Saksi: Air Bah Itu Datang Subuh, Suara Gemuruh dan Teriakan Minta Tolong Terdengar, Gelap Mencekam
Ansari Hasyim November 30, 2025 07:32 PM
Ringkasan Berita:
  • Zulkifli bercerita saat peristiwa terjadi pada Rabu (26/11/2025) menjelang subuh bahwa suara gemuruh dari arah sungai terdengar jelas hingga menyapu kawasan pemukiman warga di sekitar aliran sungai.
  • Akibat bencana ini, banyak warga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang dianggap lebih aman.
  • Mereka menumpang di rumah saudara, tetangga, hingga pos-pos pengungsian yang didirikan secara darurat oleh pemerintah kampung.

 

Laporan Bustami I Bener Meriah 

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Banjir bandang yang melanda Kampung Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah meninggalkan kerusakan parah pada pemukiman warga. 

Pantauan di lokasi, Minggu (30/11/2025) sejumlah rumah terlihat luluh lantak setelah diterjang arus deras yang membawa material lumpur dan bebatuan dari hulu.

Kejadian ini membuat warga setempat terpukul karena sebagian besar kehilangan tempat tinggal dalam hitungan menit.

Selain itu, endapan pasir dan bebatuan menutupi rumah-rumah warga serta fasilitas ibadah dengan ketebalan mencapai 1 hingga 2 meter lebih. 

Zulkifli (50) kepala Dusun Kampung Lampahan Timur menyampaikan berdasarkan data yang diperolehnya sekitar 38 rumah warga dan tolo rusak parah hingga terbawa aliran sungai.

"Itu data kami terima baik rumah warga baik di Kampung Lampahan Timur, Barat dan Lampahan induk," ujarnya.

Zulkifli bercerita air bah itu datang pada Rabu (26/11/2025) menjelang subuh diawali suara gemuruh dari arah sungai.

Suaranya terdengar jelas kemudian dalam sekejap menyapu semua kawasan pemukiman warga di sekitar aliran sungai.

Akibat bencana ini, banyak warga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang dianggap lebih aman.

Mereka menumpang di rumah saudara, tetangga, hingga pos-pos pengungsian yang didirikan secara darurat oleh pemerintah kampung.

Tidak sedikit keluarga yang mengungsi tanpa membawa apa pun karena rumah mereka hancur dan tertimbun bebatuan.

"Kondisi malamnya itu mencekam, warga saling berlarian menyelamatkan diri, suara warga minta pertolongan terdengar dimana-mana, tapi beruntungnya tidak ada korban jiwa, semua warga di sini informasinya selamat," katanya.

Saat ini ribuan warga di Lampahan Induk, Barat dan Lampahan Timur tengah menunggu uluran tangan dari pemerintah.

Para pengungsi mengaku mengalami kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan dasar seperti makanan dan air bersih.

Minimnya logistik membuat kondisi mereka semakin rentan, terutama bagi anak-anak dan lansia yang membutuhkan perhatian khusus.

Mereka memohon agar bantuan segera tiba di tengah bencana hebat yang tak pernah mereka rasakan.

"Ya kami di sini sangat berharap bantuan, khususnya logistik dan air bersih," harapnya.

Sementara Kabupaten Bener Meriah hingga saat ini masih terisolir dari berbagai akses dan belum mendapatkan bantuan dari Provinsi Aceh maupun dari nasional. 

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Bener Meriah Ir H Tagore Abubakar saat berjumpa dengan Menteri Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Mentransnaker), Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara di Ruang Oproom Setdakab Bener Meriah, Sabtu (29/11/2025).

"Jika dalam 2/3 hari lagi belum juga mendapatkan bantuan logistik makanan, maka stok makanan saat ini tidak dapat mencukupi seluruh kebutuhan warga", ujar Tagore.

Selain itu, Bupati juga secara resmi memohon bantuan bahan pangan darurat kepada Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia di Jakarta. 

Permohonan ini diajukan menyusul penetapan status tanggap darurat bencana akibat cuaca ekstrem. 

Surat permohonan yang ditandatangani oleh Bupati Bener Meriah, Ir H Tagore Abubakar tersebut menyatakan bahwa Kabupaten Bener Meriah telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari. 

Periode tanggap darurat ini dimulai sejak 26 November 2025 sampai dengan 9 Desember 2025.  

Untuk stok pangan: akibat terputusnya akses jalan, stok bahan pangan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bener Meriah dilaporkan sangat terbatas.  

"Kita sangat mengharapkan bantuan pengiriman bahan pangan darurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut," demikian Bupati Tagore.(*)

 

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.