Ringkasan Berita:
- Final Piala MLS 2025 akan mempertemukan Inter Miami dan Vancouver Whitecaps dalam duel perdana kedua klub di partai puncak.
- Laga ini juga menghadirkan duel bintang dunia, Lionel Messi melawan Thomas Müller, yang kini menjadi motor serangan masing-masing tim.
- Inter Miami melaju ke final dengan performa paling dominan di playoff, mencetak 17 gol dan hanya kebobolan empat.
TRIBUNNEWS.COM - Jadwal final Piala MLS 2025 akan digelar pekan depan dengan menghadirkan duel impian yang tak banyak diprediksi di awal musim: Inter Miami vs Vancouver Whitecaps.
Dua tim ini sama-sama tampil untuk pertama kalinya di final, dan menariknya juga akan mempertemukan dua legenda sepak bola dunia, Lionel Messi dan Thomas Muller.
Inter Miami akan menjadi tuan rumah di final Piala MLS 2025, di Chase Stadium, pada Minggu, 7 Desember 2025 pukul 02.30 WIB.
Dengan adanya duel Inter Miami vs Whitecaps ini, MLS musim ke-30 akan berakhir dengan satu fakta pasti: akan lahir juara baru.
Perjalanan Inter Miami menuju final terasa seperti cerita dongeng yang terus berlanjut sejak kedatangan Lionel Messi pada Juli 2023.
Di bawah pelatih baru Javier Mascherano, Miami tampil lebih matang, lebih kompak, dan sangat tajam di momen-momen penting.
Di babak playoff, mereka seperti berubah menjadi mesin gol yang sulit dihentikan. Semua lawan disingkirkan dengan meyakinkan.
Inter Miami menang menang agregat 5-2 atas Nashville di putaran play off pertama lalu menghancurkan FC Cincinnati 4-0 di semifinal konferensi.
Terbaru, Inter Miami menang 5-1 atas New York City FC di final Wilayah Timur untuk merebut tiket ke laga puncak.
Total, Lionel Messi dkk melesakkan 17 gol dan hanya kebobolan 4 kali saja, sebuah torehan yang menggambarkan dominasi penuh atas lawan-lawannya.
Messi masih menjadi pusat permainan. Dengan 13 kontribusi gol di playoff (rekor baru), ia terus membuktikan bahwa kualitasnya tidak tergerus usia.
Sebelumnya ia sudah meraih Golden Boot MLS 2025 lewat 29 gol dan 19 assist di musim reguler.
Selain Messi, pemain Inter Miami lainnya juga sedang bersinar. Tadeo Allende tampil menakjubkan dengan 8 gol di playoff, menyamai rekor Carlos Ruiz.
Dengan keunggulan sebagai tuan rumah dan kehadiran Messi yang sedang berada dalam bentuk terbaiknya, Inter Miami memasuki final dengan kepercayaan diri yang sangat besar.
Jika menjadi juara, Jordi Alba dan Sergio Busquets akan menutup karier mereka dengan trofi sebelum resmi pensiun.
Jika perjalanan Miami penuh sorotan, Vancouver Whitecaps justru datang dengan cerita perjuangan yang lebih sunyi tetapi tak kalah impresif.
Di bawah asuhan pelatih Jesper Sørensen yang baru datang musim ini, Vancouver mengalami transformasi total dan membuat sejumlah catatan penting.
Mereka mengemas 63 poin, rekor tertinggi dalam sejarah klub. Selain itu, mereka sebelumnya juga telah mencapai final Concacaf Champions Cup.
Tim yang bermarkas di Kanada ini juga menjuarai Canadian Championship empat musim beruntun. Dan kini, mereka berhasil menembus final MLS untuk pertama kalinya.
Di babak play off, Vancouver Whitecaps menunjukkan mental baja dengan mengalahkan FC Dallas 3-0 di pertemuan pertama dan menang adu penalti di laga kedua.
Di semifinal wilayah barat, Vancouver bermain 2-2 dengan LAFC lalu menang lewat adu penalti dan terbaru di final mereka mengalahkan San Diego FC 3-1.
Keberhasilan Whitecaps ini juga tak bisa dilepaskan dengan faktor keberadaan Thomas Müller, legenda Jerman dan Bayern Munich.
Ia menjadi pusat kreativitas sejak kedatangannya pada pertengahan musim. Dalam 12 laga, ia mencatat 9 gol dan 4 assist, langsung mengubah gaya bermain Vancouver menjadi jauh lebih agresif.
Whitecaps juga diperkuat pemain-pemain yang sedang naik daun—mulai dari Tristan Blackmon dan Sebastian Berhalter yang masuk Best XI MLS.
Mereka bukan tim paling mewah, tetapi mereka adalah tim paling solid di MLS sepanjang musim 2025.
Final ini bukan sekadar perebutan gelar. Ini adalah panggung dua ikon generasi 2000-an.
Messi, sang arsitek serangan sempurna, yang kini mengejar gelar besar pertamanya di MLS setelah sukses mengantarkan Inter Miami tampil di partai puncak.
Müller, maestro ruang (‘Raumdeuter’) yang punya insting tajam tak lekang oleh waktu, yang kini memimpin kebangkitan Vancouver.
Keduanya pernah saling berhadapan di level tertinggi Eropa dan Piala Dunia. Kini, mereka bertemu kembali di MLS dalam duel yang tak pernah dibayangkan banyak orang beberapa tahun lalu.
Pada 6 Desember nanti, hanya satu yang akan keluar sebagai juara baru MLS. Akan kah era Messi meraih puncaknya? Atau justru musim spektakuler Vancouver ditutup dengan kejutan terbesar mereka?
Jawabannya hadir di final paling dinantikan dalam 30 tahun sejarah MLS di Chase Stadium, markas Inter Miami.
(Tio)