TRIBUNNEWS.COM - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin, mengajak anak muda Indonesia untuk lebih aktif mengambil bagian dalam program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Hal itu disampaikan oleh mantan aktivis KNPI tersebut saat memberikan Inspiring Speech pada festival “Lulus Jadi Apa?” bertema “Anak Muda, Demokrasi, dan Masa Depan Indonesia”, yang digelar Komunitas Muda-Mudahan pada Sabtu, 29 November 2025, di Aula FX Sudirman, Jakarta.
Di hadapan ratusan Millenial Dan Gen Z, Sultan mengungkapkan, Anak Muda Indonesia tidak boleh gampang mengeluh, putus asa apalagi putusan harapan di tengah dinamika kebangsaan akibat ketidakpastian ekonomi global.
"Presiden Prabowo Subianto sudah menyiapkan berbagai program prioritas yang secara sosial dan bisnis sangat relevan dan membutuhkan Kontribusi Anak Muda. Kita semua memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam setiap program prioritas tersebut, baik program beasiswa, program Magang Nasional, Sekolah Rakyat, MBG, hingga program Koperasi Merah Putih," ujar Sultan.
Menurut mantan Ketua HIPMI Bengkulu itu, setiap program pemerintah tersebut adalah ekosistem peluang bisnis yang harus kita tangkap. Tinggal bagaimana teman-teman Muda masuk dalam ekosistem tersebut dengan cara berkolaborasi dan menjaga integritas.
"Fenomena demografi Indonesia yang mayoritas diisi Anak Muda adalah peluang sekaligus tantangan. Tapi kami percaya Anak Muda Indonesia mampu menjadi penentu atau katalisator bagi loncatan kemajuan Indonesia sebelum 2045," tegas Sultan.
Lebih lanjut mantan ketua Karang Taruna Bengkulu itu mengungkapkan bahwa DPD RI akan terus mengkaji dan menyusun kebijakan yang pro Anak Muda (pro youth). Di banyak kesempatan kami bersama pemerintah melalui Kementerian terkait mendiskusikan perihal pemberdayaan terhadap Anak Muda Indonesia di era bonus demografi dan digitalisasi.
"Indonesia terlalu luas, kaya, indah dan luar biasa untuk menjadikan kita sebagai Anak Muda untuk Putus Asa dan menyalahkan keadaan. Mari kita jaga dan bangun Indonesia, dengan menyiapkan atau men-design masa depan kita semua sejak saat ini," tutup Sultan.