Mimpi Terwujud, Air Bersih Akhirnya Mengalir di Desa Kubu Bali, Bupati: Mohon Dijaga
January 01, 2026 07:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Di penghujung akhir tahun, masyarakat Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, akhirnya menerima kado yang telah dinantikan. 

Air bersih kini resmi mengalir ke wilayah yang selama ini dikenal memiliki keterbatasan akses terhadap layanan dasar tersebut.

Air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang wajib mendapat perhatian serius pemerintah. 

Menyadari hal itu, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa (Guru Pandu) menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Kubu yang sejak lama memimpikan aliran air bersih ke wilayah mereka.

Baca juga: Cegah Penyambungan Ilegal di Nusa Penida, Bupati Satria Tekankan Pengawasan Jaringan Air Bersih

Upaya tersebut diwujudkan melalui optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Telaga Waja, jaringan perpipaan berskala besar dengan panjang lebih dari 70 kilometer dan kondisi topografi yang tergolong ekstrem. 

Dengan kerja keras, koordinasi lintas sektor, serta dukungan berbagai pihak, berbagai kendala teknis yang selama ini menghambat akhirnya dapat diatasi.

Hasilnya, air bersih kini telah mengalir ke empat dusun di Desa Kubu, yakni Dusun Sambillaklak, Juntal Kelod, Juntal Kaje, dan Dusun Poh Tebel. 

Bagi warga setempat, ini merupakan pengalaman pertama menikmati aliran air bersih secara langsung setelah puluhan tahun menanti.

“Sudah lama masyarakat menantikan air bersih. Selama ini hanya bisa memanfaatkan air hujan, di akhir tahun ini, kita bersyukur mimpi itu akhirnya terwujud,” ungkap Bupati Gus Par.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam penyediaan air bersih juga tercermin dari penanganan Rumah Pintar Muntigunung. 

Selama hampir 15 tahun, fasilitas ini tidak dapat dimanfaatkan secara optimal karena pompa air dalam kondisi rusak. 

Berdasarkan koordinasi awal, kebutuhan perbaikan diperkirakan sekitar Rp70 juta. 

Namun melalui program CSR PDAM, bantuan yang dapat dicairkan hanya sebesar Rp15 juta.

Setelah dilakukan pengecekan lebih mendalam, kebutuhan riil untuk perbaikan ternyata mencapai hampir Rp300 juta. 

Tidak berhenti pada keterbatasan tersebut, Bupati Gus Par kembali berupaya mencari bantuan ke berbagai pihak di luar. 

Berkat dukungan dan kolaborasi lintas sektor, perbaikan akhirnya dapat direalisasikan hingga sumur bor di Rumah Pintar kini berhasil mengeluarkan air bersih.

Tahap selanjutnya, pemerintah daerah akan fokus pada pembangunan jaringan perpipaan agar air bersih tersebut dapat dialirkan langsung ke rumah-rumah penduduk di sekitarnya.

Sebagai langkah strategis berkelanjutan, Bupati Gus Par menegaskan bahwa Pemkab Karangasem menyiapkan alokasi dana APBD sebesar Rp1 miliar per desa, khusus untuk mendukung penyediaan air bersih hingga ke wilayah pelosok.

Selain itu, Pemkab Karangasem juga menyiapkan solusi jangka menengah dengan memanfaatkan sumber air dari danau di wilayah Kintamani, Bangli. 

Dukungan CSR Bank BPD Bali untuk program ini telah disetujui dan direncanakan mulai dimanfaatkan pada awal tahun 2026 untuk menarik air dari kawasan danau menuju wilayah Kubu.

Program tersebut akan dikerjasamakan dengan PDAM untuk pembangunan jaringan perpipaan. 

Skema ini dinilai paling efisien karena menggunakan sistem gravitasi, sehingga wilayah di bagian bawah dapat menerima aliran air tanpa memerlukan pompa dan biaya listrik yang tinggi. 

Dengan anggaran sekitar Rp1 miliar, pemerintah bahkan berpotensi menghadirkan hingga tiga sumber air baru dari kawasan Danau Kintamani.

Di akhir penyampaiannya, Bupati Gus Par mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari kepala desa hingga tokoh masyarakat, untuk bersama-sama menjaga dan memelihara infrastruktur yang telah dibangun.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.