Perumda Tirta Manuntung Balikpapan Kaji Pembukaan 12 Ribu Sambungan Air Baru di Tahun 2026
December 23, 2025 04:58 PM

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) tengah mengkaji rencana pembukaan sambungan baru air bersih pada tahun 2026.

Dalam rencana awal, perusahaan daerah tersebut membidik penambahan sekitar 12 ribu sambungan rumah (SR), namun realisasinya masih menunggu hasil kajian teknis dan ketersediaan air baku.

Direktur Utama PTMB Balikpapan, Yudhi Saharuddin mengatakan hingga saat ini pihaknya belum membuka rekomendasi sambungan baru secara luas.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan keseimbangan antara kapasitas produksi, rasio pelayanan, serta keberlanjutan distribusi air bersih.

Baca juga: UMK Balikpapan 2026 Diprediksi Naik Rp3,85 Juta, DPRD Tekankan Keseimbangan Buruh dan Dunia Usaha

“Untuk tahun 2026, pembukaan sambungan baru masih dalam tahap kajian. Kami harus memastikan kapasitas produksi dan ketersediaan air baku tetap aman dan berkelanjutan,” ujar Yudhi, Selasa (23/12/2025).

Ia menjelaskan, salah satu faktor utama yang menentukan tercapainya target 12 ribu SR adalah keberhasilan PTMB menekan angka Non-Revenue Water (NRW) atau kehilangan air. Jika NRW dapat ditekan, maka kapasitas layanan dapat meningkat tanpa harus menambah sumber air baku baru secara signifikan.

“Kalau NRW bisa kita turunkan, otomatis kapasitas produksi akan naik. Dari situ, peluang penambahan sambungan baru juga semakin besar,” jelasnya.

Yudhi menegaskan, penambahan sambungan air bersih tidak difokuskan pada wilayah tertentu. PTMB akan menerapkan pemerataan layanan di seluruh kecamatan di Kota Balikpapan dengan mempertimbangkan kesiapan jaringan dan infrastruktur.

“Kita tidak bicara satu wilayah saja. Semua kawasan akan kita petakan, dilihat kesiapan jaringannya dan infrastrukturnya, agar pelayanan bisa merata,” katanya. 

Namun demikian, PTMB masih menghadapi tantangan dalam pengembangan jaringan baru, terutama terkait kebutuhan anggaran yang cukup besar. Selama ini, pembangunan infrastruktur air bersih turut didukung oleh pendanaan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta sumber bantuan lainnya.

“Dengan kondisi efisiensi anggaran saat ini, tentu menjadi tantangan. Tapi selama masih ada anggaran yang bisa dioptimalkan, kami tetap berupaya memberikan pelayanan air bersih secara maksimal,” ungkapnya.

Yudhi menegaskan komitmen PTMB Balikpapan untuk menjaga keseimbangan antara perluasan layanan dan keberlanjutan sumber daya air.

“Penyediaan air bersih bukan hanya untuk kebutuhan hari ini, tapi juga amanah bagi generasi mendatang. Karena itu, setiap kebijakan harus dihitung secara matang,” pungkasnya. (*) 

 

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.