudi.

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.