Update BNPB Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, Sumbar: 316 Orang Tewas, 147 Hilang
Glery Lazuardi November 30, 2025 03:33 PM
Ringkasan Berita:
  • BNPB laporkan 316 tewas, 147 hilang, ribuan warga masih mengungsi.
  • Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat alami kerusakan parah.
  • Siklon Tropis Senyar dan deforestasi memperparah banjir serta longsor.
  • 27 ton bantuan logistik dikirim lewat jalur laut ke wilayah terisolasi.
  • Tim SAR gabungan temukan korban terseret arus, akses jalan banyak terputus.

TRIBUNNEWS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis update terbaru korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Hingga Minggu (30/11/2025), tercatat 316 orang tewas dan 147 lainnya masih hilang, menjadikan bencana ini salah satu yang paling mematikan di Tanah Air dalam beberapa tahun terakhir.

Banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 terjadi akibat kombinasi curah hujan ekstrem dari Siklon Tropis Senyar dan kerusakan lingkungan seperti alih fungsi lahan serta deforestasi. 

Faktor atmosfer dan degradasi ekosistem memperparah dampak bencana hidrometeorologi ini.

Untuk wilayah terdampak, yaitu Aceh (Pidie, Meureudu), Sumatera Utara (Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan), dan Sumatera Barat (Padang, Pauh, Gunung Nago). Ratusan korban jiwa, puluhan ribu pengungsi, kerusakan jembatan, rumah, dan akses jalan.

BNPB melaporkan korban tewas dan hilang terus bertambah seiring pencarian di lokasi terdampak.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, di Sumut saat ini ada 147 orang yang dilaporkan hilang.

Di Aceh 55 orang hilang, dan di Sumbar ada 87 orang yang masih dalam pencarian.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebutkan saat ini listrik dan air di lokasi bencana relatif sudah pulih. Meski begitu ia tak menampik masih banyak lokasi yang masih terputusu listrik dan air.

"Listrik, air ini juga relatif sudah pulih tapi masih banyak yang padam kami tahu dari PLN sudah menyebar personelnya mohon ini lebih cepat lagi khususnya di daerah-daerah yang terisolir karena itu juga sangat dibutuhkan masyarakat," kata Suharyanto, dalam konferensi pers daring, Minggu (30/11/2025).

BNPB Kirim 27 Ton Bantuan ke Aceh, Abdul Muhari: Prioritas Menjangkau Wilayah Terisolasi

BNPB memastikan distribusi bantuan logistik untuk korban banjir dan tanah longsor di Aceh terus dilakukan. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menegaskan bahwa jalur laut menjadi pilihan utama untuk menjangkau wilayah yang sulit ditembus.

“Hari ini BNPB memberangkatkan 27 ton bantuan logistik dan peralatan dari Pelabuhan Ulee Lhueu Banda Aceh menggunakan kapal Express Bahari. Bantuan ini ditujukan untuk lima wilayah terdampak, yakni Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang,” ujar Abdul Muhari.

Menurutnya, kapal akan berhenti di dua titik distribusi: Pelabuhan Krengkuku untuk wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe, serta Pelabuhan Kuala Langsa untuk Kota Langsa, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.

Rincian Bantuan

Pelabuhan Krengkuku: tenda, genset, starlink, perahu, makanan siap saji, hygiene kit, baby kit, pampers, pembalut wanita, susu, minyak goreng, kelambu, terpal, tenda keluarga, velbed, wafer, regal, malkist, beras, dan air mineral.

Pelabuhan Kuala Langsa: tenda, perahu, makanan siap saji, hygiene kit, baby kit, pampers, pembalut wanita, susu, minyak goreng, kelambu, terpal, tenda keluarga, velbed, wafer, regal, malkist, dan beras.

Abdul Muhari menekankan bahwa distribusi ini merupakan tahap awal dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan lapangan.

“Prioritas kami adalah memastikan masyarakat terdampak segera mendapatkan kebutuhan dasar, terutama di wilayah yang terisolasi akibat banjir dan longsor. BNPB bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi agar bantuan tepat sasaran,” jelasnya.

