Semarang (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR Samuel Wattimena meminta warga menjaga rasa tradisional dan kebersamaan dalam rangkaian tradisi merti desa di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

"Saya merasakan keguyuban masyarakat, mulai dari yang anak-anak sampai bapak-bapak," kata dia saat menghadiri tradisi merti desa di Desa Karangjati di Semarang, Minggu.

Ia mengapresiasi warga Kelurahan Karangjati yang rela berdandan dengan berbagai jenis kostum untuk mengikuti kirab budaya dalam tradisi tersebut.

Ia menilai konsistensi dalam menjalankan tradisi menjadi hal yang utama, bukan kesempurnaan dalam penampilan atau kostum yang digunakan.

"Kalau tradisi dan kebersamaan ini tidak dijaga, dikhawatirkan lima tahun ke depan merti desa akan hilang," katanya.



Ia mengatakan karena tradisi merti desa di Desa Karangjati berasa di wilayah Kabupaten Semarang maka nuansa tradisi Jawa harus dijaga.

"Hati-hati. Jangan sampai kemudian kehilangan rasa Jawa-nya. Orang datang karena ingin melihat rasa Jawa-nya," katanya.

Pekerjaan rumah lain yang juga perlu dijaga dalam pelestarian merti desa, kata dia, literasi dan narasi yang menyertai tradisi tersebut.

"Merti desa ini mau apa. Untuk masyarakat di luar Jawa cukup penting," katanya.

Ia juga mengimbau para peserta dan masyarakat yang hadir dalam merti desa ini agar selalu menjaga kebersihan lingkungan.

Ketua Panitia Tradisi Merti Desa di Desa Karangjati Ardhi Kurnianto mengatakan tradisi itu digelar setiap tiga bulan menjelang ibadah puasa

"Tradisi sebagai wujud rasa syukur warga Desa Karangjati yang diisi dengan kirab budaya dan doa bersama" katanya.

Tradisi yang rutin digelar sejak 2019 itu, kata dia, diikuti warga 17 RT di Desa Karangjati.