Tanggal 1 Desember Memperingati Hari AIDS Sedunia, Ini Perbedaan HIV dan AIDS
Nanda Lusiana Saputri November 30, 2025 11:33 AM
Ringkasan Berita:
  • Hari AIDS Sedunia atau World AIDS Day diperingati pada tanggal 1 Desember dan tahun ini jatuh pada Senin (1/12/2025).
  • Hari AIDS Sedunia diperingati setiap 1 Desember sejak 1988, sebagai inisiatif WHO untuk meningkatkan kesadaran global terhadap AIDS yang disebabkan oleh virus HIV.
  • HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV ketika imunitas tubuh melemah dan tidak mampu melawan infeksi.

TRIBUNNEWS.COM - Hari AIDS Sedunia atau World AIDS Day diperingati pada tanggal 1 Desember, setiap tahunnya.

Tahun ini, peringatan Hari AIDS Sedunia jatuh pada Senin (1/12/2025).

Hari AIDS Sedunia diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.

Hari AIDS Sedunia pertama kali diperingati pada 1 Desember 1988.

Inisiatif ini dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pegawai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bekerja di Program Global untuk AIDS.

Mereka mengusulkan ide tersebut kepada Dr. Jonathan Mann, Direktur Program AIDS WHO saat itu, dan gagasan tersebut langsung disetujui.

Di tengah berbagai kampanye kesehatan yang terus digencarkan, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara jelas perbedaan antara HIV dan AIDS, dua istilah yang sering dianggap sama padahal memiliki makna yang berbeda.

Perbedaan HIV dan AIDS

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh manusia sudah tidak mampu lagi melawan infeksi yang masuk.

Dilansir Siloam Hospitals, AIDS berbeda dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus).

HIV adalah salah satu jenis virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan dapat menyebabkan penyakit serius bagi penderitanya.

HIV ini menyerang salah satu sel di dalam sel darah putih, yaitu sel T atau CD4.

Sel tersebut, memiliki peran penting untuk menjaga imun tubuh dan memerangi infeksi yang masuk ke dalam tubuh.

Apabila tidak ditangani sesegera mungkin, infeksi HIV ini dapat berkembang hingga mencapai stadium akhir.

Stadium akhir dari HIV adalah AIDS.

Adapun perbedaan HIV dan AIDS terletak pada konteksnya.

HIV adalah virus yang menyebabkan melemahnya sistem imunitas tubuh.

Sedangkan, AIDS adalah kondisi gangguan kesehatan yang diakibatkan dari melemahnya sistem imunitas tubuh tersebut, atau bisa disebut tahap akhir dari infeksi HIV.

Maka dari itu, penderita HIV/AIDS ini rentan untuk terkena penyakit tertentu, seperti TB atau tuberkulosis, infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA, beberapa jenis kanker, dan lain sebagainya.

Penularan HIV/AIDS

Dikutip dari WHO, ada beberapa faktor risiko yang dapat memicu penularan HIV/AIDS, berikut di antaranya:

  1. Bergonta-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual, serta tidak menggunakan alat kontrasepsi.
  2. Mengidap penyakit infeksi menular seksual (IMS) lain seperti sifilis, herpes, klamidia, gonore dan bakterial vaginosis.
  3. Terlibat dalam penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang dalam konteks perilaku seksual.
  4. Berbagi jarum suntik yang terkontaminasi, alat suntik dan peralatan suntik lainnya serta larutan obat saat menyuntikkan narkoba.
  5. Menerima suntikan yang tidak aman, transfusi darah dan transplantasi jaringan, dan prosedur medis yang melibatkan pemotongan atau penindikan yang tidak steril.
  6. Mengalami cedera jarum suntik yang tidak disengaja, termasuk di antara petugas kesehatan.

Hingga saat ini masih banyak orang yang salah kaprah dalam memahami penularan HIV/AIDS.

Penularan HIV/AIDS sejatinya hanya bisa terjadi karena adanya kontak dengan cairan tubuh penderita.

Kontak cairan tersebut adalah darah, sperma, cairan vagina, cairan anus, serta ASI.

HIV tidak dapat ditularkan melalui udara, air, keringat, air mata, air liur, gigitan nyamuk, ataupun sentuhan fisik lainnya.

(Latifah)

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.