Ringkasan Berita:
- Proyek pembangunan drainase di Kota Blitar, contohnya di Sumber Udel, terhambat genangan air hujan yang lama surut.
- Pekerja harus menggunakan pompa tambahan untuk menyedot air agar pekerjaan di lokasi genangan bisa dilanjutkan.
- Pembangunan abutmen jembatan juga terkendala musim hujan karena peningkatan debit air sungai, sehingga perlu pompa air.
- Progres proyek di atas 60 persen. DPUPR Blitar terus memonitor dan meminta pekerjaan dipercepat agar selesai sesuai target Desember 2025.
SURYA.co.id | BLITAR - Sejumlah proyek pembangunan drainase di Kota Blitar mengalami kendala teknis.
Genangan air hujan di jalan membuat proses pekerjaan pembangunan drainase agak terhambat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Blitar, Erna Santi, mengatakan sejumlah proyek pembangunan mengalami kendala teknis di musim hujan.
Ia mencontohkan pekerjaan proyek yang mengalami kendala teknis di musim hujan, salah satunya pembangunan drainase di depan tempat wisata Water Park Sumber Udel, Jl Kali Brantas.
Saat hujan, terjadi genangan di jalan raya depan Sumber Udel.
Genangan air di jalan itu membuat pekerja agak kesulitan melaksanakan pembangunan drainase di lokasi.
"Genangan air di jalan lama surut. Kondisi itu membuat proses pekerjaan tidak mudah. Pekerja harus menggunakan alat tambahan pompa untuk menyedot air. Tapi, itu hanya kendala teknis," kata Erna, Sabtu (29/11/2025).
Tak hanya itu, kata Erna, pembangunan abutmen atau struktur bangunan bawah jembatan di Kota Blitar juga mengalami kendala di musim hujan.
Hujan membuat debit air sungai bertambah.
Kondisi itu juga membuat pekerja kesulitan melakukan pembangunan di lokasi.
"Pekerja juga harus menyalakan pompa untuk menyedot air agar pekerjaan bisa berjalan," ujarnya.
Untuk itu, DPUPR terus melakukan monitoring proses pekerjaan pembangunan sejumlah proyek agar selesai tepat waktu.
DPUPR juga meminta pelaksana proyek agar segera melapor kalau ada kendala teknis dalam proses pekerjaan.
Dikatakannya, secara umum, progres pembangunan proyek di DPUPR Kota Blitar saat ini sudah mencapai di atas 60 persen.
"Semua pekerjaan, sesuai kontrak harus selesai Desember 2025. Kami meminta pekerjaan terus dikebut agar selesai tepat waktu," katanya.