Evakuasi Korban Banjir di Sibolga–Tapteng

Ditpolairud Polda Sumatera Utara bersama Tim SAR gabungan terus bekerja maksimal dalam penanganan banjir yang melanda dua wilayah tersebut, Kamis (27/11/2025). Sejak pagi hingga malam hari, personel melakukan operasi pencarian dan penyelamatan untuk memastikan warga terdampak bisa segera dievakuasi. 

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan bahwa Polri bersama Basarnas, TNI, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya hadir secara penuh dalam upaya penanganan bencana. 

“Polda Sumut melalui jajaran Polairud dan unit kepolisian lainnya berkomitmen hadir secara total untuk membantu masyarakat terdampak banjir. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” ujar Ferry. 

Sejak pukul 08.00 WIB, tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pers KP Antareja Dit Polair Baharkam Polri pimpinan AKBP Selamat Urip, personel Markas Polairud Tapteng, Basarnas Pos Sibolga, dan Babinsa Desa Tanah Bolon mengawali tugas dengan apel gabungan. Setelah itu, tim bergerak menyisir sejumlah titik yang paling terdampak banjir. 

Lokasi pertama yang dituju adalah kawasan Perumahan D Permai–BTN dan permukiman sekitar Sekolah Yayasan Fransiskus Pandan. Proses evakuasi berlangsung lancar dan seluruh warga berhasil dipindahkan ke lokasi aman. 

Pada pukul 11.00 WIB, tim menghadiri rapat koordinasi di Kantor Bupati Tapteng yang dipimpin Sekda setempat untuk membahas kendala di lapangan.

Memasuki siang hari, tim melanjutkan perjalanan ke Desa Tuka dan Desa Tanah Bolon, dua wilayah dengan dampak banjir paling berat. Akses menuju lokasi terhambat jembatan rusak dan longsor, sehingga personel harus menempuh perjalanan sekitar dua jam dengan berjalan kaki.

Sesampainya di lokasi, tim melakukan penyisiran lanjutan dan menemukan sejumlah korban yang terseret arus. Berdasarkan laporan masyarakat, masih banyak korban yang diduga berada di sekitar aliran Sungai Tanah Bolon. 

Dari hasil operasi, tujuh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Enam telah diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga, sementara satu korban yang belum teridentifikasi dibawa ke RSUD Pandan.

Kombes Pol Ferry menegaskan bahwa berbagai hambatan tidak menyurutkan semangat personel di lapangan. 

“Akses terputus, listrik padam, jaringan komunikasi terganggu, serta minimnya alat berat menjadi tantangan serius. Namun seluruh personel tetap bekerja tanpa lelah demi mengevakuasi korban dan memastikan masyarakat aman,” jelas Ferry. 

Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan logistik karena jalur distribusi sempat terhambat dan berpotensi memicu kelangkaan kebutuhan pokok. Polri bersama pemerintah daerah terus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, khususnya yang terisolasi.

Menutup keterangannya, Ferry menyebut operasi SAR akan dilanjutkan hari berikutnya mengingat masih adanya laporan warga yang hilang di sekitar kawasan Sungai Tanah Bolon. 

“Kami memastikan Polda Sumut akan terus berada di lapangan. Kami mengajak masyarakat tetap tenang dan segera melapor bila mengetahui ada warga yang membutuhkan pertolongan,” tutupnya. 

Dengan kerja sama lintas instansi dan operasi yang terus diperkuat, penanganan banjir di Sibolga dan Tapteng diharapkan dapat berjalan lebih efektif hingga seluruh warga mendapat bantuan secara menyeluruh.

Agam Sumbar Terdampak Parah Banjir Bandang

Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Agam merilis data terbaru akibat bencana alam yang jumlahnya sudah mencapai 87 orang meninggal dunia. 

Data tersebut terhitung pada Minggu (30/11/2025) pukul 08.00 WIB, melalui Dinas Kominfo Agam.

Selain data korban meninggal dunia, terdapat 76 orang belum ditemukan, 4.000 jiwa masih mengungsi dan 23 orang dirawat.

