Oleh: Pastor John Lewar, SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari ini Kamis 1 Januari 2026.
Tema renungan katolik hari ini "tahun penuh berkat".
Renungan katolik hari ini disiapkan untuk hari raya SP Maria Bunda Allah.
Renungan katolik hari ini untuk hari raya SP Maria Bunda Allah dengan warna liturgi putih.
Bacaan hari Kamis: Bil. 6:22-27; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Gal. 4:4-7; Luk. 2:16-21 dan BcO Ibr. 2:9-17.
Baca juga: Renungan Katolik Kamis 1 Januari 2026, Maria Menyimpan Segala Perkara Itu
Bil 6:22 TUHAN berfirman kepada Musa:
Bil 6:23 "Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka:
Bil 6:24 TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;
Bil 6:25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Bil 6:26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
Bil 6:27 Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."
Mazmur Tanggapan:
Mzm 67:2 (67-3) supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
Mzm 67:3 (67-4) Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.
Mzm 67:5 (67-6) Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.
Mzm 67:6 (67-7) Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita.
Bacaan Kedua:
Gal 4:4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.
Gal 4:5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.
Gal 4:6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
Gal 4:7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.
Injil Katolik:
Luk 2:16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
Luk 2:18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
Luk 2:19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
Luk 2:20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
Luk 2:21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
Renungan Harian Katolik
"Tahun Penuh berkat"
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Selamat datang Tahun Baru 2026. Hari ini adalah hari baru, bulan baru
dan tahun baru, tahun 2026. Inilah hari yang diciptakan Tuhan bagi kita,
inilah hari penuh berkat. Mari kita bersukacita dan bergembira atas karya
agung Tuhan bagi kita semua. Karya agung Allah lewat kelahiran
PuteraNya Yesus Kristus. Kita bersyukur karena diberi kesempatan oleh
Tuhan untuk menata hidup ini menjadi lebih bermutu dan bermartabat,
lewat tugas dan pekerjaan kita masing-masing.
Di tahun baru ini, Gereja mengajak seluruh umat kristiani merayakan
Pesta Santa Maria Bunda Allah. Marilah kita berziarah bersama Bunda
Maria sambil merenungkan apa yang Tuhan kehendaki kita lakukan di
tahun yang baru ini. Allah memberikan berkat dan kasih karuniaNya bagi
semua orang yang berharap dan yang percaya kepadaNya. Dalam Kitab
Bilangan, Musa menjadi sarana Allah untuk memberkati umat Israel. Allah
menjanjikan berkat berlimpah kepada Harun dan anak-anaknya. Berkat
itu berupa hasil panen yang mencukupi keperluan hidup setiap hari,
melindungi dan menjauhkan mereka dari segala macam bahaya yang
mengancam serta memberikan terang agar tidak jatuh dalam kegelapan
dosa dan maut.
Bila mereka melaksanakan janji ini dengan setia, maka
damai sejahtera menyertai mereka. Demikian pula Maria. Melalui Maria,
umat manusia mendapatkan berkat dan kasih karunia dari Allah. Kasih
karunia Allah itu tampak dalam diri Tuhan Yesus. Maria adalah sarana
bagi Allah untuk mengandung Yesus dan menebus umat manusia. Kepada
jemaat di Galatia, Rasul Paulus menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah
pemenuhan janji Allah yang datang ke dunia untuk menebus dosa
manusia. “Setelah genap waktunya, Allah mengutus AnakNya yang lahir
dari seorang perempuan”. Maka semua orang yang bertobat dan yang
percaya kepada Kristus yang lahir, disebut anak-anak Allah, bukan
hamba. Mereka menjadi ahli waris Kerajaan Allah. Dalam injil Lukas,
dikisahkan bahwa para gembala bergegas datang ke Betlehem
menyaksikan kelahiran Yesus. Mereka menjumpai Maria, Yosef dan bayi
Yesus. Mereka memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang
mereka dengar dan mereka lihat, sesuai dengan apa yang dikatakan
Malaikat itu kepada mereka.
Kita belum tahu akan apa yang terjadi dan yang akan kita alami
sepanjang tahun ini. Kita tidak tahu nasib kita ke depan, suka dan duka,
susah dan senang, tawa dan tangis, untung dan malang. Tapi kita boleh
tahu dengan pasti bahwa dalam situasi apapun, Tuhan hadir, menyertai
dan memberkati kita. Tuhan tidak meninggalkan kita seperti anak yatim
piatu. Dengan kepercayaan teguh, kita yakin Tuhan tetap beserta kita.
Tuhan menyertai kita dengan memberikan kepada kita Bunda Maria. Kita
ditemani oleh Bunda Maria. Bila kita berpaling dan berseru kepada Maria,
ia akan mendengarkan kita. Bunda Maria akan menghantar kita kepada
Yesus Puteranya. Dan Yesus akan membawa doa-doa kita kepada Allah
Bapa di Surga. Semoga kita pun tetap setia kepada Tuhan dalam
menjalankan panggilan hidup kita masing-masing. Kita mencontohi
kesetiaan Bunda Maria sejak awal sampai akhir hidup Yesus Puteranya.
Kita mensyukuri tahun penuh berkat ini.
Tahun Baru selalu disambut dengan penuh kegembiraan. Saat pergantian
tahun ini di mana-mana, langit dipenuhi dengan bunyi-bunyian dan
kembang-kembang api. Banyak orang bergembira penuh harapan pada
tahun baru. Namun seringkali kegembiraan itu berlebihan. Fakta
membuktikan bahwa di mana-mana banyak orang meninggal dunia pada
malam tahun baru, karena petasan dan kembang api.
Di belahan dunia lain, ada banyak orang yang melewatkan Tahun Baru tanpa peduli akan
tatanan moral dan susila. Dalam situasi kehidupan manusia yang
semrawut itu Gereja mengimbanginya dengan mempersembahkan Tahun
Baru kepada Santa Maria Bunda Allah. Oleh karena itu, di dalam liturgi,
fokus perhatian kita bukan saja pada Tahun Baru itu sendiri, tetapi Gereja
juga mengajak kita untuk memandang kepada Bunda Maria.
Doa:
Tuhan Yesus kecil, kubersujud, kutundukkan kepalaku, kubukakan
hatiku, tinggallah di dalam hatiku di sepanjang tahun baru ini. Bawalah
damai dan berkat, bawalah keberanian dan sukacita bagiku, keluargaku
dan sesamaku. Santa Bunda Allah, doakanlah kami mulai sekarang ini
dan sampai pada waktu kami mati ….Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Tahun Baru 2026. Salam doa dan
berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada. Bapa dan Putera
dan Roh Kudus...Amin. (Sumber iman katolik.com/the katolik.com/kgg).