Bener Meriah Krisis BBM, Hambat Proses Evakuasi, Sekda: Stok Tinggal Dua Hari
Nur Nihayati November 30, 2025 12:32 PM

"Stok BBM dua hari ini khusus untuk keperluan proses evakuasi, termasuk operasional rumah sakit dan dapur umum.

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah.

SERAMBINEWS.COM, REDELONG- Banjir melanda Aceh masih menyisakan duka mendalam.

Meski air sudah surut namun masyarakat dihadapi berbagai persoalan.

Situasi darurat pascabanjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Bener Meriah semakin memburuk dengan adanya laporan kritis mengenai minimnya ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Informasi yang diterima dari Pemkab Bener Meriah, Minggu (30/11/2025) bahwa stok BBM untuk operasional tim evakuasi dan logistik dilaporkan tersisa untuk dua hari ke depan.

Karenanya akan menghambat upaya penyelamatan dan distribusi bantuan di sejumlah titik yang kini dilaporkan masih terisolasi di sejumlah Kecamatan di Bener Meriah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bener Meriah Riswandika Putra membenarkan jika stok BBM di Kabupaten Bener Meriah untuk keperluan penanggulan bencana diperkirakan hanya bertahan selama dua hari ke depan.

"Stok BBM dua hari ini khusus untuk keperluan proses evakuasi, termasuk operasional rumah sakit dan dapur umum.

Kalau untuk masyarakat memang sudah tidak ada sama sekali," ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan BBM akan menjadi kendala utama bagi tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan dalam menjangkau korban di wilayah-wilayah yang kini masih terisolasi.

"Jadi ada beberapa Kecamatan yang masih terisolir, kami sudah mengerahkan semua alat berat untuk menembus wilayah-wilayah itu, cuma BBM khusus nya solar tinggal cukup untuk dua hari operasi," bebernya.

Karena itu Sekda berharap bantuan dari Pemerintah Provinsi maupun pusat untuk segera tiba di Bener Meriah. 

Termasuk kemungkinan menggunakan jalur udara, untuk memasok pasokan BBM ke Bener Meriah.

"Karena jika krisis BBM ini terus berlanjut, diperkirakan ribuan warga yang masih terisolir terancam kelaparan karena tidak dapat disalurkan logistik," keluh Sekda.

Sementara pantauan di lapangan kondisi krisis BBM semakin mencekam dalam dua hari terakhir menyusul terganggunya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Ribuan warga memadati SPBU, menciptakan antrean kendaraan yang mengular panjang hingga meluber ke jalan raya.

Seperti yang terjadi di SPBU Pante Raya, bahkan beberapa insiden kecil berupa percekcokan antar warga dengan petugas SPBU pun kerap terjadi karena takut kehabisan jatah BBM. 

Kelangkaan pasokan ini, yang dilaporkan terjadi sejak terjadinya Banjir Bandang hingga longsor yang menimpa Kabupaten Bener Meriah pada Rabu (26/11/2025) lalu.(*)

 

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.