Ringkasan Berita:
- SPBU Babahrot di Abdya kembali beroperasi setelah genset yang rusak berhasil diperbaiki, sehingga distribusi BBM kepada masyarakat dapat berjalan normal.
- Kapolres Abdya menurunkan personel untuk memantau stok dan memastikan penyaluran BBM tepat sasaran, dengan ketersediaan Pertalite 5.371 liter, Bio Solar 18.211 liter, dan Pertamax 21.227 liter.
- Dengan aktifnya kembali SPBU Babahrot, antrean di SPBU lain diprediksi berkurang, sementara masyarakat diimbau tidak panik karena stok BBM cukup.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Gampong Pante Cermin, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sudah mulai beroperasi, setelah beberapa hari terakhir tidak beraktivitas akibat genset dalam kondisi rusak.
Kapolres Abdya, AKBP Agus Sulistianto SH SIK, mengatakan, sejak kemarin pihak kepolisian terus mendesak SPBU milik PT Sudima Jaya Abadi itu untuk segera memperbaiki genset mereka, sehingga pelayanan BBM kepada masyarakat bisa berjalan lancar.
"Beberapa hari ini SPBU di Babahrot tidak berfungsi karena genset dalam kondisi rusak, sehingga menghambat distribusi BBM ke masyarakat. Maka, dari kemarin kita mendesak agar genset itu segera di perbaiki. Dan Alhamdulillah sekarang sudah normal kembali," kata Kapolres Abdya AKBP Agus Sulistianto, Minggu (30/11/2025).
Untuk memastikan distribusi BBM berjalan aman dan lancar, ia telah mengintruksikan Personel Unit Tipidter dan Opsnal Sat Reskrim Polres Abdya untuk memantau dan mengecek langsung ketersediaan BBM di SPBU Babahrot.
Menurut hasil pengecekan lapangan, kata Agus, jumlah BBM jenis Pertalite di SPBU Babahrot sebanyak 5.371 liter, Bio Solar 18.211 liter, dan Pertamax 21.227 liter.
"Secara umum Stok BBM bersubsidi di wilayah Abdya termasuk Babahrot mencukupi," sebut Agus.
Namun demikian, jelasnya, kekosongan BBM bersubsidi ada beberapa kali terjadi dihari senin mulai dari pukul 08.00 - 12.00 WIB, dikarenakan pada jam tersebut belum masuk suplai minyak dari Pertamina ke SPBU.
"Pengecekan SPBU ini bertujuan untuk menghindari ada penyalahgunaan pendistribusian (tidak tepat sasaran), termasuk menindaklanjuti informasi dari masyarakat tentang adanya kelangkaan BBM bersubsidi di Abdya," ujarnya.
Agus juga mengingatkan pihak SPBU agar rutin melakukan tera ulang sesuai petunjuk Disperindagkop.
"Guna menghindari terjadinya kelangkaan, pihak SPBU agar melakukan langkah-langkah penyaluran minyak secara tepat sasaran. Saya juga menegaskan jangan ada yang coba-coba menimbun minyak, jika kedapatan akan kami tindak tegas," tegas Agus.
Dengan beroperasinya SPBU Babahrot, sebut Agus, antrean di SPBU Susoh dan Blangpidie diyakini akan terus terurai, sebab masyarakat Kuala Batee dan Babahrot tidak lagi mengisi BBM di dua SPBU tersebut.
"Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak panik. Insya Allah BBM kita di Abdya mencukupi. Kami meminta agar agar masyarakat melakukan pengisian seperti biasanya, sehingga tidak terjadinya antrean panjang," pungkas Agus. (*)