Kadis Kominfo Agam, Roza Syafdefianti mengatakan terdapat tambahan korban meninggal dunia, sehingga berjumlah menjadi 87 orang.

"Data tersebut sudah kita rilis per Minggu (30/11/2025) pukul 08.00 WIB. Data akan kita update tiga kali sehari, yaitu pukul 08.00 WIB, 14.00 WIB dan 20.00 WIB," ungkapnya.

Selain 87 orang meninggal dunia akibat bencana alam di Kabupaten Agam, terdapat 76 jiwa masih belum ditemukan.

Di sisi lain, sebanyak 4.000 jiwa diungsikan ke tempat yang aman hingga Minggu pagi.

"76 orang korban hilang, 4.000 masih mengungsi," jelasnya.

Lalu, sebanyak 23 orang dirawat di Rumah Sakit Umum Darurat (RSUD) Lubuk Basung.

Tak hanya itu, data lain kerusakan rumah dengan skala berat mencapai 46 unit dan sedang sebanyak 26 unit.

"Untuk rumah rusak ringan terhitung 468 unit, jembatan rusak empat unit dan 88 fasilitas sekolah rusak," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kabupaten Agam kembali bertambah menjadi 85 orang hingga Sabtu (29/11/2025) pukul 20.00 WIB.

Kepala Dinas Kominfo Agam, Roza Syafdefianti, mengatakan data tersebut dihimpun setelah pihaknya berkoordinasi dengan BPBD Agam. 

“Total 85 orang meninggal dunia hingga Sabtu pukul 20.00 WIB,” ujarnya.

Sejumlah wilayah di Kabupaten Agam tercatat terdampak bencana.

Meliputi Malalak, Matur, Tanjung Raya, Palupuh, dan Palembayan. 

Khusus di Palembayan, beberapa jorong mengalami dampak signifikan, seperti Jorong Koto Alam, Kampuang Tangah Barat, Kampuang Tangah Timur, dan Subarang Aia.

Dari total korban jiwa, Jorong Koto Alam, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan menjadi lokasi dengan jumlah korban terbanyak, yakni 22 orang setelah proses identifikasi. 

Di Jorong Subarang Aia tercatat 17 orang meninggal dunia.

Selanjutnya, di Kampuang Tangah Timur ditemukan 9 korban meninggal, sedangkan Kampuang Tangah Barat mencatat 7 korban. 

Di Malalak, petugas mencatat 10 korban meninggal dunia.

Untuk wilayah Matur, satu orang dilaporkan meninggal dunia. 

Sementara di Tanjung Raya, jumlah korban bertambah menjadi 6 orang, dengan dua di antaranya belum teridentifikasi. 

Di Palupuh, terdapat satu korban meninggal dunia.

Roza menambahkan, terdapat tambahan 12 jenazah yang belum teridentifikasi dari beberapa lokasi.

Butuh Sembako

Pemerintahan Kabupaten Agam mengeluarkan daftar kebutuhan mendesak untuk korban banjir bandang di daerahnya.

Diketahui, bencana alam menerjang berbagai daerah di Kabupaten Agam.

Sehingga banyak akses jalan putus dan rumah warga hancur akibat bencana alam tersebut.

Tidak hanya itu, dampaknya terhadap masyarakat yang saat sekarang membutuhkan bantuan sembako, peralatan medis, dan kebutuhan lainnya.

Kadis Kominfo Agam, Roza Syafdefianti ditemui di Lubuk Basung, mengatakan masyarakat di Kabupaten Agam saat sekarang sangat membutuhkan berbagai macam bantuan.

"Mulai dari kebutuhan pokok dan logistik, seperti beras, makanan instan, minyak goreng, air mineral, makanan bayi dan siap saji," ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Lalu, masyarakat di Kabupaten Agam juga membutuhkan tenaga relawan medis, tenaga evakuasi dan relawan logistik.

"Masyarakat juga membutuhkan pakaian bersih layak pakai, selimut dan handuk," tuturnya.

"Kemudian tenda atau terpal, susu bayi, obat-obatan umum dan P3K, perlengkapan kebersihan, hingga popok bayi dan dewasa," tambahnya.

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.